ROAD TO GRAHADI

Enam Segmen di Debat Publik Ketiga Pilgub Jatim 2018

Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 23 Juni 2018 | 11:31 WIB
Dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, di Dyandra Convention Center, Surabaya, Selasa (8/5/2018) malam. Foto: Andri Haryanto Suara Surabaya
suarasurabaya.net - Berbagai persiapan telah dilakukan pihak KPU Jatim untuk mensukseskan Debat Publik ketiga Pilgub Jatim 2018, termasuk melakukan koordinasi dengan semua pihak yang terlibat.

"Rapat koordinasi sudah dilakukan, tim panelis sudah kita bentuk, teknis sudah kita bahas dengan tim kampanye dan tim pelaksaan debat. Begitu juga dengan Polrestabes Surabaya maupun Polda Jatim. Kemarin juga sudah koordinasi dengan wartawan, lokasi juga sudah tersetting," kata Gogot Cahyo Baskoro Divisi Hubungan Partisipasi Masyarakat dan Sosialisasi KPU Jatim kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (23/6/2018).

Menurut Gogot, pada debat ketiga kali ini terbagi menjadi enam segmen yang berbeda dari debat pertama dan kedua. Berikut detail segmen Debat Publik ketiga Pilgub Jatim 2018:

Segmen 1 : Kedua paslon akan memaparkan visi-misi masing-masing paslon jika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2019-2024.

Segmen 2 :Kedua paslon melakukan penajaman visi-misi berdasarkan pertanyaan yang disampaikan panelis. Masing-masing paslon menjawab secara bergantian.

Segmen 3 : Panelis memberikan pertanyaan studi kasus kepada kedua paslon. Pertanyaan disampaikan oleh moderator dan dijawab secara bergantian.

Segmen 4 : Moderator akan membacakan pertanyaan dari masyarakat yang ditampilkan di layar panggung. Pertanyaan yang telah dikumpulkan dan dipilih itu kemudian harus dijawab oleh masing-masing paslon. Sebelumnya, KPU Jatim telah mensosialisasikan kepada masyarakat, bahwa mereka dapat memberikan pertanyaan kepada cagub dan cawagub Jatim pada debat publik ketiga.

Segmen 5 : Kedua paslon diberi kesempatan untuk saling berinteraksi satu sama lain, dengan melontarkan pertanyaan dari lawan. Lama penyampaian pertanyaan dan jawaban harus mentaati batasan waktu yang ada.

Segmen 6 : Kedua paslon akan mendapatkan pertanyaan dengan bahasa Jawa Timuran dan diharuskan menjawab dengan bahasa Jawa Timuran pula. Waktu yang disediakan untuk menjawab yakni 1,5 menit, yang kemudian diakhiri dengan closing statement oleh masing-masing paslon.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengerahkan 800 personel untuk mengamankan debat ketiga yang bertema "Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik" ini.

Meskipun begitu, Gogot mengaku pada debat kali ini, masyarakat lebih diberikan kelonggaran dibanding debat sebelumnya. Sebelumnya, panpel hanya mengizinkan tim kampanye yang memiliki undangan, yang berjumlah 156 undangan bagi masing-masing tim, yang diperbolehkan masuk Dyandra Convention Center, Surabaya. Namun kali ini, panpel memberikan kesempatan bagi 100 tim penggembira untuk datang ke Dyandra. Tim penggembira ini nantinya akan ditempatkan di samping halaman parkir gedung.

Beberapa syarat memasuki Dyandra saat debat nanti salah satunya diharuskan memakai seragam. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pihak keamanan melakukan identifikasi.

Para peserta yang datang juga diberbolehkan membawa alat musik, namun tidak diperbolehkan membawa sound system. Begitu juga dengan perlengkapan lain seperti bendera. Mereka diperbolehkan membawa bendera asalkan bendera bertiang, sehingga tidak menyenggol peserta yang lain.

Gogot juga menyebut, karena keterbatasan gedung, panitia hanya menyediakan 156 undangan bagi masing-masing timses. Sebanyak 156 undangan itu diantaranya 6 tim ahli, 20 undangan VIP dan 130 undangan Reguler.

"Karena keterbatasan Dyandra, kita kasih batasan yang cukup ketat. Tim kampanye masing-masing 156 undangan, terdiri dari 6 tim ahli, 20 VIP, 130 undangan reguler. VIP kita serahkan ke tim kampanye dan paslon, mau diiisi keluarga atau pimpinan parpol, silahkan," tambah Gogot.

Dari segi teknis tata panggung, ia mengaku bahwa KPU Jatim tidak mengeluarkan biaya sepeser pun demi tata kelola dan setting panggung. Panggung megah yang ditaksir hingga seratus juta lebih ini, kata Gogot, pembiayaannya ditanggung oleh pihak media televisi. Baik dari perlengkapan panggung, layout, lighting, penataan maupun pengambilan gambar.

"Kita bekerjasama dengan para media partner itu free. KPU tidak mengeluarkan 1 rupiah pun untuk keperluan panggung dan sebagainya. Seratus juta itu yang backup teman-teman televisi, baik debat pertama kedua maupun ketiga," kata Gogot.

Pada siang nanti, Sabtu (23/6/2018), pukul 13.00 WIB, baik KPU Jatim sebagai pihak penyelenggara, Dyandra sebagai pemilik venue maupun para tim kampanye kedua pasangan calon akan melakukan Gladi Resik terakhir sebelum debat dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB.(tna/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.