ROAD TO GRAHADI

Gus Ipul-Puti Adopsi Pahlawan Ekonomi, Risma: Jangan Lupa Coblos Nomor 2

Laporan Zumrotul Abidin | Kamis, 14 Juni 2018 | 10:58 WIB
Tri Rismaharini saat turun gunung mengkampanyekan Gus Ipul-Puti di depan ratusan warga Wonokusumo Kidul, Rabu (13/6/2018) malam. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim nomor urut 2 akan mengadopsi pemberdayaan ekonomi warga seperti Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda yang sukses diterapkan Pemkot Surabaya.

Hal itu dinyatakan Tri Rismaharini saat turun gunung mengkampanyekan Gus Ipul-Puti di depan ratusan warga Wonokusumo Kidul, Rabu (13/6/2018) malam.

"Saya perlu katakan kalau Gus Ipul dengan Mbak Puti sudah bilang ke saya akan mengadopsi Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda dalam pemerintahannya kelak," kata Risma.

Hal itu kata Risma, membuktikan kalau Gus Ipul-Puti sosok pemimpin yang mau mendengar dan berkomitmen terhadap ekonomi kerakyatan.

"Mbak Puti sudah bilang ke saya akan mengadopsi dua program pemberdayaan masyarakat untuk dikembangkan di Jawa Timur," ungkapnya.

Sedangkan Gus Ipul lanjut Risma, berkomitmen akan menggratiskan SMA/SMK dan akan mengembalikan pengelolaannya ke Pemkab/Pemkot yang mampu mengelola jika APBD Provinsi tidak mencukupi.

"Saya bilang ke Gus Ipul jika pendidikan salah satu cara memangkas kemiskinan struktural dan beliau menyanggupi," kata Risma.

Oleh karena itu, Risma minta warga untuk tidak salah memilih pemimpin. Menurutnya, pemimpin yang baik adalah mau mendengar dan berkomitmen kuat.

"Gus Ipul mau mendengar, Mbak Puti mau belajar. Jadi nanti jangan lupa pilih nomor dua Gus Ipul-Puti dan saat nyoblos pilih sebelah kanan," kata Risma yang disambut yel yel warga dengan mengacungkan dua jari. (bid/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.