JAZZ TRAFFIC

Jazz Traffic Festival 2018 Pesta Musik Tanah Air

Laporan Denza Perdana | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 05:02 WIB
Barry Likumahuwa saat tampil di Jazz Traffic Festival 2017. Foto: Suara Surabaya Media
suarasurabaya.net - Tujuh tahun sudah, Jazz Traffic Festival (JTF) mewarnai perhelatan musik di Tanah Air. Tahun ini adalah tahun kedelapan acara musik persembahan Suara Surabaya Media akan digelar.

IndiHome Jazz Traffic Festival 2018 akan menyajikan kolaborasi antargenre musik yang lebih kaya tanpa meninggalkan musik jazz itu sendiri sebagai nyawa JTF di setiap perhelatannya.

Errol Jonathans Chairman IndiHome Jazz Traffic Festival 2018 mengatakan, ada karakter yang khas dalam perhelatan JTF kali ini. "Tahun ini, kolaborasi beragam genre musik dengan jazz lebih banyak, lebih kaya," ujarnya.


Errol Jonathans Chairman IndiHome Jazz Traffic Festival 2018. Foto: Denza suarasurabaya.net

Dia mencontohkan, ada unsur rock yang cukup kuat dalam JTF kali ini. Salah satu contohnya, kehadiran Indra Lesmana Project (ILP) yang mengusung jazz-rock.

"Karena yang dia ajak itu, komposisi player-nya adalah musisi heavy metal. Cuma Indra yang jazz. Ini sebuah konsep, yang untuk pergelaran jazz di Indonesia, sesuatu yang baru," ujar Errol Jonathans yang juga Direktur Utama Suara Surabaya Media.

Meskipun, berdasarkan sejarahnya, konsep jazz-rock sebenarnya sudah muncul sejak 70-an silam. Beberapa grup musisi yang menonjol di eranya antara lain John Mc Laughlin (Mahavishnu Orchestra) dan Weather Report.

Musisi lain yang mengusung unsur rock di JTF kali ini adalah Gilang Ramadhan Blue and Eet Sjaharanie Black. Eet Sjahranie, sebagaimana diketahui, adalah gitaris grup rock legendaris God Bless.

Lalu ada Padi Reborn. Band yang digawangi Fadli, Piyu dan kawan-kawan ini memang lebih banyak dikenal mengusung musik pop-rock.

"Saya melihat, dibandingkan tahun sebelumnya, unsur rock cukup menonjol di JTF tahun ini," katanya.

Via Vallen juga menjadi hal baru di JTF. Via akan tampil dalam Via Vallen Jazz Traffic Project menggandeng beberapa musisi jazz. Menurut Errol, penampilan Via akan menjadi ciri Jazz Traffic Festival kali ini.

"Saya mendapat kabar, Via Vallen akan memainkan repertoar-repertoar jazz meskipun dia sebenarnya mengaku Dangdut. Ini akan menjadi daya tarik kekayaan pilihan musik di JTF kali ini," kata Errol.

Namun, di luar kolaborasi antargenre dengan jazz, ada beberapa musisi penampil yang akan mewakili kekuatan jazz mainstream dan jazz avant garde di IndiHome Jazz Traffic Festival 2018 .

Mereka di antaranya Indra Lesmana Surya Sewarna feat Dewa Bujana, Idang Rasjidi, dan Dwiki Dharmawan. Lalu ada Sandy Winarta Space Traveler, Sri Hanuraga Trio feat Dira Sugandi, Syaharani and Queenfireworks, juga grup Kayon-Indra Pra Gilang.

Musisi-musisi itu melandasi helatan jazz terbesar di Indonesia Timur ini. Lebih jauh, Errol menyebut, JTF kali ini adalah "Pesta Musik" Tanah Air yang sudah go international.

Sebab, akan tampil di ajang yang turut didukung IndiHome itu, Tom Grant musisi Amerika Serikat. Di eranya, musisi yang mengusung kolaborasi jazz dengan pop itu cukup populer di kalangan pecinta musik jazz Tanah Air.

"Dia itu (Tom Grant) musisi di zaman saya masih siaran (sekitar 1983-1990-an silam)," kata Errol. Kehadiran Tom Grant, kata dia, tentu akan memperkental nuansa jazz di helatan JTF kali ini.

Errol menyebut IndiHome Jazz Traffic Festival 2018 akan menjadi Pesta Musik Tanah Air, karena beberapa musisi maupun grup musisi lain, yang tidak disebut di atas, turut meramaikan 5 panggung JTF 2018.

Mereka di antaranya grup HiVi!, Yura Yunita, Kunto Aji, Raisa dan Isyana Sarasvati dua diva pop-RnB yang cukup jazzy, juga Tulus dengan lirik-lirik lagunya yang khas, serta Gamaliel Audrey Cantika (GAC).

Turut tampil pula dalam helatan kali ini Mohammad Istiqamah Djamad mantan vokalis Payung Teduh yang memulai karir solonya dalam format Pusakata.

" JTF 2018 ini, bisa saya ibaratkan `The Future is Now`, Masa depan musik jazz Tanah Air, juga masa depan JTF sebagai candradimuka musik jazz Tanah Air, bisa dilihat dari sekarang," katanya.



Tentang Jazz Traffic

Jazz Traffic adalah sebuah program siaran di Radio Suara Surabaya yang mengudara sejak tahun 1983. Adalah Bubi Chen sang virtuoso musik jazz internasional dari Surabaya pernah ikut mengasuh siaran Jazz Traffic sejak tahun 1985 sampai wafat pada tahun 2012. Om Bubi, sapaan Bubi Chen, diberi slot siaran program Jazz Traffic "Bubi Chen Show" seminggu sekali.

Siaran Jazz Traffic kini tidak hanya memperdengarkan komposisi-komposisi jazz, tapi juga mengapresiasi musisi dan mengenalkan sub genre Jazz Tradisional hingga Free Jazz dan Acid Jazz. Selama 35 tahun mengudara, Jazz Traffic telah membentuk komunitas-komunitas jazz yang solid, tidak hanya di Kota Surabaya, tapi juga kota-kota lain di Indonesia. Sementara itu event Jazz Traffic Festival (JTF) digelar Suara Surabaya sejak tahun 2011, berturut-turut setiap tahun hingga 2018 ini. (den/iss/ipg)

Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.