ROAD TO GRAHADI

Risma: Kita Butuh Pemimpin yang Komitmen, Bukan Pemimpin Mekedel

Laporan Zumrotul Abidin | Selasa, 12 Juni 2018 | 12:29 WIB
Tri Rismaharini saat berorasi dalam deklarasi Kabeh Sedulur dan Sahur Bersama warga Muteran RW 8, Selasa (12/6/2018). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Tri Rismaharini Walikota Surabaya menyatakan beberapa alasan kenapa dia rajin berkampanye untuk Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno pasangan calon nomor urut 2 kepada warga Surabaya.

Saat berorasi dalam deklarasi Kabeh Sedulur dan Sahur Bersama warga Muteran RW 8, Selasa (12/6/2018), Risma menceritakan pengalaman politiknya saat mencalonkan diri sebagai Walikota Surabaya di periode kedua.

Waktu itu, kata Risma, dirinya pernah diminta oleh Khofifah Indar Parawansa (yang sekarang Cagub nomor urut 1, red) untuk mendatangkan ribuan ibu pengajian. Tapi, setelah didatangkan, ternyata Khofifah tidak hadir dalam kesempatan kala itu.

"Waktu saya kampanye periode kedua. Ibu calon nomor 1 yang sekarang ini, waktu itu minta saya datangkan 8 ribu orang dan saya bisa datangkan 12 ribu orang, tapi beliau tidak datang dan saya juga tidak dikabari," kata Risma.

Setelah itu, kata Risma, dia ditanya oleh seorang Kyai dalam sebuah pertemuan dan ditanya, apakah Risma mau maju ke Pilgub Jatim. Risma tegas menjawab tidak. Risma juga memberi jawaban bahwa kalau calonkan Khofifah sebagai Gubernur itu tidak ada hubungannya dengan ketidakhadiran.

"Berikutnya saya dipanggil kiai ditanya bu Risma mau nyalon Gubernur? Tidak. Kalau gitu calonkan Bu Khofifah ya tidak apa-apa tapi tidak ada hubungannya dengan tidak datang dan tidak bisa dipercaya kan," kata Risma.

Kejadian ini diingat betul oleh Risma. Sehingga, saat pidato di hadapan warga, Risma mengingatkan ke warga agar memilih pemimpin yang mempunyai komitmen dan mau belajar.

"Kita butuh pemimpin yang komitmen, di situ pemimpin yang mau belajar, nantinya pemimpin yang mau belajar. Kalau pemimpin yang mekedel itu susah," ujar Risma.

Risma juga soroti gaya kepemimpinan Cawagub nomor urut 1 yang dianggap tidak mempunyai komitmen pada warga. Saat itu ada kejadian longsor di Trenggalek dan Pemkot Surabaya mengirim bantuan petugas.

"Trenggalek tahun lalu longsor saya kirim petugas. Sekarang Trenggalek ditinggal oleh Pemimpinnya, padahal belum setengah jalan. Padahal, 1 periode saja, saya masih belum bisa mengerjakan semuanya makanya sekarang saya kejar, semoga sebelum waktu saya habis bisa selesai dan warga bisa makmur," kata dia.

Risma kembali mengungkapkan alasan turun untuk membantu kampanye Gus Ipul-Puti adalah komitmen untuk membebaskan biaya pelajar SMA dan SMK di Surabaya.

"Gus Ipul bilang oke bisa penuhi. Makanya saya bantu nomor dua, karena Gus Ipul janji akan berikan pengelolaan SMA/SMK ke Surabaya," kata Risma.(bid/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.