KAMPOENG MEDIA

Ngobrol dan Saling Curhat Pemkot Surabaya-SS

Laporan Denza Perdana | Rabu, 16 Januari 2019 | 16:58 WIB
Diskusi gayeng antara Pejabat Pemkot Surabaya dengan Kru Suara Surabaya Media di Kampoeng Media Suara Surabaya, Puncak Bukit Wonokitri, Rabu (16/1/2019). Foto: Dwi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya berkunjung ke Kampoeng Media Suara Surabaya (SS Media) di Puncak Bukit Wonokitri, Rabu (16/1/2019). Mereka berkunjung dalam rangka silaturahmi sembari memaparkan beberapa program dan rencana Pemkot Surabaya pada 2019.

Para pejabat OPD yang berkunjung ke Kantor SS Media antara lain Eri Cahyadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Ikhsan Kepala Dinas Pendidikan, Febria Rachmanita Kepala Dinas Kesehatan, Antiek Sugiharti Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, serta sejumlah staf dari OPD masing-masing.

Para pejabat Pemkot Surabaya ini disambut hangat oleh Kru SS Media. Di antaranya Errol Jonathans Direktur Utama Suara Surabaya Media, Wahyu Widodo Direktur Bisnis Suara Surabaya Media, Meinara Iman Dwihartanto Manager On Air Radio Suara Surabaya, Agung Prabowo Manager Marketing Majalah Surabaya City Guide (SCG), Eddy Prastyo Manager New Media Suara Surabaya, serta sejumlah kru SS Media lainnya.

Diskusi berlangsung di ruang rapat Suara Surabaya. Obrolan gayeng kedua entitas ini membahas permasalahan yang terjadi di Kota Pahlawan dari sudut pandang masing-masing beserta solusinya. Selain itu, para pejabat Pemkot juga sempat memberikan gambaran perencanaan yang akan dilakukan, baik secara khusus oleh OPD yang mereka pimpin, maupun secara umum oleh Pemkot Surabaya.

Salah satu yang mengemuka, sebagaimana disampaikan Ikhsan Kepala Dispendik Surabaya, yakni tentang upaya Pemkot Surabaya dalam program kerja sama dengan sejumlah maskapai dalam memfasilitasi pendidikan dan pelatihan untuk anak-anak Surabaya dari keluarga tidak mampu. Dia mengatakan, sudah ada puluhan siswa yang mulai menjalani pendidikan dan siap bekerja di maskapai tertentu.

Di dunia pendidikan, pada 2019 ini, Pemkot Surabaya akan memberikan tambahan gaji untuk kurang lebih 6.000 guru di Surabaya dengan nominal anggaran sebesar kurang lebih Rp.81 miliar. Hal ini dibenarkan oleh Eri Cahyadi Kepala Bappeko Surabaya.

Sementara di bidang pariwisata, Antiek Sugiharti mengatakan, integrasi kawasan pariwisata baik di Kawasan Kenjeran dan Kota Lama di Surabaya Utara sedang menjadi fokus Pemkot Surabaya. Selain itu, Dinas Pariwisata juga sedang menyiapkan rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya yang dijadwalkan maju dari tahun-tahun sebelumnya.

"Acara seperti Festival Rujak Uleg, Surabaya Cross Culture, juga kegiatan-kegiatan lain yang menjadi rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya untuk tahun ini akan dimajukan. Ini menjadi salah satu fokus kami di bidang pariwisata," katanya kepada suarasurabaya.net.

Febria Rachmanita Kadinkes Surabaya, pada diskusi bersama Kru Radio Suara Surabaya sempat memaparkan progress pelaksanaan e-Health di Surabaya serta rencana pengembangan pelayanan dunia kesehatan di Surabaya.

Suara Surabaya Media, sebagai media publik mempertegas keterlibatannya dalam mendorong kemajuan Kota Surabaya. Salah satunya, dengan mendorong keterbukaan informasi bagi publik sebagai bagian dari solusi atas derasnya informasi bersentimen negatif maupun hoaks.

Errol Jonathans menegaskan, hoaks menjadi perhatian serius Radio Suara Surabaya. Belakangan ini, sejumlah berita hoaks yang muncul di media sosial atau di pesan internet WhatsApp menjadi topik yang dibahas secara on-air yang diverifikasi ke sumber-sumber kredibel.

Dia berharap, Pemkot Surabaya menjadi bagian dari upaya melawan hoaks yang sedang dilakukan oleh Suara Surabaya Media dengan menjalankan keterbukaan informasi, sehingga publik di Surabaya mendapatkan hak atas informasi yang faktual, akurat, dan jernih.(den/edy)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA