ROAD TO GRAHADI

Nasib Khofifah-Herman Ditentukan 9 Juni

Laporan Fatkhurohman Taufik | Senin, 03 Juni 2013 | 16:47 WIB
suarasurabaya.net - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur berikan batas waktu hingga tanggal 9 Juni bagi pengurus dua parpol non parlemen yaitu Partai Persatuan Nahdatul Ummah Indonesia (PPNUI) dan Partai Kedaulatan (PK) untuk memberikan kejelasan terkait dualisme kepengurusan partai itu di Jawa Timur.

"Jika hingga 9 Juni tidak jelas, ada kemungkinan KPU akan memutuskan jika keduanya tidak bisa ikut mengusung nama calon gubernur," kata Nadjib Hamid, Anggota KPU Jawa Timur ketika berbincang dengan suarasurabaya.net, Senin (3/6/2013).

Menurut Nadjib, KPU sebenarnya telah bertemu dengan Ketua maupun Sekretaris Jenderal PPNUI, namun keduanya ternyata memiliki pernyataan yang berbeda. Ketua Umum PPNUI mengatakan yang sah adalah kepengurusan DPW PPNUI Jawa Timur yang mendukung Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja, sedangkan Sekjen DPP PPNUI menyatakan yang sah adalah kepengurusan DPW PPNUI Jawa Timur yang mendukung Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa).

"Partai Kedaulatan juga sama. Bahkan, niat kami untuk mempertemukan kedua pihak juga tidak pernah berhasil," kata Nadjib. Padahal, sesuai perundang-undangan, dukungan harus menyertakan tandatangan Ketua Umum dan Sekjen, tidak bisa hanya satu pihak.

Sekadar diketahui, di Jawa Timur kedua parpol non parlemen ini ternyata memiliki kepengurusan ganda. Satu mendukung Khofifah-Herman, satulagi mendukung Karsa.

Meski saat ini PPNUI hanya memiliki 0,24 persen dan PK hanya memiliki 0,50 persen. Namun dukungan dari dua parpol ini sangat berpengaruh pada proses pencalonan Khofifah-Herman. Tanpa dua parpol ini, Khofifah-Herman dipastikan gagal maju sebagai calon gubernur dalam pilgub mendatang. (fik/ipg)

Teks Foto:
- Pasangan Khofifah-Herman.
Foto: Dok. suarasurabaya.net
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Pasca Kebakaran di Gudang...
zaenalershonk