KAMPOENG MEDIA

Kontribusi Suara Surabaya Menurut Biro Pers Istana Presiden

Laporan Muchlis Fadjarudin | Kamis, 24 Agustus 2017 | 17:16 WIB
Bey Triadi Machmudin Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden (dua dari kiri) saat menerima kunjungan perwakilan Suara Surabaya Media di Istana Negara, Kamis (24/8/2017). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Bey Triadi Machmudin, Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden mengatakan, Suara Surabaya Media sangat berkontribusi untuk Istana Kepresidenan.

Informasi-informasi yang disampaikan Suara Surabaya (SS), tidak hanya dari sisi Istana, dalam hal ini Joko Widodo Presiden, tetapi juga dari sisi masyarakat. Sehingga, kata Bey, Suara Surabaya tidak terkesan sebagai corong istana saja.

"Saya perhatikan betul pak Asmanu (Jose Asmanu) ini, mungkin pak Asmanu enggak merasa saya Perhatikan. Ketika Presiden sedang membagi-bagikan kaos atau apa ke masyarakat, reporter SS ini langsung bertanya ke masyarakat minta tanggapannya soal Presiden yang bagi-bagi kaos ke masyarakat," kata Bey saat menerima kunjungan dari Suara Surabaya Media di Istana Negara, Kamis (24/8/2017).

Berkunjung ke Istana Kepresidenan, perwakilan Suara Surabaya Media antara lain Errol Jonathans Direktur Utama Suara Surabaya Media, Maheksa Akni Komisaris, Eddy Prastyo Manajer New Media, Jose Asmanu, Farid Kusuma, dan Faiz Fadjarudin yang ketiganya merupakan reporter Suara Surabaya.

Pada kesempatan itu, Bey juga menyampaikan kalau informasi dari Istana memang sangat hati-hati ketika harus sampai ke masyarakat. Dia mengatakan, penyampaian lewat pesan elektronik maupun grup WA wartawan Istana kadang ada yang menyalahgunakan sehingga sekarang harus ketat. Informasi atau foto dari biro pers pun tidak boleh diterima bukan dari wartawan istana.

"Dulu pernah ada media yang memakai embel-embel nama "istana". Akhirnya disalahgunakan untuk minta iklan di BUMN-BUMN. Dikiranya itu media dari Istana karena dapat foto-foto juga dari Istana. Kita dari biro Pers yang akhirnya repot juga karena masalah ini," kata Bey.

Bey kemudian mengaku dihubungi Radio Suara Surabaya untuk on air (mengudara) menyampaikan permasalahan itu, bahwa media yang menggunakan nama Istana, bukan media Istana. Dari sinilah peran SS sangat membantu informasi dari Istana ke masyarakat.

Bey mengatakan, video yang dikeluarkan dari Istana, sekarang juga memakai tanda nama (water mark) agar tidak disalahgunakan atau diperjualbelikan. Selain itu, untuk foto juga harus memakai surat resmi kalau minta ke Istana.

Sementara Errol Jonathans menjelaskan, berita Istana memang penting, agar masyarakat dapat informasi yang akurat. Terutama berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat. SS kata Errol, juga tidak berpedoman "Bad News Is Good News". Artinya, "Good News Is Good News"

"SS selalu Good News Is Good News, kalau ada Bad News ya harus ada solusinya," ujar Errol kepada Bey Machmudin. Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan data base Citizen Journalism (Jurnalis Warga) yang tercatat aktif di Radio Suara Surabaya telah mencapai 1,1 juta jiwa.

Errol juga mengusulkan agar presiden dalam peringatan Sumpah Pemuda nanti berkenan memberikan pernyataan pendek yang bisa diputar di Radio Suara Surabaya dan radio anggota PRSSNI.

"Kami mengusulkan agar dalam peringatan Sumpah Pemuda nanti, bapak Jokowi bisa menyampaikan pernyataan pendek, direkam dan diudarakan. Ini sangat penting karena Presiden sedang menyuarakan soal Kebhinekaan dan Pancasila. Bahkan bisa juga bahasa, karena saat ini penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sudah mulai terkikis dan diintervensi bahasa asing," tegas Errol.

Bey pun menyambut baik usulan Suara Surabaya ini, dan akan menyampaikan usulan ini kepada Jokowi Presiden. "Ide yang bagus. Nanti Saya sampaikan langsung ke Presiden. Mohon nanti diingatkan kembali kalau sudah mendekati hari Sumpah Pemuda," kata Bey.(faz/den/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.