ROAD TO GRAHADI
Pilgub Jatim 2018

Gelak Tawa di Debat Bahasa Jawa

Laporan Zumrotul Abidin | Sabtu, 23 Juni 2018 | 22:47 WIB
Dua Paslon Khofifah-Emil dan Gus Ipul-Puti mengakhiri debat dengan saling bersalaman dan berpelukan. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sesi terakhir dalam Debat Publik Pilgub Jatim ketiga cukup menghibur pendukung pasangan calon maupun undangan dan para awak media di Dyandra Convention Center. Sebab, dalam pertanyaan yang menggunakan bahasa jawa itu, kedua Paslon tampak terbata-bata campur aduk antara menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.

"Kepiye usahane sampean kanggo nyengkuyung rembukan sing penak antarane pemberintah, swasta, soko upaya penyiapan respons lan pemulihan sakwise ono bencono. monggo dijawab kalian pasangan Gus Ipul lan Mbak Puti," ujar Brigita Manohara Moderator Debat yang membacakan pertanyaan untuk Paslon Nomor urut dua.

Gus Ipul pun langsung berdiri dan menjawab dengan terbata-bata karena harus menggunakan bahasa jawa alus atau kromo inggil.

"Poro bapak ibu sedoyo engkangkawulo mulyaaken. Kulo bersyukur Jatim niki gadah katah pihak swasta ingkang kerso ndamel pelayanan bencana yang bekerjasama kalih Pemprov Jatim. Swasta-swasta ini punya hubungan sing cedek kalih pemerintah. Tiga bulan sepisan kumpul, koordinasi membahas macem-macem yang bisa didamel antisipasi nek wonten bencana," jawab Gus Ipul yang mengundang gelak tawa penonton debat.

"Kulo lan panjenengan pirso, katah daerah sing rawan bencana neng Jatim niki. Untuk itu perlu mitigasi bencana, pemerintah mboten saget ijenan perlu ngajak swasta, alhamdulilah koordinasinya selama ini baik," kata Gus Ipul mengakhiri di sisa waktu habis.

Gus Ipul juga tampak tertawa lepas setelah menjawab sambil berbicara dari jauh dengan lawannya Khofifah-Emil, dan Khofifah-Emil juga tampak tertawa hangat ke Gus Ipul.

Kesulitan menjawab pertanyaan dengan bahasa Jawa ini ternyata juga dialami Khofifah. Khofifah-Emil mendapat pertanyaan terkait solusi sinkronisasi data untuk menyelesaikan masalah rakyat Jatim agar tidak tumpang tindih.

"Kepiye carane sampean ngatasi masalah data kanggo dukung pemerintahan sing apik? Monggo dijawab Ibu Khofifah lan Mas Emil," ujar Brigita membacakan pertanyaan untuk Khofifah-Emil.

Khofifah pun bersiap menjawab dengan kepercayaan diri. Meskipun juga mengalami kendala campur aduk antara bahasa jawa dan Indonesia.

Meniko pertanyaan yang sangat penting. Dinten meniko sesungguhnya di banyak negoro-negoro lintu sampun milahi industri 4.0, lha meniko sedatos ipun antawisipun bilih sedanten kedahipun sektor-sektor data dipun integrasikan," kata Khofifah.

Keseruan ini menjadi hiburan sekaligus mencairkan suasana bagi kedua Paslon dan pendukung yang selama masa kampanye dan debat sebelumnya sering bersaing agak panas.

Setelah sesi ini, kedua Paslon diminta menyampaikan closing statement untuk mengakhiri masa kampanye Pilgub Jatim, karena mulai Minggu (24/6/2018) adalah waktunya masa tenang dan habisnya masa kampanye. (bid/rst)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.