ROAD TO GRAHADI

Alasan Risma Baru Turun Gunung Kampanyekan Gus Ipul-Puti

Laporan Zumrotul Abidin | Rabu, 13 Juni 2018 | 10:03 WIB
Tri Rismaharini saat deklarasi seduluran bersama relawan lingkungan Surabaya Selatan di Karangan, Sawunggaling, Selasa malam (12/6/2018). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Tri Rismaharini mengaku baru turun gunung mendukung Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno paslon nomor urut 2 di Pilgub Jatim karena kemarin masih sibuk mengembalikan kondisi Surabaya pascateror bom.

Alasan ini diungkapkan Risma saat deklarasi seduluran bersama relawan lingkungan Surabaya Selatan di Karangan, Sawunggaling, Selasa malam (12/6/2018).

"Kenapa gak kemarin-kemarin, kalau kemarin masih urusi teroris," ungkap Risma sambil tersenyum.

Ia kembali mengatakan saat ini banyak pemimpin yang pintar tetapi tidak ada yang mau belajar dan mendengar serta peduli pendidikan.

"Saya kenal banyak bupati, walikota tapi tidak banyak yang mau mendengar. Beda dengan Mbak Puti, beliau selalu bertanya, belajar dan mengakui kalau terus belajar. Tidak banyak, calon pemimpin seperti ini. Makanya, jenengan jangan sampai salah pilih," katanya.

Saat ini sosok pemimpin yang dibutuhkan adalah yang mau mendengar dan belajar serta bekomitmen pada pendidikan anak.

Kenapa pendidikan anak, Risma mengaku sebuah pembangunan kota tidak ada artinya jika generasi penerus tidak bisa sekolah karena tingginya biaya.

"Pemimpin sekarang saatnya mendengar, kalau pemimpin banyak bicara tidak mendengar susah, mlaku sak karepe dewe, karena mereka merasa sudah dipilih dan sudah jadi,"

"Saya tidak akan rela dan bisa hidup tenang jika sampai anak anak Surabaya tidak bisa sekolah. Makanya saya turun gunung karena Gus Ipul dan Mbak Puti mau mendengar dan berkomitmen akan menggratiskan SMA/SMK. Jika APBD Provinsi Jatim tidak mampu, akan diserahkan ke Pemkot maupun Pemkab yang mampu. Jangan lupa nomor dua yang sebelah kanan," kata Risma. (bid/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.