KAMPOENG MEDIA

Kepala BNNP Jatim Gandeng Media Perangi Peredaran Narkotika di Jawa Timur

Laporan J. Totok Sumarno | Selasa, 21 Maret 2017 | 16:11 WIB
Brigjen Pol drs. Fatkhur Rahman S.H., M.M., Kepala BNNP Jawa Timur, di ruang siaran Radio Suara Surabaya didampingi Errol Jonathans Dirut SS Media. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Menggantikan Brigjen Pol Drs. Amrin Remico, M.M., sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, Brigjen Pol Drs. Fatkhur Rahman, S.H., M.M., ingin menggandeng media dan bertekad untuk memerangi segala bentuk peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Jawa Timur.

"Kami ingin bersama-sama dengan media, termasuk dengan Radio Suara Surabaya ini untuk memerangi berbagai bentuk peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Jawa Timur. Apapun bentuknya, narkotika harus diperangi. Ini menyangkut persoalan bangsa," ujar Fatkhur Rahman.

Lebih lanjut Fatkhur mengingatkan bahwa peredaran narkoba dengan berbagai bentuknya itu telah merasuki segala sendi kehidupan masyarakat.

"Seringkali kita lihat narkoba dengan berbagai jenisnya itu merusak seseorang yang pada akhirnya juga merusak keluarganya. Ini memperihatinkan," kata Fatkhur.

Oleh karena itu, Fatkhur bertekad memerangi peredaran narkotika dengan berbagai jenisnya dan bentuknya tersebut bahkan bila perlu dari lingkungan keluarga. Karena menurut Fatkhur hal itu perlu dilakukan segera.

"Bila perlu melalui siaran radio diselipkan pesan-pesan pendek dan singkat kepada masyarakat pendengarnya untuk tidak mencoba narkotika. Ini harus dilakukan karena kepedulian masyarakat terhadap pemberantasan peredaran narkotika wajib dilakukan," kata Fatkhur.

Ditemui langsung Errol Jonathans Direktur Utama Suara Surabaya (SS) Media, bersama Iman Dwi Hartanto Manajer Siaran Radio Suara Surabaya, Brigjen Pol Drs. Fatkhur Rahman, S.H., M.M., Kepala BNNP Jawa Timur hadir ke Suara Surabaya Media, Selasa (21/3/2017) bersama AKBP Suparti Kepala BNNK Surabaya.(tok/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.