KAMPOENG MEDIA

Workshop Suara Surabaya Muda, Seru dan Bermanfaat

Laporan Denza Perdana | Sabtu, 10 Februari 2018 | 21:02 WIB
24 Pelajar dari lima SMA/SMK di Surabaya yang mengikuti workshop Suara Surabaya Muda, di Kampoeng Media Suara Surabaya, Sabtu (10/2/2018). Mereka adalah Kawan Muda Suara Surabaya Angkatan Pertama. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Para pelajar dari lima SMA dan SMK di Surabaya tampak antusias mengikuti tiga sesi workshop Suara Surabaya Muda, yang digelar di Kampoeng Media Suara Surabaya Media, Jalan Wonokitri Besar 40 C, Surabaya, Sabtu (10/2/2018).

Elsa Berliana Oktaviani pelajar SMA Negeri 15 Surabaya mengatakan, kegiatan workshop SS Muda yang dia ikuti sangat inspiratif dan keren. Sebab menurutnya, pelajaran jurnalistik yang dia dapatkan di workshop tidak dia dapatkan di sekolah.

"Ini bermanfaat banget soal jurnalistik yang tidak didapat di sekolah, terus ada soal fotografi, juga ada soal menulis. Pelajaran-pelajaran seperti ini yang tidak didapat di sekolah mungkin nanti bisa diterapkan kalau memang mau bekerja di bidang jurnalistik," katanya kepada suarasurabaya.net.

Deni pelajar peserta SS Muda dari SMK Saint Luis mengaku sangat senang menjadi bagian dari workshop. Deni yang sangat berminat dengan bidang multimedia mengaku mendapatkan pelajaran yang bermanfaat dari sesi fotografi.

"Saya suka multimedia, saya suka mengedit foto dan video, juga musik. Nah dengan mengikuti workshop ini, saya mendapatkan pelajaran yang mungkin tidak saya dapatkan di luar sana. Karena masih banyak yang belum tahu bagaimana cara menggunakan multimedia, seperti kamera, dengan tepat dan mendapatkan hasil yang maksimal," katanya.

Ada sebanyak 24 pelajar dari lima sekolah di Angkatan Pertama Suara Surabaya Media. SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, SMAN 15 Surabaya, SMA Khadijah Surabaya, SMAN 2 Surabaya, dan SMK St. Lous Surabaya yang kini telah menjadi Kawan Muda Suara Surabaya, sebutan untuk peserta program Suara Surabaya Muda.

Mereka telah mengikuti tiga sesi workshop dari Jurnalistik Dasar, Announcing (penyiaran), serta fotografi yang menjadi bagian dari program Suara Surabaya Media untuk memberdayakan para pelajar SMA/SMK di Surabaya.

"Dengan adanya Suara Surabaya Muda ini, secara tidak langsung SS (Suara Surabaya) mewadahi kreativitas anak, kemampuan anak, yang selama ini hanya tampil di lingkungan sekolah menjadi lebih luas," kata Masitha Nur Ayu Tri Gemilang, Guru Bahasa Indonesia SMU Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Surabaya.

Pelajar di SMAMDA peserta workshop SS Muda, kata Masitha, memang sudah banyak melakukan kegiatan berkaitan jurnalistik di sekolah. Mereka, terutama yang mengikuti ekstra kulikuler (ekskul) jurnalistik aktif melakukan peliputan kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah. Tidak hanya itu, beberapa peserta dari SMAMDA sebagian juga memiliki minat di bidang sinematografi.

Masitha, secara keseluruhan berharap, anak-anak SMAMDA meski sudah tergabung dalam ekskul jurnalistik akan terpacu untuk terus menulis setelah mendapatkan materi dari workshop Suara Surabaya Muda.

Dia juga berharap, setelah Angkatan Pertama Suara Surabaya Muda ini, masih ada Angkatan Kedua, Ketiga dan seterusnya. "Dan kuotanya ditambah lagi," ujarnya.

Sementara itu Suyoto, salah seorang orang tua wali murid peserta workshop SS Muda berpendapat, workshop Suara Surabaya Muda sangat positif. Dia berharap lebih banyak ide, lebih banyak tema, dan lebih bayak siswa yang bisa terlibat dalam kegiatan yang digelar oleh Suara Surabaya Media.

"Kegiatan seperti ini sangat positif, sangat baik untuk anak muda, terutama usia SMA, yang memang saat ini mudah terpengaruh. Dengan mengikuti acara seperti ini, mereka akan terpengaruh ke hal-hal yang positif. Semakin sering acara seperti ini digelar, anak-anak muda kita akan semakin maju," katanya.

SS Muda, kata Suyoto, bisa dikatakan sebagai triger atau pemicu penyebaran hasil positif dari kegiatan itu ke lingkungannya. Dia berharap, para pelajar yang sudah mengikuti SS Muda akan menyebarkan hal-hal baik dan positif ke sekolahnya, dan begitu pulang mereka akan menyebarkan hal-hal positif ke kampungnya.

"Walaupun yang dididik cuma 24 orang, tapi kan bisa efek domino ke sana," katanya.(den)


Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA