JAZZ TRAFFIC

Bernilai Historis, Tanjung Perak Jadi Tempat Festival Jazz Saat Hari Musik Nasional

Laporan Anggi Widya Permani | Selasa, 22 Januari 2019 | 22:31 WIB
Tim Surabaya Entertainer Club. Foto: Anggi suarasurabaya.net.
suarasurabaya.net - Memperingati Hari Musik Nasional, Surabaya Entertainer Club (SEC) akan menggelar "Tanjung Perak Jazz Festival" (TPJF), Minggu (10/3/2019). Dimeriahkan oleh beberapa musisi jazz Tanah Air, acara ini akan berlangsung di tepi laut tepatnya di Dermaga Ujung Koarmada II, Surabaya.

FX Boy Ketua Pelaksana TPJF mengatakan, dipilihnya Tanjung Perak sebagai lokasi pagelaran ini, karena memiliki historis dengan musik jazz. Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya disebut menjadi pintu masuk pertama musik jazz di Indonesia.

Secara singkat, kata dia, musik Jazz lahir dari benua Amerika. Kemudian meluas hingga ke benua Eropa dan dibawa masuk ke Indonesia melalui Tanjung Perak. Selain nilai historisnya, Ujung Koarmada juga memiliki kapasitas pengunjung hingga 1.000 orang.

"Kami ingin meningkatkan atmosfer Surabaya terutama Tanjung Perak. Tempat ini sangat historis dengan musik jazz. Dapat dikatakan pintu masuk pertama kali di Indonesia. Festival ini bisa dinikmati semua kalangan, dan kapasitas tempat lumayan banyak hingga ribuan orang," katanya, Selasa (22/1/2019).


Adapun musisi dan grup musik yang akan tampil, di antaranya Mus Mujiono, Nita Aartsen, R.I.M.A, Barry Likumahua, Ivan Saba, Surabaya All Star, Fussion Jazz Community (FJC), Unesa Big Band, Yudi Barlean (Korek Jazz), Dhany Ugik Trio (Malang Jazz), Sony & Friends (Jombang Jazz), Agung & Friends (Jombang Jazz), dan lain-lain.

Pagelaran ini akan diselenggarakan dengan tiga venue. Di antaranya di Indoor Sport (gratis), Ballroom Panti Tjahaya Armada (PTA) dan Jazz Boat atau diatas kapal. Jazz boat ini nantinya akan mengajak pengunjung sekaligus berwisata melihat pemandangan sunset atau matahari terbenam.

"Kami akan buat acara ini semenarik mungkin. Pada prinsipnya kami sudah menghadap ke pihak-pihak terkait soal tempatnya. Sudah mendekati "oke", dan pasti diselenggarakan di Tanjung Perak," kata dia.

Selain punya nilai historis, lanjut dia, Tanjung Perak juga memiliki lagu sejak dulu. Merasa perlu ditingkatkan dan dilestarikan, pihaknya juga menggelar lomba mengkreasikan lagu "Tanjung Perak Tepi Laut" sesuai aliran musik masing-masing.

Dalam hal ini, SEC menantang para musisi muda atau diatas 7 tahun untuk mengikuti lomba tersebut. Peserta harus membentuk tim minimal tiga orang dan hasilnya diposting di Instagram.

"Kita menunggu generasi muda ini untuk menggairahkan lagu Tanjung Perak seuai genrenya," kata dia.

Pendaftaran dan babak seleksi akan diadakan melalui sosial media Instagram dan akan ditutup pada 1 Maret 2019. Sedangkan untuk babak final akan diadakan pada 10 Maret 2019 di panggung TPJF.

"Juara I mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 5.000.000 dan Trophy, Juara II-IV uang tunai sebesar Rp. 500.000 dan Trophy, dan Juara V-X mendapatkan Trophy," papar dia. (ang/wil)
Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.