suarasurabaya.net

Unusa Lantik Kader Gertak Kita, Upaya Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak
Laporan J. Totok Sumarno | Kamis, 23 Mei 2019 | 19:51 WIB

Seremonial pembentukan kader Gertak Kita di Puskesmas Jambangan bersama Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Foto: istimewa
suarasurabaya.net| Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), bentuk beberapa kader untuk mengawal kesehatan Ibu dan anak melalui Gerakan Serentak Kesehatan Ibu dan Balita (Gertak Kita), Kamis (23/5/2019).

Gerakan ini bertujuan akhir untuk meminimalisir angka kematian ibu dan balita. Kegiatan yang diberi nama Gertak Kita ini telah membentuk kader-kader guna menyukseskan program ini.

Para kader merupakan warga kelurahan Kebonsari Kecamatan Jambangan Kota Surabaya.

Yanis Kartini, M.Kes., Dekan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Unusa, mengatakan, Gertak Kita tersebut sekaligus mengimplementasikan program Pemerintah, tentang Indonesia sehat melalui keluarga.

"Jadi dengan adanya Gertak Kita ini, Gerakan Serentak Kesehatan Ibu dan Balita ini, diharapkan Indonesia jadi sehat, melalui ibu, melalui anak," terang Yanis Kartini, saat pelantikan kader Gertak Kita di Kelurahan Kebonsari Kecamatan Jambangan, Surabaya, Kamis (23/5/2019).

Yanis menambahkan bahwa angka kematian ibu juga masih tinggi. Jadi melalui kesehatan reproduksi ibu diharapkan nanti, dapat mengurangi angka kesakitan, maupun angka kematian bagi ibu.

Sementara itu, disampaikan dr. Reyner Kepala Puskesmas Kebonsari, Surabaya bahwa kerjasama dengan Unusa ini bukan yang pertama, sudah sering Unusa berkolaborasi dengan menempatkan mahasiswanya membantu Puskesmas.

"Programnya banyak sekali, seperti keperawatan, kebidanan, itu magangnya juga di Puskesmas kami," ujar dr Reyner.

Ditambahkan Heri Sumargo Lurah Kebonsari, yang mengapresiasi program Gertak Kita yang digagas oleh Unusa tersebut, serta melibatkan masyarakat yang peduli dengan kesehatan, melalui Laskar Gertak.

"Terkait dengan program Unusa ini saya berharap tidak berhenti sampai disini, nanti ada berkesinambungan jadi ada pembinaan," pungkas Heri Sumargo.(tok/rst)
top