POLITIK

Masyarakat Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Miras

Laporan Muchlis Fadjarudin | Senin, 09 September 2013 | 16:53 WIB
suarasurabaya.net - Desakan ini disampaikan ke fraksi PPP oleh Gerakan Nasional Anti-miras yang dipimpin Fahira Idris.

Gerakan Nasional Anti Miras diterima Ahmad Yani anggota Badan Legislasi di lantai 15 Fraksi PPP Nusantara I komplek Parlemen, Senayan, Senin (9/9/2013).

Yani menyampaikan terima kasih atas dukungan dari masyarakat bagi F-PPP, untuk pengawalan dan mendorong agar draf RUU Anti Miras segera dibahas dan diselesaikan menjadi UU.

Yani berharap, LSM-LSM yang mendukung perlunya RUU Anti Miras ini tidak hanya mendatangi F-PPP, tetapi juga menyampaikan aspirasinya ini ke fraksi lainnya.

"Sebab, ada juga fraksi lain yang sikapnya alot dalam dukungan pembahasan RUU Miras ini. Dan F-PPP ini tidak bisa bekerja sendiri tentunya. Sehingga masyarakat perlu juga melobi fraksi lainnya agar pembahasan RUU Anti Miras ini dapat diselesaikan dengan baik, untuk upaya penyelamatan generasi muda kita mendatang," jelasnya.

Yani mengatakan dalam perkembangannya, judul RUU Anti Miras sempat berkembang menjadi RUU Pengaturan Makanan dan Minuman Beralkohol. "Namun, karena soal kehalalan makanan sudah ada UU yang mengaturnya, perkembangan judul RUU yang semula RUU Anti Miras menjadi RUU tentang Pengendalian Miras," ujarnya.

Sementara, Fahira Idris Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Miras mengatakan, RUU Anti Miras ini bukan kepentingan umat Islam semata. "Kita sudah beberapa kali lakukan FGD dengan beberapa pihak, yang memandang sinis atas RUU Anti Miras, karena memandang ini kepentingan umat muslim. Padahal, realitasnya miras ini sudah menelan banyak korban akibat miras ini. Sehingga semua pihak semestinya memandang penting perlunya menyelamatkan generasi muda dari konsumsi miras yang hanya mengantarkan pada kerusakan," ujarnya.

Fahira yang merupakan putri dari Fahmi Idris ini mengaku iri dengan Perda yang dibuat oleh Pemda Manokwari, Papua Barat yang melarang menyimpan dan mengedarkan miras. "Jadi jelas bahwa persoalan miras ini bukan sekadar persoalannya umat Islam, tetapi juga menjadi bagian umat lainnya," pungkas Fahira.(faz/ipg)
Editor: Iping Supingah



suarasurabaya.net