Kampoeng Media
20 Maret 2010, 06:30:17| Laporan Iping Supingah
Business Gathering SS, Pengusaha Tekstil dan Garmen Minta Solusi
suarasurabaya.net| Secara blak-blakkan pengusaha tekstil dan garmen di Jawa Timur curhat dan minta solusi di acara Business Gathering Suara Surabaya yang digelar di Ruang Pertemuan SS Media, Jumat (19/03).
Tidak hanya dari kalangan pengusaha tekstil dan garmen yang hadir di acara ini, tapi juga dari Pemerintah Provinsi Jatim, Disperindag, DPRD Jatim, pengusaha mall, juga pelaku usaha sepatu, dan UKM.
”Ini kesempatan buat saya curhat dan blak-blakkan. Supaya pemerintah dan DPR juga tahu kesulitan pengusaha. Jangan semuanya diserahkan ke pengusaha. Kalau saya hanya minta solusi saya butuh tenaga kerja yang, tapi bagaimana pemerintah membantu mendidik tenaga kerja yang siap pakai. Dan pengusaha jangan terlalu banyak dibebani,” kata ALI dari APRISINDO Jatim
Begitu juga dengan SHERLINA Ketua Umum Asosiasi Perstektilan Jatim, ia menyarankan Harus ada kerjasama, antara Disperindag dengan Polda Jatim, untuk mengantisipasi masuknya garmen illegal.
Selain itu harus ada dukungan dari pemerintah, misalnya penyediaan bahan baku, peningkatan SDM dengan membuka Perguruan Tekstil, juga masalah permodalan.
Satu diantara faktor penghambat berkembangnya industri tekstil dan garmen di Indonesia, adalah budaya masyarakat kita yang lebih bangga kalau memakai produk impor. Padahal komoditi lokal tidak kalah saing dengan produk luar China.
Hal senada dikatakan ERWIN Ketua Umum Asosiasi Tenun Batik dan Bordir Jatim. Sebaiknya pemerintah membantu upaya produk lokal bisa go international.
DEDDY SUHAYADI Wakil Ketua Umum Organisasi dan Keanggotaan KADIN Jatim juga menegaskan untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut, pemerintah, dinas, dan pengusaha, memang harus bekerjasama. Misalnya bagaimana caranya supaya produk luar atau impor tidak masuk ke Indonesia. “Harus ada diversifikasi pasar. Dari dulu, bangsa kita dijadikan lahan penjualan produk impor. Pemprov Jatim harus berpihak pada ‘perut’nya orang Jatim,” tegasnya.
IRWAN PANDI Kabid Industri Aneka Tekstil Disperindag Jatim juga bersuara menanggapi curhat yang muncul di “Business Gathering Suara Surabaya”.
Ia mengakui daya saing produk lokal, jauh lebih bagus. Tidak ada yang melebihi. Karena, nuansa budaya, tidak ada yang bisa meniru. Sebenarnya, secara riil, AFCTA sudah lama masuk Indonesia. Jadi, perdagangan bebas AFCTA ini, tidak se-ekstrim yang dibayangkan.
Solusi dari pemerintah, Disperindag membentuk tim pengawas barang beredar. Fungsinya melindungi industri lokal, dan melindungi dokumen impor. Masalah peningkatan SDM, spesifikasi, untuk pengusaha kecil ada bantuan hibah dari Gubernur Jatim, untuk mengembangkan pertekstilan di Jatim.
“Khusus untuk pengrajin batik, sementara diberi dana pelatihan. Karena, memerlukan spesifikasi. Termasuk, untuk ragam motif batik. Pengajuan dana pinjaman untuk UMKM, bisa diajukan ke Bank Jatim dan BPR. Mekanisme perbankan memang diserahkan ke bank. Selama ini, memang banyak peminatnya, makanya harus antre, menunggu dana cair,” paparnya.
Yang menjadi tugas bersama adalah menggalakkan pemakaian produk dalam negeri. Bagaimana mengubah image masyarakat, tentang produk dalam negeri.
Sementara itu SUDARMAJI Dewan Penasehat Asosiasi Perstektilan Jatim masih optimis diberlakukannya ACFTA. Menurutnya ini justru peluang. Berikut penuturan SUDARMAJI saat berbincang-bincang dengan DANI penyiar SS usai acara "Business Gathering".
“Kami akan membantu dunia usaha. Semua masukan hari ini, nanti akan kami sampaikan ke yang berwenang,” kata ARTONO anggota Komisi B DPRD Jatim yang juga pengusaha ini.
Kegiatan “Busineiness Gathering Suara Surabaya” yang sebelumnya telah dinanti-nanti ini akhirnya menyimpulkan pengusaha harus tetap optimis, dengan penerapan ACFTA, juga harus tetap yakin, kalau kondisi ekonomi dalam negeri, tidak seburuk yang dibayangkan. Yang tidak kalah penting juga gerakan cinta produk dalam negeri, harus tetap digaungkan. supaya, daya beli masyarakat besar.(ipg)
Teks Foto:
1. Diskusi "Business Gathering Suara Surabaya" yang diikuti sekitar 30 peserta ini gayeng. Banyak yang curhat, juga memberikan masukan dan minta solusi.
2. DEDDY SUHAYADI dari Kadin Jatim ikut nimbrung di acara yang dipandu RESTU penyiar SS ini.
Foto:TOTOK suarasurabaya.net