RAMADHAN
Lihat Berita Tanggal:
  • Anies Baswedan (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan)


    Puasa adalah sebuah proses pendidikan yang menumbuhkan karakter mulia untuk meningkatkan derajat takwa.
  • Wira Lina (Ketua DPD Parfi Jawa Timur)


    Menahan diri dari godaan, baik dari luar maupun dari dalam diri sendiri saat berpuasa, akan menunjukkan siapa dan di mana posisi kita di hadapan Ar-Rahman.
  • AKBP Takdir Mattanete (Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya)


    Puasa mengajarkan kita untuk bersabar dalam segala hal. Dengan berpuasa menjadikan kita lebih peduli dengan orang-orang yang lebih kekurangan dari kita.
  • Asrorun Niam (Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia)


    Puasa bulan perlindungan anak, momentum meningkatkan ketahanan keluarga, dengan pranata sahur bersama keluarga. Sahur, waktu efektif untuk berkomunikasi.
  • Laode Muhammad Syarif (Komisioner KPK)


    Puasa Ramadhan adalah momentum pembelajaran untuk mengekang nafsu dan menyukuri nikmat yang telah dianugrahkan oleh Allah rabbil alamin pada saya.
  • Saifullah Yusuf (Wakil Gubernur Jawa Timur)


    Ibadah yang berdampak sosial seperti puasa, pahalanya jauh lebih besar ketimbang ibadah untuk diri sendiri seperti ibadah haji.
  • Fahri Hamzah (Wakil Ketua DPR RI)


    "....puasa adalah fasilitas universal bagi dunia yang terjebak dalam lumpur dunia yang fana...yang memberi kita jalan untuk kembali kepada fitri..."
  • Jimmly Ashidiqie (Ketua DKPP)


    Mari kita isi Ramadhan ini dengan kesungguhan usaha pembersihan diri agar kembali ke fitrah kita sebagai hamba Allah dan sekaligus khalifah Allah
  • Arief Budiman (Komisioner KPU)


    Alhamdulillah PUASA mampu menjadikan kita lebih banyak bersyukur, bersabar, dan rendah hati
  • Prof Yusril Ihza Mahendra (Ketua Umum Partai Bulan Bintang)


    Puasa membangun kembali kesadaran manusia akan hakikat dan makna kehidupan. Kita semua kepunyaan Allah dan akan kembali kepadaNya...
  • Teguh Juwarno (Ketua Komisi VI DPR RI)


    Puasa adalah waktu yang tepat untuk berkontemplasi, mempertebal empati dan sebagai kawah candradimuka umat Islam untuk meluruskan kembali niat kita.
  • Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya)


    Allah pasti memberikan hikmah di setiap kesempatan, saat kita pandai mensyukurinya.
  • Anies Baswedan (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan)


    Puasa adalah sebuah proses pendidikan yang menumbuhkan karakter mulia untuk meningkatkan derajat takwa.
  • Wira Lina (Ketua DPD Parfi Jawa Timur)


    Menahan diri dari godaan, baik dari luar maupun dari dalam diri sendiri saat berpuasa, akan menunjukkan siapa dan di mana posisi kita di hadapan Ar-Rahman.
  • AKBP Takdir Mattanete (Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya)


    Puasa mengajarkan kita untuk bersabar dalam segala hal. Dengan berpuasa menjadikan kita lebih peduli dengan orang-orang yang lebih kekurangan dari kita.
  • Asrorun Niam (Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia)


    Puasa bulan perlindungan anak, momentum meningkatkan ketahanan keluarga, dengan pranata sahur bersama keluarga. Sahur, waktu efektif untuk berkomunikasi.
  • Laode Muhammad Syarif (Komisioner KPK)


    Puasa Ramadhan adalah momentum pembelajaran untuk mengekang nafsu dan menyukuri nikmat yang telah dianugrahkan oleh Allah rabbil alamin pada saya.
  • Saifullah Yusuf (Wakil Gubernur Jawa Timur)


    Ibadah yang berdampak sosial seperti puasa, pahalanya jauh lebih besar ketimbang ibadah untuk diri sendiri seperti ibadah haji.
  • Fahri Hamzah (Wakil Ketua DPR RI)


