suarasurabaya.net

Polisi dan Ormas Datangi Posko PRD di Surabaya
Laporan Anggi Widya Permani | Senin, 22 Juli 2019 | 21:52 WIB

Pihak Partai Rakyat Demokratik (PRD) terlihat mencopoti beberapa bendera dan banner yang terpasang di poskonya di Jalan Bratang Gede VI E, Surabaya, Senin (22/7/2019) malam. Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Sejumlah personel kepolisian mendatangi posko Partai Rakyat Demokratik (PRD) di Jalan Bratang Gede VI E, Surabaya, Senin (22/7/2019) malam. Sontak kedatangan polisi ini menarik perhatian warga di sekitarnya yang langsung mengerumuni Posko PRD.

AKBP Asmoro Kasat Intel Polrestabes Surabaya mengatakan, kedatangan pihak kepolisian ini untuk mengantisipasi terjadinya situasi yang tidak kondusif. Sebab, ada ormas yang resistensi terhadap keberadaan Partai Rakyat Demokratik (PRD).

"Jadi kedatangan kami ini untuk mengantisipasi terjadinya situasi yang tidak kondusif. Karena adanya ormas yang resistensi terhadap PRD. Kami sudah menemui mereka, untuk pulang ke rumah masing-masing. Tidak usah ada kegiatan apa-apa," kata Asmoro melalui sambungan telepon.


Polisi mendatangi posko Partai Rakyat Demokratik (PRD) di Jalan Bratang Gede VI E, Surabaya, Senin (22/7/2019) malam. Foto: Anggi suarasurabaya.net

Sebelumnya, Komite Pimpinan Kota Partai Rakyat Demokratik Surabaya (KPK PRD) berencana akan menggelar acara peringatan HUT Partai Rakyat Demokratik ke 23, di Jalan Gubernur Suryo. Namun acara tersebut dibatalkan.

Menanggapi hal itu, Asmoro mengatakan bahwa acara tersebut tidak memiliki izin. Dia menegaskan bahwa, semua kegiatan yang tidak sesuai dengan ketentuan diimbau untuk membubarkan diri atau polisi yang akan membubarkan.

Dari pantauan suarasurabaya.net di lokasi, sejumlah organisasi masyarakat juga mendatangi Posko PRD. Seperti Front Pembela Islam (FPI), Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI), dan Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad).


Ormas membakar bendera Partai Rakyat Demokratik (PRD) di Jalan Bratang Gede VI E, Surabaya, Senin (22/7/2019) malam. Foto: Anggi suarasurabaya.net

Melihat itu, pihak PRD terlihat mencopoti beberapa bendera dan banner yang terpasang di poskonya. Acara perayaan HUT PRD yang sempat digelar di posko langsung dihentikan, dan mereka membubarkan diri. Mereka juga mematikan lampu dan menutup pagar posko.

Pembakaran bendera PRD pun sempat terjadi. Para ormas yang datang mengambil satu bendera milik PRD dan membakarnya di tengah kerumunan warga. Hal itu disaksikan warga setempat, yang saat itu memang banyak mengerumuni sekitaran posko.

Agus Fachruddin Wali Laskar FPI Surabaya menilai acara PRD adalah ilegal dan melanggar konstitusional. Menurutnya, izin keormasan PRD juga sudah dicabut pada tahun 1997. Selain itu, PRD juga dianggap masih membawa paham komunisme dalam ideologi organisasinya.

"Kita sudah tahu kan PRD itu afiliasinya ke mana?" kata dia.

Sementara itu, Samirin Ketua Komite Pimpinan Kota Partai Rakyat Demokratik Surabaya (KPK PRD) mengaku lebih memilih mengalah. Pihaknya tidak ingin terjadi keributan di Surabaya dan memilih mundur.

"Sebenarnya kegiatan hari ini yang di rumah makan. Kita sudah memberitahukan ke pihak Polres itu hari Sabtu. Cuman gak ada jawaban dan baru sore itu yang punya tempat makan langsung memutuskan tidak boleh dipakai. Dengan alasan dari pihak kepolisian memang melarang. Takut ada penyerangan dari kelompok-kelompok ormas lain," kata Samirin.

"Makanya kita mengalah. Kita gak mau di Surabaya ada keributan dan kita mundur. Bahkan kita sampai di rumah kita pun, kita mundur. Bendera-bendera kita copot, kita mengalah biar tidak ada keributan di sini," tambahnya.

Terkait penilaian ormas bahwa PRD masih membawa paham komunisme dalam ideologi organisasinya, Samirin mengatakan itu tidak beralasan. Dia mengklaim, asas PRD adalah Pancasila.

"Sekarang kita sedang membumikan Pancasila harus menang di bumi Indonesia. Jadi, kalau kita dianggap komunis itu alasan yang tidak mendasar. Kita sangat Pancasila," kata dia. (ang/iss/ipg)

B E R I T A    T E R K A I T
  • Tak Kantongi Izin, Diskusi Publik HUT PRD di Surabaya Terancam Dibubarkan
  • top