suarasurabaya.net

Milenials Wajib Kenali Start Up, Karena Start Up adalah Masa Depan
Laporan J. Totok Sumarno | Selasa, 23 April 2019 | 14:32 WIB

Cangkrukan Sedulur Startup Jawa Timur 2019 menghadirkan Emil Dardak Estianto Wakil Gubernur Jawa Timur. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net| Start up adalah bagian dari aktivitas masyarakat di masa depan, dengan berbagai produk atau layanannya yang akan mewarnai setiap sendi kehidupan manusia. Dan anak muda atau para milenials wajib mengenali start up.

"Milenials harus mengenali start up. Bila perlu ikut membangun. Karena start up adalah masa depan dengan berbagai produk serta layanan yang dihasilkan. Masyarakat akan memanfaatkan itu. Itu penting dipahami sejak mereka dibangku sekolah. Karena start up adalah masa depan yang tidak mungkin dihindari," terang Emil Dardak.

Lebih lanjut Emil Dardak mennambahkan bahwa dari berbagai kajian praktis dan ilmiah mengungkap fakta; seberapa pun smart dan canggihnya teknologi digital yang diadopsi dan ditawarkan sebagai produk atau layanan startup, yang tidka kalah penting adalah modal sosial. Dukungan modal sosial yang luas dan berkualitas sangat dibutuhkan untuk menciptakan kekuatan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.

"Tentang modal sosial, dengan memilih berjejaring secara fisik sangatlah penting bagi pengelola atau pelaku start up. Modal sosial semacam ini belum tergantikan oleh sistem digital yang terkini sekali pun. Memperluas jejaring, berarti memperbesar peluang untuk berinovasi sesuai dengan kebutuhan pasar," lanjut Emil Dardak.

Namun demikian, Emil tetap menegaskan bahwa generasi muda termasuk para mahasiswa di era milenial ini harus memahami bagaimana start up bergerak, bekerja dan dikelola dengan sebaik-baiknya agar mampu berbicara di kancah global.

"Pada masyarakat global nanti generasi muda atau para milenials ini akan bermuara, dna memahami start up sebagai bagian dari masyarakat global itu sebuah keharusan," pungkas Emil Dardak.

Dihadapan sejumlah komunitas start up, bekerjasama dengan Lagaligo Indonesia, group pengiat bisnis teknologi Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS), berkolaborasi dengan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, IDSF (Indonesia Startup Founders) khususnya chapter Surabaya, Google Development Group (GDG Surabaya) dan sekitar 26 startup dan komunitas startup di Jawa Timur, Emil Dardak menjadi pembicara Cangkrukan Seduluran Startup (CSS) Jawa Timur 2019, Selasa (23/4/2019).

Perbincangan tentang Smart City disampaikan Fachrul Kurniawan dari UIN Maulana Malik Ibrahim, dilanjutkan Ryo Naldho yang membahas Appcelerator Program Director Aplikanusa Lintasarta dan I Komang W. Karang GM Telkom-Witel Surabaya Selatan.(tok/rst)
top