    "....puasa adalah fasilitas universal bagi dunia yang terjebak dalam lumpur dunia yang fana...yang memberi kita jalan untuk kembali kepada fitri..."
  • Jimmly Ashidiqie (Ketua DKPP)


    Mari kita isi Ramadhan ini dengan kesungguhan usaha pembersihan diri agar kembali ke fitrah kita sebagai hamba Allah dan sekaligus khalifah Allah
  • Arief Budiman (Komisioner KPU)


    Alhamdulillah PUASA mampu menjadikan kita lebih banyak bersyukur, bersabar, dan rendah hati
  • Prof Yusril Ihza Mahendra (Ketua Umum Partai Bulan Bintang)


    Puasa membangun kembali kesadaran manusia akan hakikat dan makna kehidupan. Kita semua kepunyaan Allah dan akan kembali kepadaNya...
  • Teguh Juwarno (Ketua Komisi VI DPR RI)


    Puasa adalah waktu yang tepat untuk berkontemplasi, mempertebal empati dan sebagai kawah candradimuka umat Islam untuk meluruskan kembali niat kita.
  • Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya)


    Allah pasti memberikan hikmah di setiap kesempatan, saat kita pandai mensyukurinya.
  • R. Soeroso (Direktur Utama Bank Jatim)


    Ramadhan dapat dimaknai sebagai bulan untuk mengasah jiwa, ketajaman pikiran, dan kejernihan hati.
  • Syarifuddin Bassara (Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur)


    Di bulan ramadhan seperti ini, mari kita tingkatkan keimanan kita, solidaritas kita, dan jangan lupa zakat.
  • Sairi Hasbullah (Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Timur)


    Ramadhan adalah bagaimana kita mengendalikan diri dan membangun rasa empati yang lebih tinggi.
  • Prof Dr Moh Nasih (Rektor UNAIR)


    Kuliah yang sesungguhnya adalah yang kita lakukan di bulan Ramadhan. Karena menyangkut seluruh aspek pembelajaran jasmani, pikiran, dan hati nurani.
  • Agustinus Keinama (Pembimbing Mualaf di Masjid Agung Sunda Kelapa Jakpus)


    Ramadhan sebagai pengendali hawa nafsu dan detoksifikasi (proses membuang racun) yakni racun baik fisik maupun mental.
  • Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial)


    Secara terminologis, Ramadhan artinya pembakaran. Bulan membakar ego dan emosi yang negatif.
  • Akhudiat (Sastrawan&Budayawan)


    Ramadhan adalah pembersihan. Dan memang puasa itu membuat kita sehat.
  • Saifullah Yusuf (Wakil Gubernur Jatim)


    Hakikat puasa adalah bagaimana yang kaya berbagi kebahagiaan bagi yang kurang beruntung. Dengan berbagi maka keadilan akan tercapai.
  • Bambang Soesatyo (anggota Komisi III DPR RI)


    Puasa harus dimaknai sebagai rebound, dimana Idul Fitri sebagai hari kemenangan itu menjadi titik start atau kilometer nol bagi perjalanan hidup berikutnya
  • Aboe Bakar Al Habsyi (Anggota Komisi III DPR RI/FPKS)


    Puasa itu menahan nafsu untuk mendekatkan diri pada Allah. DenganNya, Alllah akan memberikan pahala dan menghapuskan segala dosa manusia.
  • Prof Rochmad Romdoni (Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya)


    Esensi lain dari puasa untuk menjaga hati dan pikiran agar tetap jernih, tidak dengki, dan berprasangka buruk pada orang lain.
  • Prof Triyogi Yuwono (Mantan Rektor ITS)


    Meningkatkan amal kebajikan harus dilakukan sepanjang hayat di kandung badan, tidak hanya di bulan Ramadhan.
  • Iskriono Windiarjanto (EGM Divisi Telkom Regional V Jatim)


    Ramadhan itu kesempatan mendengar kesunyian. Artinya waktu untuk lebih kalbu memberikan nilai dan mengarahkan kita untuk introspeksi dan peduli sesama.
  • Herry Hykmanto (Direktur Danamon Bidang Syariah)


