KAMPOENG MEDIA

Mengenal Command Center Surabaya dari Dekat

Laporan Ika Suryani Syarief | Sabtu, 27 Oktober 2018 | 19:24 WIB
Tri Wahyunungsih, petugas Command Center dari Linmas Kota Surabaya saat menjawab pertanyaan dari Tim Suara Surabaya Media dan Suara Surabaya Muda. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Puluhan layar kaca menampilkan kondisi terkini di seluruh penjuru Kota Surabaya. Di depannya, meliuk sebuah meja panjang dan berjajar 19 kursi yang diduduki petugas dari 9 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Masing-masing petugas, selalu siaga mengamati layar komputer dan layar CCTV di depannya. Setiap saat masyarakat bisa menelepon 112 untuk meminta bantuan atau hanya sekadar memberi informasi suatu kejadian.

Setidaknya, itulah gambaran awal yang teramati oleh 18 orang dari Tim Suara Surabaya Media dan Suara Surabaya Muda saat melakukan kunjungan profesional ke Command Center Surabaya di Gedung Siola lantai 2, Sabtu (27/10/2018).

Yusuf Masruh Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat Kota Surabaya yang juga menjadi Koordinator Command Center Surabaya menerima rombongan SS di ruangan koordinasi yang biasanya digunakan Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya.


Yusuf Masruh Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat Kota Surabaya (berdiri, batik hijau). Foto: Totok suarasurabaya.net

Saat menjelaskan tentang peran Command Center, Yusuf mengibaratkan Command Center sebagai mata dan telinga Pemerintah Kota Surabaya. Sedangkan, tangan dan kakinya ada di 6 posko sigap bencana yang tersebar di beberapa lokasi di Surabaya.

"Semua laporan warga harus kami tindaklanjuti. Kalau Ayu Ting-Ting atau alamat palsu, ya tidak apa-apa. Wong tugas kita memang siaga," katanya.

Tugas Command Center, kata Yusuf, adalah menangani semua keluhan masyarakat di Kota Surabaya. Baik tentang manusia, hewan, sampai tumbuhan. "Mulai dari orang sakit yang tidak bisa ke rumah sakit, hewan liar yang masuk ke rumah, sampai pohon yang hampir roboh," ujarnya.

Di sela-sela penjelasannya, Yusuf berulang kali menyebut bahwa dia menjadikan Suara Surabaya sebagai salah satu pembakar semangat bagi timnya di Command Center.

"Kita yang memantau jalanan lewat CCTV, tapi Suara Surabaya duluan yang menyiarkan kemacetan. Seharusnya kita yang tahu lebih dulu ha ha ha.... Memang butuh jiwa sosial dan kepedulian yang tinggi untuk melayani masyarakat. Dalam situasi apapun, cara Suara Surabaya merespon dan menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetap enak," ujarnya.

Setelah sesi pengenalan awal, Yusuf mempersilakan Tim Suara Surabaya Media dan Suara Surabaya Muda untuk melihat dan mencari tahu sistem kerja para petugas Command Center Surabaya secara langsung.

Rahma petugas Command Center dari Dinas Perhubungan Kota Surabaya yang berbincang dengan suarasurabayanet menceritakan, ada sejumlah tantangan yang harus dia hadapi saat melayani keluhan warga. "Tugas kita di dunia sosial sangat variatif. Saya harus bisa mengontrol emosi agar tetap tenang saat situasi genting," kata dia.

Sementara, Tri Wahyunungsih, petugas Command Center dari Linmas Kota Surabaya mengaku, selama ini Command Center tidak pernah mengalami kendala saat bersinergi dengan Suara Surabaya. Khususnya dalam hal menerima dan mengolah laporan masyarakat.(iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA