KAMPOENG MEDIA

Sharing Terkait Disruption pada Masyarakat Jatim, Bank Jatim Silaturahmi ke SS

Laporan Dwi Yuli Handayani | Rabu, 10 Januari 2018 | 19:59 WIB
Jajaran Bank Jatim saat mengunjungi Radio Suara Surabaya. Foto: Dwi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Bank Jatim ingin sharing terkait disruption yang saat ini marak pada masyarakat di Jawa Timur melalui Suara Surabaya.

"Kami ke SS untuk silaturahmi. Kita dengan SS layaknya kawan, bagaimanapun Bank Jatim ini merasa bahwa SS ini media yangsense of billing pada daerah tinggi. Apalagi sekarang lagi muncul bahasa disruption. Orang lagi bingung bikin serba vintage, di sini kami pengen sharing kalau Bank Jatim juga terlibat di dalamnya (disruption,red," kata Dedi Adiwijaya Pemimpin Sub Divisi Marketing saat berkunjung ke Radio Suara Surabaya.

Memasuki 2018 ini, kata Dedi, Bank Jatim ingin memantapkan bank pembangunan daerah. "Kita sudah melakukan perubahan, reformasi bentuk yang awalnya ketika orang Jatim sudah keluar Jatim masih ingat dan pakai produknya bank Jatim. Kita tetap bahwasannya, bank Jatim punya misi dalam proses pembangunan regional atau development regional bank. Kami berupaya untuk hadir dimanapun Bank Jatim ada, di Batam kami ada, di Jakarta kami ada, di pelosok kecamatan Jatim kami ada akses bank Jatim," kata dia.

Kata Dedy, Bank Jatim memiliki kekhasan dan kearifan lokal yang dibawa dalam semua produknya. Jadi apa yang dilakukan ini bukan hanya semata-mata bisnis tapi tanggung jawab moral sebagai regional development bank. Karena ini amanah dari masyarakat Jawa Timur bahwasannya Bank Jatim harus hadir dimana masyarakat Jatim ada.

"Apapun yang mereka harapkan dan ekspektasi masyarakat Jatim, kami harus hadir dan bisa menjawab," ujarnya.

Dedy mencontohkan, akhir Januari 2018 e-parking di semua wilayah Surabaya akan menggunakan e-parking Bank Jatim.

"Jadi kita berusaha dengan stake holder, Pemkot Surabaya dan Bank Indonesia ingin mengedukasi bahwa proses vintage ini tidak menghambat tapi ini hanya proses perubahan budaya. Kalau ini tidak kita literasi ke masyarakat, masyarakat akan melihat ini sebagai paksaan bukan sebagai sebuah kebutuhan," katanya.

Dalam hal ini, tambah dia, Bank Jatim punya kepedulian dan tanggung jawab moral bersama-sama masyarakat Jatim dalam proses pembangunan daerah. "Kami hadir dan memberi kontribusi positif terhadap apa yang dilakukan dan apa yang sedang terjadi di Jatim," tambahnya. (dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.