ROAD TO ISTANA

Sosok di Balik Kartun-Kartun Jokowi

Laporan Agung Hari Baskoro | Minggu, 09 Desember 2018 | 17:35 WIB
Hari Prast (kiri) menjelaskan kartun-kartun ciptaan "Karya adalah Doa" situas ilustrasi yang dia buat di acara Jokowi Millenials Festival di Surabaya pada Minggu (9/12/2018). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Jokowi Presiden beberapa kali memposting ilustrasi dirinya dalam bentuk kartun di akun resmi Instagramnya. Tapi siapa sebenarnya pencipta karya-karya kartun itu?Dia adalah Hari Prast, seniman visual yang namanya melambung setelah kartun-kartun karakter Jokowi dipakai orang nomor 1 di Indonesia itu.

Melalui "Karya adalah Doa", situs ilustrasi ciptaannya, Hari Prast konsisten membuat karya-karya dengan tema Jokowi sesuai dengan isu yang sedang bergulir.


Salah satu ilustrasi kartun kreasi dari Karya adalah Doa. Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Awal karya-karya ciptaannya masuk ke instagram milik Jokowi setelah tim sosmed Jokowi merasa membutuhkan hal baru. Mereka merasa bosan dengan konten yang berisi foto saja. Dari situ, ternyata mereka cocok dengan ilustrasi garapan Hari Prast di situs "Karya adalah Doa."


Salah satu ilustrasi kartun kreasi dari Karya adalah Doa. Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Kini setelah Jokowi menjadi Calon Presiden nomor urut 01, Hari Prast sering disebut Pendukung bahkan Tim Sukses Jokowi. Menanggapi itu, dia santai menyebut bahwa dia ingin mengajarkan kepada semua orang untuk tidak takut berpihak.

"Kayak main bola. Kita harus menentukan fans kita siapa. Tapi dengan cara yang tidak harus menghujat. Tidak usah takut. Tapi berani bergaya positif," kata Hari ketika ditemui di acara Jokowi Millenials Festival di Surabaya, Minggu (9/12/2018).

Dia menjelaskan, keberpihakannya kepada Jokowi karena menurutnya calon presiden nomor urut satu itu memiliki kesamaan visi yang sama dengan dirinya dalam bekerja.

"Sebenarnya, pilihannya kan dua. Saya orangnya suka praktek. Saya tidak banyak omong. Ya udah kerjain, kerjain. Nah aku rasa beliau juga melakukan hal itu. Karena ada kesamaan visi," ujarnya.

Ditanya tentang pendapat anak (industri) kreatif terlibat dalam kontestasi pilpres, baginya pilpres adalah pesta demokrasi yang selalu ada 5 tahun sekali. Menurutnya, anak kreatif belum banyak yang melirik. Padahal baginya, pilpres akan lebih menyenangkan jika banyak anak muda kreatif terlibat. (bas/tin)
Editor: Denza Perdana



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.