ROAD TO GRAHADI

Puti Soekarno Dorong Ibu-Ibu Mendongeng Cerita Rakyat

Laporan Denza Perdana | Rabu, 07 Maret 2018 | 18:28 WIB
Puti Guntur Soekarno Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut dua mendorong ibu-ibu di Desa Ngabar, Jetis, Kabupaten Mojokerto agar kembali mendongengi anak mereka dengan cerita-cerita rakyat. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Puti Guntur Soekarno Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut dua mendorong ibu-ibu di Desa Ngabar, Jetis, Kabupaten Mojokerto agar kembali mendongengi anak mereka dengan cerita-cerita rakyat.

"Ibu-ibu bisa mendongengi putera-puterinya sebelum tidur. Tidak perlu yang sulit. Angkat cerita rakyat, legenda daerah, atau sejarah dan perjuangan pahlawan," katanya dalam keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net, Rabu (7/3/2018).

Peran perempuan, para ibu rumah tangga yang hebat, kata Puti, adalah ketika membuat keadaan rumah tangga menjadi nyaman, anak-anak sehat dan cerdas rohani dan jasmani.

Upaya mencerdaskan anak-anak, kata dia, selain melalui pendidikan formal juga harus dilakukan melalui berbagai edukasi di rumah tangga. "Salah satunya dengan mendongeng," kata Puti.

Tradisi mendongeng ini, kata Puti adalah wahana untuk mewariskan nilai-nilai luhur tentang keutamaan dan kebajikan manusia kepada anak-anak.

Apalagi, kata pasangan Gus Ipul, Mojokerto adalah "daerah tua" yang menyimpan banyak cerita rakyat. Sebab Mojokerto di masa lalu menjadi pusat Kerajaan Majapahit. "Supaya anak-anak kita tidak lupa sejarah," kata Puti.

Respons ibu-ibu di Posyandu Desa Ngabar itu cukup menggelikan. Beberapa ibu rumah tangga malah bertanya apa rahasia awet muda? Pertanyaan ini pun mengundang tawa hadirin lainnya.

"Rahasianya, banyak tersenyum. Karena senyum akan membuat suasana menjadi cair," kata Puti.

Puti Guntur juga mengajak para ibu yang memiliki bayi agar rajin membaca Al-Quran di dekat buah hatinya.

"Kita semua, kaum ibu berdoa dan berharap, agar putera-putera kita taat pada agama, sayang orangtua, dan cinta tanah air serta agama," kata Puti.(den/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.