ROAD TO GRAHADI

Puti Guntur: Soal Kebudayaan, Serahkan Saya Saja

Laporan Anggi Widya Permani | Sabtu, 24 Februari 2018 | 17:50 WIB
Puti Guntur Soekarno Calon Wakil Gubernur Jawa Timur 2018, menghadiri acara "Rembug Budaya" bersama sejumlah seniman se-Jawa Timur, di Hotel Ibis, Surabaya, Sabtu (24/2/2018). Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Puti Guntur Soekarno Calon Wakil Gubernur Jatim 2018 menyatakan siap membangun Jatim lewat kesenian dan kebudayaan yang beretika, jika dirinya nanti terpilih menjadi Wakil Gubernur. Hal itu disampaikan dihadapan sejumlah seniman dalam acara "Rembug Budaya", yang berlangsung di Hotel Ibis Surabaya, Sabtu (24/2/2018).

"Kedepan pembangunan Jatim tidak hanya sekedar fisik, tapi juga perlu membangun peradaban lewat kesenian yang diimbangi etika. Untuk itu, saya kalau nanti diijinkan jadi wakil, saya akan matur pada Gus Ipul. Soal kebudayaan dan kesenian, serahkan pada saya saja," kata Puti.

Adapun upaya yang akan dilakukan, Puti mengatakan bahwa dirinya bersama Gus Ipul telah memiliki komitmen untuk memajukan bidang kebudayaan dan kesenian di Jatim, salah satunya melakukan hubungan koordinatif dengan sejumlah sekolah.

"Kami akan mendorong pusat-pusat kebudayaan, baik tingkat provinsi maupun hubungan koordinatid dengan kabupaten, kecamatan, dan termasuk pendidikan. Kita akan mendorong agar sekolah-sekolah mengajarkan kearifan lokal yang ada di daerah itu sendiri dan mengadakan ekstrakulikuler tentang kesenian," kata Puti.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya akan memberikan tunjangan kesehatan maupun insentif kepada seniman atau kelompok-kelompok kesenian yang memang memiliki kemampuan untuk menampilkan kesenian yang berskala nasional dan internasional.

Puti juga menginginkan adanya kegiatan festival tiap tahunnya di Surabaya, agar bisa bersinergi dengan daerah-daerah lainnya yang telah menggelar festival kebudayaan. Ia juga ingin membangun gedung kesenian bertaraf internasional, untuk mendorong para seniman membuat karya terbaiknya, lewat peran Pemerintah Provinsi dan perusahaan besar.

"Jatim sebagai pusat kebudayaan, tapi wadahnya atau gedungnya belum ada. Padahal itu penting dan harus diwujudkan nanti. Karena icon itu harus ada wadahnya. Kalau tidak ada wadahnya, tidak akan pernah besar," kata dia.

Menanggapi kesenian yang sering dianggap kuno atau kurang peminat, Puti menegaskan bahwa kesenian bukan hal yang tua dan bisa dikembangkan. Menurutnya, kehadiran teknologi justru bisa mengembangkan kebudayaan melalui digital, misalnya kegiatan promosi lewat media sosial.

"Selain itu para seniman juga bisa belajar melalui media, bagaimana untuk meningkatkan kreatifitas, penampilan, kostum dan lain sebagainya. Jadi teknologi menjadi bagian dari seni budaya. Karena kesenian tidak lepas dari kreatifitas dan inovasi. Itulah yang kemudian harus didorong, karena teknologi tidak terbatas," pungkasnya. (ang/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.