ROAD TO GRAHADI

PolMark Indonesia: Pemilih Gus Ipul-Puti Jauh di Atas Khofifah-Emil

Laporan Denza Perdana | Rabu, 14 Maret 2018 | 18:22 WIB
Eko Bambang Subiantoro Direktur Riset PolMark. Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - PolMark Indonesia sebuah lembaga jasa konsultan pemasaran politik merilis hasil survei atas Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018.

Salah satu hasilnya, pemilih pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno sebanyak 42,7 persen sedangkan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak hanya 27,2 persen.

PolMark Indonesia melakukan survei ini pada 6-11 Februari lalu melibatkan 1.200 responden di Jawa Timur dengan metode multistage random sampling.

Eko Bambang Subiantoro Direktur Riset PolMark Indonesia mengakui, lembaganya saat ini sedang menjadi konsultan pasangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno.

"Tapi kami melakukan survei ini secara independen, dengan menjaga metodologi dan quality control," ujarnya saat dalam kegiatan Menakar Kekuatan Gus Ipul-Puti versus Khofifah-Emil, Rabu (14/3/2018).

Untuk meyakinkan para undangan, di awal rilis dia menunjukkan bagaimana proses survei itu mulai dari persiapan survei, wawancara, kontrol kualitas, sampai pelaporan hasil survei.

Eko menyatakan, margin of error survei itu sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Setiap responden diwawancarai tatap muka, lalu 20 persen dari total sampel didatangi ulang untuk rekonfirmasi sebagai bagian dari kontrol kualitas.

Hasil survei yang menunjukkan tertinggalnya Khofifah-Emil dalam hal elektabilitas dengan Gus Ipul-Puti itu, menurut data PolMark Indonesia, masih sangat bisa berubah.

Eko menunjukkan, dari 42,7 persen responden yang memilih Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno, hanya sebanyak 29,4 persen di antaranya yang sudah mantap.

Sementara dari 27,2 persen responden yang memilih pasangan Khofifah-Emil, hanya 17,3 persen di antaranya yang menyatakan mantap akan memilih pasangan ini di Pilgub Jatim 2018.

"Sisanya adalah swing voters, para pemilih yang masih bisa berubah pilihannya meski pada saat survei menyatakan akan memilih pasangan calon tertentu," ujar Eko.

Perlu diketahui, beberapa waktu lalu Litbang Kompas merilis hasil survei elektabilitas kedua pasangan calon di Pilgub Jatim. Hasil survei PolMark menunjukkan hal yang sangat berbeda.

Dalam survei Kompas, elektabilitas Khofifah-Emil sebesar 44,5 persen, hanya terpaut selisih 1,5 persen dibandingkan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno yang 44.0 persen.

Selisih yang sangat jauh dengan keunggulan pada pasangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno di hasil survei PolMark Indonesia, menurut Eko, karena faktor Puti Guntur Soekarno.

Menurutnya, Puti sebagai kader PDI Perjuangan menjadi penentu keterwakilan kaum nasionalis di Jawa Timur, di samping Gus Ipul yang berhasil meraih dukungan kaum religius.

Faktor lainnya adalah keberhasilan PDI Perjuangan untuk menggerakkan partai dengan menampilkan kehadiran Puti Guntur yang dibuktikan dengan hasil survei keterpilihan calon dari partai.

Responden yang cenderung pada partai PDI Perjuangan, berdasarkan hasil survei itu, 72 persen memilih pasangan Gus Ipul-Puti Guntur.

Angka ini sangat besar bila dibandingkan dengan partai Demokrat, yang menurut survei itu, hanya 44 persen di antaranya memilih pasangan Khofifah-Emil sedangkan 40 persennya memilih Gus Ipul-Puti Guntur.

"Gus Ipul-Puti kombinasi pasangan yang merepresentasikan islam religius inklusif dan nasionalis. Gus Ipul dengan warna hijaunya, puti dengan nasionalismenya, ini menjadi kombinasi yang memberikan kemasyarakatan," ujar Eko.

Sedangian Khofifah-Emil, kata Eko, cenderung tidak merepresentasikan pasangan yang religius dan nasionalis meskipun dengan adanya Emil sebagai pendamping Khofifah.(den/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 8
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.