ROAD TO GRAHADI

Dua Paslon Pilgub Jatim Bacakan Ikrar Siap Menang Siap Kalah

Laporan Zumrotul Abidin | Rabu, 14 Februari 2018 | 14:13 WIB
Dua Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim saat apel Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Pilkada serentak 2018 di Lapangan Makodam V Brawijaya, Rabu (14/2/2018). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Dua Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim membacakan ikrar kesepakatan damai saat apel Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Pilkada serentak 2018 di Lapangan Makodam V Brawijaya, Rabu (14/2/2018).

Ikrar damai yang dibacakan kedua Paslon berisi enam poin kesepakatan yang intinnya, siap mengikuti Pilgub secara jujur, adil, santun dan bermartabat. Kedua Paslon juga berikrar siap bekerjasama dengan penyelenggara dan pengawas pilkada, serta siap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.

Selain itu, kedua paslon harus siap menerima apapun hasil pleno penyelenggara Pilkada, dan siap untuk dipilih dan tidak dipilih pada proses Pilgub 2018.

Dalam pembacaan ikrar itu, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak Paslon nomor urut 1 dan Syaifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno Paslon nomor 2 tampil kasual.

Khofifah hadir mengenakan baju batik dilengkapi kerudung warna kuning kecoklatan, sedangkan Emil mengenakan baju hem warna biru.

Sementara Gus Ipul mengenakan baju koko warna putih dilengkapi peci hitam. Lalu, Puti Guntur tampak mengenakan baju khas kebesaran PDI Perjuangan yakni warna merah, dilengkapi kerudung warna merah pula.

Pembacana ikrar itu juga didaksikan Soekarwo Gubernur Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin Kapolda Jatim, Mayjen TNI Arif Rahman Pangdam V Brawijaya, Maruli Hutagalung Kajati Jatim, H. Abdul Kadir Kepala Pengadilan Tinggi Jatim, Abdul Halim Iskandar Ketua DPRD Jatim, Eko Sasmito Ketua KPU Jatim, dan Mohammad Amin Ketua Bawaslu Jatim. (bid/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.