ROAD TO GRAHADI
Hari Perempuan Internasional 2018

Khofifah: Lindungi Perempuan dari Kekerasan

Laporan Zumrotul Abidin | Kamis, 08 Maret 2018 | 17:37 WIB
Khofifah Indar Parawansa saat blusukan di Pasar Kapasan Surabaya. Foto: istimewa.
suarasurabaya.net - Khofifah Indar Parawansa Calon Gubernur Jawa Timur menyatakan, momentum Hari Perempuan Internasional adalah saat yang tepat untuk meneguhkan komitmen bangsa Indonesia dan khususnya Jawa Timur untuk memaksimalkan perlindungan perempuan terhadap kekerasan terhadap perempuan.

"Hari ini 8 Maret, kepada perempuan Indonesia dan Jawa Timur pada khususnya, saya mengucapkan selamat Hari Perempuan Internasional," kata Khofifah ditemui media usai menghadiri penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa kepada Dato Sri Tahir di Universitas Airlangga, Surabaya, Kamis (8/3/2018).

Khofifah mengatakan, sejarah Hari Perempuan Internasional antara lain berawal dari kondisi pekerja perempuan di New York yang menuntut hak-haknya untuk memberikan suara, pembayaran upah yang lebih baik, dan memangkas jam kerja karyawan.

"Bagi Indonesia dan khususnya Jawa Timur, ini adalah saat yang tepat untuk mendorong semua pihak memaksimalkan perlindungan perempuan agar terhindar dari kekerasan terutama kekerasan seksual," kata Khofifah.

Mengutip catatan akhir tahun Komisi Nasional (Komnas) Perempuan terkait kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2017, angka kekerasan meningkat hingga 25 persen yakni 348.446 kasus pada tahun 2017 sementara pada tahun 2016 jumlahnya 259.150 kasus.

Dari survei tersebut, kata Khofifah, Jawa Timur menempati urutan kedua di bawah DKI Jakarta. Jumlah kekerasan terhadap perempuan di Jawa Timur sebanyak 1.536 kasus, di DKI Jakarta 1.999 kasus, dan Jawa Barat 1.460 kasus.

"Semua pihak saya rasa harus turun tangan dalam mengangani persoalan kekerasan terhadap perempuan. Dari sisi pemerintah tentunya harus diperkuat regulasi yang melindungi perempuan, aparat harus menindak tegas pelaku dan hukuman yang berat sebagai efek jera, serta membangun keberanian perempuan untuk bersuara apabila mengalami kekerasan," katanya. (bid/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.