KAMPOENG MEDIA

Tujuh Dosen Presentasi Hasil Penelitian tentang Suara Surabaya

Laporan Iping Supingah | Kamis, 03 Mei 2018 | 17:23 WIB
Tujuh Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, usai presentasi berfoto bersama Errol Jonathans CEO SS Media, Kamis (3/5/2018). Foto: Iping suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sebanyak 7 dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah mempresentasikan diseminasi hasil penelitian tentang Suara Surabaya, Kamis (3/5/2018). Penelitian itu diantaranya tentang "Identifikasi Target Khalayak Radio Suara Surabaya di Media Sosial".

Tujuh dosen Ilmu Komunikasi UKSW Salatiga itu antara lain:
1. Sampoerno, S.Pd. M. I. Kom
2. Budhi Widi Astuti, S.I. Kom, M.A
3. Seto Herwandito, S.Pd, M.I.Kom
4. Bonardo Marulitua A., S.Sos., M.I.Kom
5. Pratiwi Cristin Harnita, S.Sos, M.I.Kom
6. Ester Krisnawati, S.Sos., M.I.Kom
7. Dewi Kartika Sari, S.Sos., M.I.Kom

Hasil penelitian dipresentasikan di hadapan pimpinan Suara Surabaya (SS) Media, diantaranya Errol Jonathans Direktur Utama/CEO SS Media, juga para manager, supervisor dan perwakilan karyawan.


Hasil penelitian Dosen Ilmu Komunikasi UKSW Salatiga tentang Suara Surabaya saat dipresentasikan di Kantor Suara Surabaya Media. Foto: Iping suarasurabaya.net

Sampoerno perwakilan Dosen Ilmu Komunikasi UKSW Salatiga mengatakan,
penelitian ini hanya sebagai awal saja. Pihaknya lebih menggugah kaum akademisi untuk meneliti SS, karena menurut mereka SS itu termasuk misteri.

"Banyak anomali di Suara Surabaya ini. Bukan radio biasa. Salah satunya yang membuat kami heran, kenopo ra onok lagune do gelem ngrungokke SS (Kenapa tidak ada lagunya pada mau mendengarkan SS--Red)? Karena selama ini radio identik dengan lagu-lagu," ujarnya.

Sempat ada kekhawatiran, radio itu bagaimana nasibnya kalo muncul online atau multimedia? Apakah mati? Ternyata tidak. "Orang tetap percaya pada radio. Karena kecenderungan online banyak hoaks. Televisi banyak kepentingan politis. Di Australia dan Swedia bahkan 82% orang lebih percaya pada radio ketimbang media lainnya," imbuh Bonardo Marulitua.


Para dosen UKSW juga ada yang mempresentasikan hasil penelitian tentang e100 media sosial yang dikelola SS. Foto: suarasurabaya.net

Dari hasil penelitian itu merujuk apa selanjutnya yang bisa dilakukan dan yang terjadi pada SS?
- Long live radio: masyarakat akan mencari platform media yang terpercaya.
- Kepercayaan masyarakat terhadap Radio SS sangat tinggi. (Tinggal bagaimana bisa menghadapi tantangan dan ancaman).
- SS sudah di jalur yang benar, menyampaikan apa yang dikeluhkan masyarakat kepada pemerintah (ibarat sebagai wakil rakyat).
- Fungsi baru (pengaduan) ini bisa dikembangkan menjadi pendidik, pengkritisi, investigator (kebijakan, masyarakat), sahabat (sahabat dan pemerintah)-- netral.
- Tantangan-- regenerasi SDM juga harus diperhatikan, kekinian.
- Bersama-sama dengan masyarakat dan pemerintah membangun Surabaya menjadi lebih baik.

Setelah sesi presentasi dari Dosen Ilmu Komunikasi UKSW Salatiga, kemudian dilanjutkan diskusi. Hampir setengah jam diskusi bareng ini berlangsung gayeng.

Errol Jonathans Direktur Utama Suara Surabaya Media mengatakan, banyak hal baru terutama konsep dari hasil penelitian tersebut. Rumusan-rumusan juga sangat bermanfaat untuk pengembangan SS.


Errol Jonathans Direktur Utama Suara Surabaya Media menerima jurnal penelitian yang sudah dipublikasikan secara nasional. Foto: Iping suarasurabaya.net

"Titik tolak dari penemuan-penemuan konsep ini bisa untuk pengembangan SS ke depan," ujar Errol.

Menurut Errol, radio bisa fungsional, kalau misteri-misteri itu terungkap. "Kalau kita melakukan inovasi kembalikan media itu ke karakternya," ujarnya.(ipg/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA