ROAD TO GRAHADI

Di Rumah Korban Bom, Gus Ipul: Kita Tidak Boleh Kalah dengan Terorisme

Laporan Denza Perdana | Kamis, 17 Mei 2018 | 21:21 WIB
Gus Ipul Calon Gubernur Jawa Timur saat mengunjungi rumah almarhum Bayu Rendra Wardhana Korban Ledakan Bom Gereja Santa Maria Tak Bercela, Kamis (17/5/2018). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua mengunjungi keluarga almarhum Aloysius Bayu Rendra Wardhana, korban meninggal serangan bom Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Kota Surabaya, Minggu (13/5/2018) lalu.

Tiba di rumah Bayu yang ada kawasan Kertajaya, Gus Ipul ditemui Monica Dewi Andini, istri Bayu, dan Galih Wardhana, adik almarhum, Kamis (17/5/2018). Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode itu menyatakan bela sungkawa dan turut berduka mendalam pada keluarga Bayu.

Di rumah Bayu, Gus Ipul sempat menyaksikan studio foto yang sedang dirancang oleh Bayu Wardhana, sejak sebelum terjadinya serangan bom yang merenggut nyawanya.

"Studio fotonya baru berjalan, dan Mas Bayu punya keinginan mengembangkan lebih maju. Studio yang baru berjalan itu, tinggal dibuka resmi," terang Galih Wardhana.

Bayu Wardhana punya hobi dan profesi di bidang fotografi. Di luar itu, ia menjadi relawan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel. Saat serangan bom Minggu lalu, Bayu tengah turut menjaga keamanan gereja.

Dia berusaha menghentikan laju kencang sepeda motor yang ditumpangi YF dan FH, kakak-beradik pelaku bom bunuh diri. Ketika bom meledak keras, selain kedua pelaku, Bayu turut meninggal. Bom itu juga mengakibatkan korban lain mengalami luka-luka.

Selain mengunjungi keluarga Bayu Wardhana, Gus Ipul juga mengunjungi korban-korban meninggal lain di rumah peristirahatan Adhi Jasa.

"Saya merasa perlu menyampaikan duka cita yang mendalam saya kepada para keluarga korban, karena mereka adalah warga negara yang tidak berdosa. Terorisme selalu saja merenggut korban warga tak bersalah," kata Gus Ipul.

Dia mengaku kagum atas keberanian Bayu Wardhana ketika menghadang dua pelaku bom bunuh diri. "Kalau tidak dihadang oleh Bayu, bisa diduga korbannya akan lebih banyak lagi," kata Gus Ipul.

Dia menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat agar merapatkan barisan. Menyatukan sikap. Menjaga lingkungan dan wilayah masing-masih agar tetap aman. "Kita tidak boleh kalah dengan terorisme," kata Gus Ipul.(den/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.