    Manusia dicipta untuk selalu belajar dan puasa ramadhan adalah waktu paling tepat untuk belajar dan berbagi dengan sesama. Pahalnya akan berlipat ganda.
  • Ustad Hasan Basri (Pengurus Masjid Cheng Hoo Surabaya)


    Puasa ramadhan itu momen membersihkan diri dan menenangkan jiwa. Sangat rugi jika kita tidak memanfaatkan dengan baik.
  • Joko Widodo (Presiden RI)


    Puasa mengajarkan kita untuk ikut merasakan penderitaan orang lain.
  • Fariz Mehdawi (Dubes Palestina untuk Indonesia)


    Warga Palestina tetap semangat menjalankan ibadah puasa, tidak terpengaruh dengan serangan tentara Israel. Puasa justru menjadi kekuatan dan penyemangat.
  • Arief Budiman (Komisioner KPU Pusat)


    Puasa itu sabar (baik menerima, mendapat maupun kehilangan apapun). Puasa itu kuat (menahan godaan, tekanan, cobaan). Puasa itu kebersamaan.
  • Mgr Ignatius Suharyo (Uskup Agung Jakarta)


    Puasa Ramadhan yang sedang dilaksanakan umat Muslim. Saya umpamakan kawah Candradimuka, tempat menggodok dan melahirkan ksatria tangguh dari segala godaan
  • M. Nuh (Mantan Mendikbud)


    Lapar dan dahaga diwaktu puasa, sesunguhnya menjadi nikmat, kalau dilakukan dengan ikhlas dan karena ibadah pada Allah sang Khaliq
  • M. Nuh (Mantan Mendikbud)


    Menahan lapar dan dahaga bagi orang yang tidak biasa, sangat berat dan menyiksa diri. Puasa adalah terapi egoisme. Karenanya Islam menganjurkan puasa.
  • DR. Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB)


    Allah tidak semata-mata mewajibkan puasa kepada hamba-Nya melainkan ada manfaat yang sempurna bagi hamba itu sendiri.
  • Susilo Bambang Yudhoyono (Mantan Presiden RI)


    Ramadhan bulan latihan untuk membentuk kualitas pribadi seorang muslim. Terlihat pada esensi puasa, agar manusia dapat tingkatkan nilainya di hadapan Allah
  • Tantowi Yahya (Wakil Ketua Komisi I DPR RI)


    Puasa adalah momentum instrospeksi diri. Saya selalu menjadikan puasa sebagai titik NOL perjalanan hidup berikutnya.
  • Marzuki Alie (Mantan Ketua DPR RI)


    Ini saatnya mengasah jiwa, mengasah ketajaman pikiran dan kejernihan hati sehingga dapat membakar sifat-sifat yang tercela dan dosa dalam diri kita.
  • Kuncoro Fu (Rektor Universitas Katholik Widya Mandala Surabaya)


    Puasa Ramadhan adalah bentuk kekuatan tertinggi manusia. Di tengah keterbatasan, umat Muslim harus tetap jalankan aktivitasnya. Ini luar biasa !
  • Prof. Siti Zuhro (Peneliti LIPI)


    Puasa bisa jadi kesempatan untuk tidak menghalalkan semua cara, melanggar hukum atau perbuatan yang distortif dalam kampanye Pilpres.
  • Prof. Dr Ganjar Kurnia (Rektor Universitas Padjajaran, Bandung)


    Puasa itu melatih kejujuran. Jujur kepada Allah, yang memerintahkan kita berpuasa, serta jujur kepada diri sendiri sebagai pelaksana perintah Allah.
  • KH. Mustofa Bisri (Pengasuh PP. Roudlatut Thalibin, Rembang)


    Orang-orang pintar baru itu gencar tutup tempat hiburan malam dan tempat maksiat pada bulan Ramadhan. Padahal titah Allah itu berlaku untuk selamanya.
  • Dewi Aryani (Anggota DPR FPDIP)


    Ini momentum baik menahan diri untuk tidak melakukan fitnah, pembunuhan karakter, dan black campaign dalam Pilpres.
  • Dradjad Hari Wibowo (Ekonom)


    Kita tidak pernah tahu, jangan-jangan ini Ramadhan terakhir kita. Rugi besar kalau kita sia-siakan.