KELANA KOTA

Minimally Invasive Neurosurgery Dapat Dilakukan di Surabaya

Laporan Iping Supingah | Jumat, 01 Maret 2013 | 21:30 WIB
suarasurabaya.net - Saat ini tercatat bahwa 80% populasi dunia pernah mengalami nyeri pinggang (low back pain), ini adalah penyakit neurologis kedua paling umum setelah sakit kepala. Dan 20% dari populasi ini biasanya membutuhkan penanganan yang serius.

Nyeri pinggang juga penyakit dengan pembedahan ketiga terbesar dan penyebab disabilitas tertinggi. Karenanya, inovasi pembedahan dengan resiko terkecil dan tingkat keberhasilan yang lebih baik menjadi krusial. Salah satu inovasi dalam penanganan kasus seperti ini adalah dengan minimally invasive neurosurgery. Di Indonesia, hal ini masih langka dilakukan.

“Penanganan Minimally Invasive Neurosurgery itu sudah dapat dilakukan di Surabaya. Kita memiliki ahlinya dan peralatannya. Bahkan prosedur yang rumit pun bisa dilakukan di sini,” ungkap Prof.Dr.dr. Abdul Hafid Bajamal, SpBS, Spesialis Bedah Saraf dari Brain & Spine Center (BSC) RS Mitra Keluarga Surabaya dalam Media Diskusi tentang Minimally Invasive Neurosurgery untuk Penanganan Kelainan Otak dan Tulang Belakang di Hotel Shangri-la, Jumat (1/3/2013).

Prosedur Minimally nvasive adalah prosedur pembedahan yang dilakukan dengan cara seminimal mungkin memasuki tubuh melalui rongga, kulit atau pembukaan tubuh dengan kerusakan sekecil mungkin. Sehingga dampak pembedahan juga dapat diminimalkan.

Dalam diskusi terungkap bahwa tenaga ahli medis di Surabaya sudah membuktikan kemampuan aplikasinya. Misalnya dalam pembedahan tulang belakang. Dr. Eko Agus Subagio, SpBS, mengaplikasikan prosedur 'mikroscopic decompression' untuk bisa mengurai kelainan–kelainan di tulang belakang.

“Prosedur ini sangat aman dilakukan dan memberikan hasil yang lebih baik bila dilakukan sesuai indikasi,” ungkap dr Eko Agus Subagio, SpBS.

Dalam kasus kelainan otak, dr Asra Al Fauzi, SpBS menjelaskan aplikasi 'eyebrow key hole approach' (operasi lubang kunci lewat alis) untuk menangani kelainan–kelainan saraf di otak.

Pembedahan dilakukan lewat alis, tanpa melakukan penyayatan yang biasanya dilakukan dengan pembedahan besar. “Pasien dapat sembuh lebih cepat, bekasnya juga tidak tampak,“ jelas dr. Asra.

Minimally Invasive Neurosurgery tentunya beragam teknisnya. Para dokter dari Brain and Spine Center Rumah Sakit Mitra Keluarga telah menangani kasus kelainan Otak, Stroke, dan Nyeri pinggang juga dengan metode ini. Para Dokter di rumah sakit ini telah diakui kemampuannya di luar dan dalam negeri. Di sisi lain, ini adalah tanda bahwa penanganan lengkap terhadap penyakit-penyakit otak dan tulang belakang sudah tersedia di dalam negeri, dengan teknologi yang juga mendukung. (ipg)

Teks Foto:
- (dari kanan ke kiri) dr Asra Al Fauzi, SpBS; dr Eko Agus Subagio, SpBS; dan Prof.Dr.dr. Abdul Hafid Bajamal, SpBS.
Foto: Iping suarasurabaya.net



suarasurabaya.net