ROAD TO GRAHADI

KH Said Aqil: Jangan Korbankan Badan Otonomi NU untuk Politik Praktis

Laporan Jose Asmanu | Rabu, 14 Maret 2018 | 20:26 WIB
suarasurabaya.net - KH Said Aqil Siradj Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyerukan kepada seluruh warga nahdliyin agar tetap menjaga keutuhan.

Jangan ada organisasi atau badan otonomi NU yang menceburkan diri ke politik praktis dan terlibat dukung mendukung di Pilkada Serentak 2018.

Dua kader NU, Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa yang bertarung di Pigub Jatim, oleh Kang Said dikatakan tidak mewakili NU. Karena NU bukan partai politik, tidak bisa mengajukan calon di Pilkada.

Pernyataan Ketua Umum PBNU, disampaikan kepada reporter Suara Surabaya di Jakarta, sehubungan adanya informasi dari Jatim, ada pengurus Muslimat NU yang membuat surat edaran kepada anggota muslimat untuk mendukung Cagub tertentu.

"Kalau ingin mendukung calon yang dikehendaki, silahkan. Tapi jangan membawa bawa nama organisasi," kata KH Said Aqil Siradj, Rabu (14/3/2018).

Warga nahdliyin harus tetap utuh, jangan terkotak-kotak karena beda pilihan dalam Pilkada. Yang ingin memilih Gus Ipul silakan, nggak usah diolok-olok. Yang ingin memilih Bu Khofifah juga tidak dilarang.

Ketua Umum PBNU menilai warga nahdliyin dan masyarakat Jatim sudah cukup cerdas untuk menentukan pilihan.

Pesan Said Aqil memasuki tahun politik, marwah jam'iyah harus tetap dijaga. Seluruh komponen NU hendaknya lebih memilih sikap netral, termasuk pada perhelatan pemilihan kepala daerah. Atribut dan struktur organisasi jangan sampai digunakan untuk kepentingan

KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah Ketua PWNU Jawa Timur menyampaikan tentang beredarnya laporan bahwa Muslimat NU telah menggunakan atribut NU dan struktur yang dimiliki untuk kepentingan politik praktis.

"PWNU Jatim meminta untuk segera dihentikan dan ditertibkan agar marwah organisasi tetap terjaga," kata Helmy Faishal, Sekjen PBNU melengkapi penjelasan KH Said Aqil Siradj.(jos/iss/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.