ROAD TO GRAHADI

Bertemu Bupati Jember, Puti Guntur Saling Menguatkan Dukungan

Laporan Restu Indah | Selasa, 13 Maret 2018 | 09:36 WIB
Puti Guntur Calon Wakil Gubernur Jawa Timur dan dr. Faida Bupati Jember . Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Berada di Jember, Puti Guntur Calon Wakil Gubernur Jawa Timur bertemu Bupati dr. Faida. Kedua politisi perempuan itu saling menguatkan.

Di mata Puti Guntur, Faida adalah sosok yang gigih dan tabah. Di tangannya, Jember semakin tertata. Juga, Faida sosok kepala daerah yang dekat dengan generasi milenial.

"Beliau memberikan perhatian pada soal ibu dan anak, kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Bu Faida juga dekat anak-anak muda," kata Puti Guntur, Selasa (13/3/2018).

Dalam Pilkada Jember 2015 lalu, Faida juga diusung PDI Perjuangan (PDIP). Saat ini dalam Pilkada Jawa Timur, pasangan Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno juga diusung PDIP, bersama PKB, Gerindra dan PKS.

Faida dan Puti Guntur berbincang akrab. Faida mengajak cucu Bung Karno itu ke Alon-Alon Jember untuk bertemu ratusan komunitas Gerakan Muda Watu Urip (GMWU). Puti pun juga diajak mencicipi kopi Jember.

Tidak hanya itu, Faida dan Puti Guntur bergoyang diiringi rancak musik yang dimainkan komunitas tersebut. "Mbak Faida memberikan penyegaran, setelah seharian saya terlibat berbagai kegiatan," kata Puti.

Faida juga menyemangati Puti Guntur untuk terus bergerak. Terlebih di Jember, masyarakat sangat ingin mengenal calon-calon pemimpinnya. "Sehingga bisa terjadi pertemuan antara warga dengan calon pemimpinya," kata Faida.

Di akhir pertemuan, Puti Guntur dan Faida menyepakati untuk saling menguatkan, antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. "Kami ingin ada sinergitas yang menjadi kunci sukses bersama dalam membangun daerah," pungkas Faida. (rst)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.