JAZZ TRAFFIC

Dekat Buktikan Eksistensi di Panggung JTF 2016 Beyond Space

Laporan J. Totok Sumarno | Sabtu, 06 Agustus 2016 | 15:00 WIB
Olah vokal ketiga personel Dekat ini tak perlu diragukan lagi. Dekat saat tampil di Jazz Traffic Festival 2015 lalu. Foto: Anton Suara Surabaya Media
suarasurabaya.net - Selain menampilkan vokalis-vokalis papan atas Indonesia, seperti Andien, Gleen Freedly, serta Ari Lasso, sederet nama kelompok vokal juga akan memeriahkan panggung PP Properti Jazz Traffic Festival 2016 Beyond Space pada 27 - 28 Agustus 2016. Satu di antaranya adalah kelompok vokal Dekat.

Kelompok vokal yang beranggotakan Tahir Hadiwijoyo alias Tata, Mohammed Kamga atau Kamga dan Chevrina Anayang alias Chevrina ini sebelumnya dikenal sebagai kelompok vokal bernama Tangga. Pasca satu personelnya mundur, yaitu Desty, kelompok ini kemudian mengganti namanya jadi Dekat.

"Tangga sudah kami vakumkan. Mengejutkan banget sih memang, karena tiba-tiba banget, dan banyak orang yang terkejut. Karena memang personel Tangga itu resign satu dan kayaknya memang masanya Tangga sudah sampai di sini," ujar Tata.

Selain alasan itu, di pertengahan 2014 mereka mengambil langkah berani keluar dari perusahaan rekaman yang selama ini menaungi Tangga.

"Sudah di-cut saja. kami mulai dari baru. Mulai dari yang benar-benar keluar di 2014 ini, dan ya sudah kami pilih nama baru, Dekat," jelas Tata.

Dalam formasi band, Kamga, Tata, dan Chevrina mengeksplorasi musik yang mereka suka selama ini. Menurut Tata, musik yang mereka pilih sangat jauh berbeda dengan pop-soul yang selama ini lekat dengan Tangga.

"Kami pengin bermusik lebih bahagia dan lebih lepas. Kan orang bisa hidup bahagia kalau dia bisa lakukan apa yang dia inginkan," kata Kamga. Untuk musik Dekat, ketiga personelnya memasukkan pengaruh musik barat era baru.

Musik aroma Inggris, Amerika dan dipengaruhi gaya Bastille, Ellie Goulding, Drake, Twenty One Pilots, adalah musik yang sengaja dipilih Dekat," ujar Tata.

Dekat kemudian meluncurkan album Lahir Kembali yang sangat kental dengan beat black music. "Single pertama kami, Lahir Kembali, adalah lagu terakhir yang kami buat. Karena Dekat mau start lebih fresh," kata Chevrina.

Jika sebelumnya, Tangga identik dengan lagu-lagu mellow, Dekat hadir dengan musik pop yang lebih energik. Selain nuansa musiknya yang baru, kini Kamga, Tata, dan Chevrina juga bisa mengasah kemampuannya dalam membuat lagu.

Saat masih tergabung dalam grup Tangga, ketiganya belum pernah membuat lagu. Kalau pun terlibat, hanya memberi masukan. Tapi kini, setelah tergabung ke dalam grup Dekat, ketiganya bebas berekspresi dalam membuat lagu.

Single pertama Lahir Kembali merupakan hasil pemikiran mereka bertiga. Dulu, dalam merilis single berpatok pada trend, tapi sekarang lebih mengutamakan inspirasi yang ada.

Jadi tunggu apalagi, nantikan saja penampilan Dekat dipanggung PP Properti Jazz Traffic Festival 2016 Beyond Space yang dijadwalkan dihelat di Grand City Surabaya pada 27 - 28 Agustus 2016.

Tiket PP Properti Jazz Traffic Festival 2016 Beyond Space ini bisa diperoleh di Kantor Radio Suara Surabaya Jalan Wonokitri Besar 40 C, Surabaya, telepon 031-5683040, dan Kantor M Radio Jalan Ngagel Madya 15-15A Surabaya.
Tentang Jazz Traffic

Jazz Traffic adalah sebuah program siaran di Radio Suara Surabaya yang mengudara sejak tahun 1983. Adalah Bubi Chen sang virtuoso musik jazz internasional dari Surabaya pernah ikut mengasuh siaran Jazz Traffic sejak tahun 1985 sampai wafat pada tahun 2012. Om Bubi, sapaan Bubi Chen, diberi slot siaran program Jazz Traffic “Bubi Chen Show” seminggu sekali.

Siaran Jazz Traffic kini tidak hanya memperdengarkan komposisi-komposisi jazz, tapi juga mengapresiasi musisi dan mengenalkan sub genre Jazz Tradisional hingga Free Jazz dan Acid Jazz. Selama 33 tahun mengudara, Jazz Traffic telah membentuk komunitas-komunitas jazz yang solid, tidak hanya di Kota Surabaya, tapi juga kota-kota lain di Indonesia.(tok/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.