JARING RADIO

KSAD Lepas 350 Prajurit Yonif 527 ke Perbatasan RI-Malaysia

Laporan Sentral FM Lumajang | Selasa, 19 Mei 2015 | 15:42 WIB
suarasurabaya.net - Jenderal TNI Gatot Nurmantyo Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) bersama rombongan dari Mabes TNI AD, Selasa (19/5/2015), mengunjungi markas Yonif 527/BY di Kabupaten Lumajang. Kedatangannya untuk melepas 350 prajurit dari Yonif Infanteri terbaik di jajaran Kodam V Brawijaya ini untuk ditugaskan sebagai Satgas PAmtas (Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan) RI-Malaysia.

Dari pantauan Sentral FM, prajurit dari Batalyon TNI berjuluk Laba-Laba ini ditempatkan di 17 titik di Sektor wilayah Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Negara bagian serawak, Malaysia. Di sana, para prajurit akan bertugas selama 9 bulan ke depan.

Dalam kesempatan kunjungan ini, KSAD menyempatkan diri beramah-tamah dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, diantaranya Drs H As’at Malik, Mag Bupati, AKBP Aries Syahbudin Kapolres, Kajari, Ketua PN dan lainnya. Selanjutnya, ia memberikan pembekalan langsung kepada prajuritnya sebelum melaksanakan tugas Negara menjaga wilayah perbatasan di titik terluar.

Gatot Nurmantyo mewanti-wanti agar seluruh prajurit melaksanakan tugas dengan baik tanpa melakukan pelanggaran sedikitpun. “Kalian bertugas tidak hanya membawa nama pribadi, tapi nama Batalyon, nama Lumajang, TNI AD, bahkan membawa nama negara. Untuk itu, tidak boleh ada kesalahan,” tegasnya.

Jika prajurit sampai melakukan pelanggaran, KSAD memerintahkan Danyon untuk langsung memberikan hukuman penundaan pangkat dengan urutan terakhir sekali. “Kalau rekan prajurit satu angkatan sudah naik pangkat semuanya, baru ia boleh naik pangkat,” ujarnya.

Tidak hanya itu saja, Gatot Nurmantyo juga memerintahkan agar prajurit yang bertugas sebagai Satgas Pamtas, juga memba ntu tugas-tugas kepolisian dalam penanganan tindak pidana yang marak terjadi di wilayah perbatasan terluar Indonesia dengan Malaysia.

“Di antaranya adalah penyelundupan narkoba. Ini yang terpenting, karena saat ini modus penyelundupan narkoba di perbatasan beragam. Bahkan, masyaraat perbatasan juga dicekoki dengan narkoba gratis, lalu setelah kecanduan akhirnya terpaksa beli. Berantas penyelundupan narkoba ini, bekerja sama dengan kepolisian. Kalau berhasil menangkap pelakunya, serahkan kepada polisi. Di tempat tugas, kalian harus bekerjasama dengan unsur kepolisian di sana,” perintahnya.

Perintah lainnya, prajurit juga diinstruksikan untuk melakukan pemantauan potensi penyelundupan minuman keras (miras), kayu hasil hutan dan yang lainnya. “Yang jelas, kalian tidak hanya bertugas patroli saja. Penting artinya menjaga wilayah perbatasan dari kemungkinan aksi penyelundupan ini. Dan itu menjadi perintah saya yang harus dilaksanakan prajurit di sana,” tegasnya.

KSAD juga menjanjikan, jika prajurit Yonif 527/BY berhasil melaksanakan tugas dengan baik dan menjadi yang terbaik di jajaran TNI AD, maka tugas berikutnya adalah diberangkatkan sebagai pasukan perdamaian di luar negeri. Janji inilah yang spontan mendapatkan apresiasi dari seluruh prajurit dengan menyatakan kesiapannya. “Siap KSAD,” teriak kompak mereka.

Selain memberikan pembekalan, Gatot Nurmanstyo yang juga mantan Pangdam V Brawijaya ini, menyempatkan diri berdialog dengan seluruh prajurit Yonif 527 serta menanggapi masukan dan saran dari mereka.

Bahkan, dari pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pribadi sampai pelaksanaan tugas sebagai Satgas Pamtas, dijawab dengan lugas olehnya. Malah, sedikitnya 18 prajurit yang memberanikan diri bertanya dan menjawab pertanyaan KSAD, mendapat hadiah uang saku masing-masing Rp. 500 ribuan untuk membakar semangat tugas prajurit. (her/ipg)

Teks Foto :
- KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo melepas 350 Prajurit Yonif 527 sebagai Satgas Pamtas di perbatasan RI-Malaysia.
Foto : Sentral FM
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.