KELANA KOTA

Heri Lentho Terima Penghargaan Kreator Seni Pertunjukan

Laporan J. Totok Sumarno | Rabu, 10 Desember 2014 | 17:48 WIB
Heri Lentho (berbaju hitam) terima penghargaan Kreator Seni Pertunjukan. Foto: Henri Nurcahyo for suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Heri Prasetyo alias Heri Lentho seniman sekaligus penata tari, menerima penghargaan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dalam kategori sebagai Kreator Seni Pertunjukan.

Penghargaan bergengsi tersebut disereahkan langsung oleh Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc, Menteri Pariwisata Republik Indonesia di halaman Museum Fatahillah, kawasan Kota Tua Jakarta, sekaligus pencanangan Pembangunan Ruang Pertunjukan Seni dan Budaya Kawasan Kota Tua Jakarta.

Heri Lentho selama ini dikenal sebagai sosok seniman yang tidak pernah bisa berdiam diri dalam berkarya sepanjang tahun. Alumnus jurusan seni tari IKIP Negeri Surabaya ini berpengalaman dalam berbagai level produksi teater, tari, musik dan termasuk sebagai senior stage manager di Jawa Timur.

Selain itu, lelaki kelahiran Malang 13 Mei 1967 ini juga dikenal sebagai penta tari atau koreografer dan berpengalaman dalam menyiapkan berbagai event kesenian dalam berbagai level.

“Dan istimewanya, meski Lentho selalu sibuk mengerjakan karya pesanan, namun dia masih sempat membuat karya pertunjukan menurut idealismenya sendiri. Sendratari Rajapatni adalah karya idealis mutakhir, yang digelar di pelataran Candi Brahu, Trowulan, bersama penari-penari senior,” papar Henri Nurcahyo pemerhati seni.

Lentho, lanjut Henri juga pernah meraih penghargaan Penata Tari terbaik tingkat nasional dan Penyaji Terbaik Festival Seni Pertunjukan Nasional. Ini tentunya prestasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata,” tegas Henri Nurcahyo, pengelola Pusat Informasi Kesenian Jawa Timur Brang Wetan pada suarasurabaya.net, Rabu (10/12/2014).

Pada kesempatan yang sama, selain Heri Lentho, seniman Jawa Timur lainnya Dynand Fariz yang dikenal sebagai seniman tatabusana yang sukses menggelar Jember Fashion Carnival (JFC) selama 12 tahun yang sudah melegenda dan ditiru oleh banyak daerah itu, juga menerima penghargaan.

“Kedua seniman potensial dan banyak pengalaman ini ternyata sama sekali belum pernah mendapatkan Penghargaan Seni Budaya dari Gubernur Jawa Timur yang menjadi tradisi tahunan itu. Tetapi justru keduanya menerima penghargana langsung dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia,” pungkas Henri Nurcahyo. (tok/rst)
Editor: Restu Indah



suarasurabaya.net