KAMPOENG MEDIA

Sharing Teknologi Pengaspalan Jalan Daur Ulang, PT Gaya Makmur Kunjungi SS

Laporan Dwi Yuli Handayani | Kamis, 28 September 2017 | 14:30 WIB
Saat berkunjung ke Suara Surabaya berfoto bersama crew SS Media. (kiri ke kanan: Agung Marketing SS, Roslee Rasjid, Eddy Prastyo Manager New Media, Julius Sikku dan Mr Peter Riddin. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - PT Gaya Makmur Surabaya perusahaan teknologi road recycling (pengaspalan daur ulang) melakukan kunjungan ke Suara Surabaya Media, Kamis (28/9/2017).

Kunjungan ini diwakili Julius Sikku Direktur PT Gaya Makmur Surabaya , Mr Roslee Rasjid Regional Marketing Manager Wirtgen Singapore dan Mr Peter Riddin from Loudn International-Road Engineer (South Africa).

Julius Sikku Direktur PT Gaya Makmur Surabaya mengatakan, kunjungan ini dalam rangka placement media campaign di SS Media.

"Selain itu kami juga ingin sharing pengetahuan tentang teknologi pengaspalan dan masalah-masalah pengaspalan di jalan-jalan Indonesia dari proyek-proyek yang kami kerjakan," kata Julius saat berbincang dengan suarasurabaya.net.

Kata Julius, teknologi road recycling ini sangat tepat guna karena dengan pengaspalan ini jalan tidak akan bertambah tinggi, go green karena tidak menggunakan material baru dan penambalan jalan berdasarkan lab test.

"Kita lakukan sosialisasi di SS, karena SS ini dijadikan guidance masyarakat Jawa Timur khususnya Surabaya. Kami pikir melalui SS bisa memberikan informasi seluas-luasnya pada masyarakat," ujar dia.

Dengan sharing ini, nantinya diharapkan dapat memberikan informasi mengenai teknologi pemeliharaan jalan. "Nanti ketika ada laporan jalan rusak dan dilakukan penanganan, kami berharap SS bisa membagikan informasi kalau ada teknologi daur ulang jalan," katanya.

Di Jawa Timur sendiri, kata dia, teknologi pengaspalan daur ulang sudah sudah dilakukan di jalan Bangil-Pasuruan. (dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.