ROAD TO GRAHADI

Inilah Inovasi Debat Publik Terakhir Pilgub Jatim 2018

Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 23 Juni 2018 | 10:50 WIB
Ilustrasi. Debat Publik kedua Pilgub Jatim 2018 berlangsung di Gedung Dyandra Convention Center, Surabaya, Selasa (8/5/2018). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Debat Publik ketiga atau terakhir Pilgub Jatim 2018 siap dilaksanakan nanti malam, Sabtu (23/6/2018), pukul 19.00 WIB, bertempat di Gedung Dyandra Convention Center, Surabaya.

Dalam debat yang bertema "Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik" kali ini, terdapat beberapa inovasi debat yang disusun oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur.

"Kita tidak ingin masyarakat Jawa Timur bosan, makanya debat pertama, kedua, dan ketiga kita mengupayakan inovasi dan perubahan, harapannya tidak hanya bersifat tontonan tapi juga menarik masyarakat Jawa Timur," kata Gogot Cahyo Baskoro Divisi Hubungan Partisipasi Masyarakat dan Sosialisasi KPU Jatim kepada Radio Suara Surabaya, Jumat (23/6/2018).

Terdapat beberapa perbedaan dalam debat ketiga kali ini menurut Gogot. Pertama, dalam segmen 6 akan dimasukkan local wisdom, sehingga kedua paslon akan mendapat pertanyaan dan harus menjawab dengan bahasa Jawa Timuran.

"Jadi salah satu pertanyaan dari masyarakat Jatim akan dibacakan oleh moderator dalam bahasa Jawa Timuran, bisa dijawab oleh calon gubernurnya, cawagubnya, boleh dua-duanya," kata Gogot.

Menurut Gogot, sebelumnya teknis local wisdom dalam debat ketiga ini telah disosialisasikan kepada para tim kampanye, dan mereka menyetujui. Menurut mereka, dengan model seperti ini bisa membuat debat semakin menarik. Apalagi mengingat waktu yang disediakan untuk menjawab dengan bahasa Jawa Timuran tidak lama, yakni hanya 1 menit 30 detik.

Ia juga menyampaikan, bahwa rencana awal pertanyaan pada segmen 6 akan disampaikan oleh Cak Kartolo sebagai representasi tokoh budaya Jawa Timur. Namun rencana itu terhalang karena Cak Kartolo berhalangan hadir.

"Kita sebenarnya meminta tolong salah satu atau tokoh budaya Jatim, Cak Kartolo, yang menyampaikan pertanyaan dengan bahasa Jatim. Namun (Cak Kartolo, red) berhalangan hadir karena ada event lain," tambahnya.

Selain bahasa Jawa Timur, inovasi yang lain adalah teknis pengundian yang berbeda dari debat Pilgub Jatim pertama dan kedua.

"Dari sisi teknis, pengundian pertanyaan tidak dilakukan secara manual, tapi melalui giant screen yang ada di panggung," jelas Gogot.

Inovasi ketiga dalam debat ini, paslon harus menjawab pertanyaan dari masyarakat. Jadi sebelumnya, KPU Jatim telah mensosialisasikan kepada masyarakat, bahwa masyarakat Jawa Timur dapat menyampaikan pertanyaan kepada kedua paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim melalui email. Dari puluhan pertanyaan yang masuk, KPU menghimpun dan memilah mana pertanyaan yang akan dikeluarkan untuk debat nanti.

"Jadi tim panelis sudah mengkompilasi pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat Jatim. Ada puluhan pertanyaan, lalu nanti beberapa diantaranya akan disampaikan saat pelaksaan debat," ujarnya.(tna/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.