ROAD TO GRAHADI

Puti Soekarno: Otonomi Harus Memperkuat NKRI

Laporan Denza Perdana | Kamis, 08 Maret 2018 | 20:42 WIB
Puti Guntur Soekarno Calon Wakil Gubernur Jatim. Foto: istimewa.
suarasurabaya.net - Puti Guntur Soekarno Calon Wakil Gubernur menyampaikan selamat kepada Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDI Perjuangan atas penganugerahan Doktor Honoris Causa.

Gelar itu pertama kali diberikan oleh IPDN, di kampus Jatinangor, Sumedang Jawa Barat, Kamis (8/3/2018).

"Saya sampaikan selamat untuk Ibu Megawati Soekarnoputri. Kami bangga dengan segenap perjuangan Ibu yang didedikasikan untuk Indonesia Raya," kata Puti dalam keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net, Kamis (8/3/2018).

Megawati Soekarnoputri telah menerima Gelar Doktor Honoris Causa untuk ketujuh kalinya.

"Ibu Megawati memiliki pengetahuan pemerintahan yang luas. Beliau konsisten menegakkan demokrasi dalam bingkai NKRI," kata Puti.

Menurutnya, poin penting penghargaan Doktor Honoris Causa yang diterima Megawati, hari ini, adalah pelaksanaan desentralisasi yang berkesinambungan untuk Indonesia Raya.

Dia menjelaskan, pada UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, pelaksanaan otonomi daerah dilakukan melalui desentralisasi, dekonsentrasi dan asas tugas pembantuan.

"Pelaksanaan otonomi daerah, selain harus memacu kemajuan daerah, juga memperkuat NKRI dan pemerintahan pusat," kata pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Calon Gubernur Jatim.

Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 2 itu mengklaim telah memuat komitmen untuk memperkuat NKRI di dalam visi misi mereka.

"Gus Ipul dan saya berkomitmen untuk menjaga ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan prinsip-prinsip kebhinekaan. Kami berdua juga berkomitmen untuk memperkuat pemerintah pusat," kata Puti.

Kemarin, Puti Guntur menegaskan komitmennya untuk memperkuat Nawacita dari pemerintahan Presiden Jokowi. "Karena itu pelaksanaan otonomi daerah tidak boleh terlepas dari NKRI," kata dia.(den/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.