KAMPOENG MEDIA

35 Tahun Suara Surabaya: Kekerabatan Sosial untuk Peradaban

Laporan Errol Jonathans | Senin, 11 Juni 2018 | 03:30 WIB
Errol Jonatans Direktur Utama Suara Surabaya Media. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Tua itu realita, tetapi menua perkara pilihan. Siapapun tidak mampu menghalangi proses menjadi tua. Begitu pula Radio Suara Surabaya yang menapaki tahun ke-35 pada 2018 ini.

Bagi kami, 'tua' berbeda dengan 'menua'. Bertambah tua adalah keniscayaan, sementara menua merupakan dampak gagap mengaktualkan visi-misi yang adaptif dari zaman ke zaman.

Seperti kata Jonathan Swift, seniman Irlandia (1667-1745): "Every man desires to live long, but no man would be old". Semua orang ingin berumur panjang, tetapi tidak seorangpun mau menjadi tua.

Untuk itu, Suara Surabaya memilih gagasan Alexander A. Bogomoletz (1881-1946) ilmuwan Ukraina. "Ajaran utama untuk mencapai usia lanjut ialah menghindari kejemuan. Orang tidak boleh kehilangan keinginan. Keinginan merangsang kreativitas, cinta dan umur panjang," katanya.

Agar tidak kehilangan 'keinginan', Suara Surabaya bertekad membalik pemikiran Decimus Iunis Juvenalis (60-140 M) penyair liris Roma yang mengaku lebih takut pada usia lanjut daripada kematian. Suara Surabaya justru lebih khawatir mati ketimbang berusia lanjut.

Pikiran kami, bila Suara Surabaya sanggup langgeng, sehat dan produktif di umur tua, mengapa tidak? Ketika Suara Surabaya makin subur dan menabur lebih banyak kebaikan di umur tuanya, bukankah itu kebajikan yang ditugaskan visi dan misi Suara Surabaya.

Kepada kumpulan profesional yang menjalankan Suara Surabaya, Soetojo Soekomihardjo, almarhum sang pendiri SS, kerap berujar, "Suara Surabaya adalah manfaat untuk kehidupan khalayak. Kalau Suara Surabaya gagal menjadi sumber kehidupan yang lebih baik dan bermartabat, kita tidak pantas lagi mengelola frekuensi FM 100 sebagai ranah publik."

Bicara manfaat, saya teringat "7 nilai sikap" yang memampukan Suara Surabaya menjadi media tempat khalayak bergantung. Ketujuh nilai ini merupakan roh kinerja para profesional Suara Surabaya yang wajib terinternalisasi dan konsisten dilaksanakan.

Berkat kriteria 7 nilai inilah Suara Surabaya--sebagai perusahaan media--diganjar oleh Business Initiative Direction penghargaan BID Gold Award di New York pada 2005 silam.

Ketujuh nilai tersebut, pertama, Suara Surabaya adalah organisasi yang berbasis pada kualitas. Kedua, mengutamakan pendekatan customers minded. Ketiga, senantiasa membaharui teknologi. Keempat, menerapkan efisiensi kerja melalui sistem. Kelima, kepemimpinannya di masyarakat terakui. Keenam, berkonsentrasi pada wilayah keuntungan bisnis. Ketujuh, mengupayakan kepuasan kerja bagi seluruh pekerjanya.

Itulah 7 amunisi yang memampukan Suara Surabaya menjalankan fungsi dan perannya secara seimbang, baik internal maupun eksternal.

Semangat 7 nilai tersebut bila dikaji lebih dalam, muaranya merujuk ke teori Marshall Mc Luhan, bahwa "Media is the message". Maka, Suara Surabaya tidak lagi sekadar perwujudan fisik media. Suara Surabaya telah terasa sebagai spirit yang menggetarkan pesan-pesan solidaritas, kebaikan, kemanfaatan dan terutama pesan-pesan sebagai sumber solusi.

Meski tidak pernah dirumuskan secara tekstual, semangat ini sesungguhnya sudah ditanam sejak 35 tahun lalu. Tepatnya saat Suara Surabaya lahir dalam aura gerhana matahari total, 11 Juni 1983 silam.

Saat merenungi dinamika jatuh bangun perjuangan, kami bersyukur kepada Tuhan yang telah menganugerahkan Suara Surabaya kehidupan hingga lustrum ketujuh.

Tabu terbesar kami, Suara Surabaya pantang terinjeksi paradigma menua. Agar usianya makin panjang, maka kekerabatan sosial yang telah digerakkan Suara Surabaya pantas menuntut peran Suara Surabaya lebih besar lagi. Yaitu hadir sebagai motivator peradaban manusia Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika.(*)




Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA