KAMPOENG MEDIA

Suara Surabaya dan Universitas Ciputra Jalin Kerjasama di Bidang Industri Media

Laporan Agustina Suminar | Kamis, 12 April 2018 | 19:40 WIB
Menyambut berdirinya fakultas ilmu komunikasi agustus mendatang, Universitas Ciputra dan Radio Suara Surabaya menjalin kerjasama dengan menandatangani MoU di bidang industri media, di Kantor Radio Suara Surabaya, Kamis (12/4/2018). Foto: Dwi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Menyambut berdirinya fakultas baru, yakni Fakultas Ilmu Komunikasi di Universitas Ciputra pada Agustus 2018 mendatang, Universitas Ciputra dan Radio Suara Surabaya menjalin kerjasama di bidang industri media. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama MoU di Kantor Radio Suara Surabaya di Jalan Wonokitri Besar No.40C, Pakis, Sawahan, Surabaya, Kamis (12/4/2018).

Diharapkan, kerjasama ini bisa menjalin sinergitas antara industri media dengan dunia akademik. Seperti yang disampaikan oleh Errol Jonathan, Direktur Operasional Radio Suara Surabaya, bahwa Suara Surabaya ingin membangun link and match dengan perguruan tinggi.

Menurut Errol, alasannya karena Suara Surabaya membutuhkan konsep-konsep dasar tentang media dari dunia akademik, mengingat Suara Surabaya lebih banyak bergerak di bidang implementasi. Namun disisi lain, Suara Surabaya juga menginginkan adanya sinergitas yang konkret dari kedua belah pihak untuk melakukan perubahan-perubahan baru di bidang media.

"Yang saya lebih inginkan itu adanya sinergi konkret, jadi bukan hanya saling dukung, tapi ada sinergi yang bisa dikerjakan sama-sama. Misalnya nanti Universitas Ciputra sharing dari aspek akademik mereka, lalu Suara Surabaya melayani dengan kompetensi insdustri kita, lalu kita mau buat apa nih. Sehingga saya berharap ada terobosan-terobosan baru," kata Errol saat ditemui di Kantor Radio Suara Surabaya.

Ia menambahkan, bahwa kontrubusi Suara Surabaya terhadap bidang akademik kampus tidak hanya dengan UC, sebutan akrab dari Universitas Ciputra, tetapi juga kampus-kampus lain diluar Surabaya.

Bahkan menurutnya, keterlibatan SS, sebutan untuk Radio Suara Surabaya, saat ini sudah sampai pada tataran mengkritisi dan mengevaluasi kurikulum yang diterapkan. Ini dikarenakan masih banyak kurikulum khususnya ilmu komunikasi, belum sinergi dengan kondisi media saat ini.

"Banyak kurikulum-kurikulum di kampus itu, bahkan dari jurusan komunikasi,sudah nggak nyambung dengan realitas industri. Mereka masih ngomongin apa kita sudah ngomongin apa. Makanya SS punya inisiatif untuk membangun komunikasi ini, salah satu implementasinya ini (kerjasama MoU, red)," tambah Errol.


Penandatanganan kerjasama MoU antara Errol Jonathan (kiri) Direktur Operasional Radio Suara Surabaya dengan Yohannes Somawihardja, Rektor Univeritas Ciputra Surabaya di Kantor Radio Suara Surabaya, Kamis (12/4/2018)

Direktur Radio Suara Surabaya itu juga menjelaskan, bahwa alasan memilih Universitas Ciputra sebagai partner karena UC memiliki jurusan Komunikasi dan Bisnis, yang itu masih belum banyak terdapat di kampus lain. Selain itu, UC dipandang sebagai kampus yang futuristik dalam melihat fenomena digital kedepan, dan Suara Surabaya membutuhkan itu untuk memunculkan perubahan-perubaan bidang industri radio.

Di saat yang bersamaan, Yohannes Somawihardja, Rektor Univeritas Ciputra Surabaya juga menyambut baik adanya kerjasama ini. Menurutnya, untuk membekali berdirinya fakultas ilmu komunikasi empat bulan mendatang, Universitas Ciputra memerlukan sinergitas dengan industri media.

"Kami dari Universitas Ciputra sangat gembira tentunya, karena Suara Surabaya merupakan nama besar di dunia media. Fokus kita adalah berkomunikasi dengan para milenial dan teknologi apa yang dipakai. Saya dengar SS juga akan bergerak kesana. Saya sangat berharap kedepannya kita bisa melakukan hal yang real," ungkap rektor yang baru menjabat awal tahun lalu ini.

Menurutnya, kampus hanya menyediakan ilmu secara konsep. Namun saat para mahasiswa terjun ke dunia industri, mereka akan banyak mendapatkan permasalahan yang multidipliner. Sehingga penting bagi mahasiswa untuk membekali diri tidak hanya bersadar teori, tetapi juga bergerak di wilayah penerapan industri media.

"Saya berharap nanti dengan Suara Surabaya bisa membuat sesuatu yang sangat berbeda dengan sekarang. Saya perhatikan SS sudah dapat melibatkan banyak sekali gambar, saya berharap bisa berproduksi dan SS bisa memberikan feedback," tutup Yohannes. (tna/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.