ROAD TO ISTANA

Petani Blora Minta Sandiaga Uno Buat UU Pangan dan Berantas Mafia Impor Pangan‎

Laporan Muchlis Fadjarudin | Jumat, 11 Januari 2019 | 17:42 WIB
Sandiaga Uno Cawapres 02, di acara dialog dan ramah tamah dengan lima perwakilan desa se-Kecamatan Blora di Villa Desa Soko, Jepon, Blora, Jumat (11/1/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Anton Sudibyo meminta Sandiaga Salahuddin Uno membuat Undang-undang pangan agar tidak dikendalikan mafia yang selalu berorientasi impor dan mematikan petani Indonesia. Hal ini dikemukakan Anton di acara dialog dan ramah tamah dengan lima perwakilan desa se-Kecamatan Blora di Villa Desa Soko, Jepon, Blora, Jumat (11/1/2019).

Anton yang nerupakan petani tebu juga mememinta ada moratorium impor gula termasuk meminta pencabutan kartu tani yang lebih banyak merugikan ketimbang menguntungkan.

"Petani tebu bisa mati dengan mata mendelik, Pak, kalau impor gula terus dilakukan. Mumpung ada Pak Sandi, saya juga minta pencabutan kartu tani, tambah kuota pupuk bersubsidi dan harga giling tebu di tahun depan dengan sistim beli putus seharga Rp70 ribu per kwintal," kata Anton.

Sandi mengaku dia sudah menandatangani kontrak politik dengan para petani Tebu di Lumajang. Salah satunya adalah stop impor dan memberantas mafianya.


"Dalam berbagai kesempatan saya selalu mengatakan stop impor pangan saat petani panen. Pelemahan ekonomi juga akibat impor yang menggila. Seolah Indonesia tidak punya sumber daya alam dan sumber daya manusia. Petani, nelayan mengeluhkan soal impor ini. Keluhan yang sama terus saya peroleh dari seribu titik lebih yang saya datangi di seluruh pelosok Indonesia," terang Sandi.

Menurut Sandi, Inshaa Allah jika 2019 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno terpilih menjadi pelayan rakyat, akan mengubah kebiasaan lama ini. Yakni stop impor dan utang.

"termasuk memberantas mafia pangan dan impor, dan memenuhi harapan Pak Anton dan seluruh petani dan rakyat Indonesia," janji Sandi.(faz/dim/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.