SS home | SS greeting | SS terima kasih | SS anugerah| SS galeri | SS momen


SS tempodoeloe
MENGATUR KOMPOSISI
SS Menu
  • SS Sejarah
  • SS Khalayak
  • SS Event
  • Untung Ada SS

  • SS Jingle
  • SS - 30 Tahun
  • SSFM 100 - Country
  • SS-Anytime, Anywhere
  • SS Today
  • SSFM 100

  • SS galeri

    CANDA GUS IPUL WAGUB JATIM
    arsipSS galeri


    Kirim Ucapan HUT SS
    Test GT
    http://google0123.com/
    Dari: ,
    holabrom5@mail.ru
    15th aku akrab dgmu
    Tetap sebagai "DPR" secara de facto
    Dari: Fauzi abd lathif, Babat lmg
    uzziealfie@yahoo.co.id
    Selamat Ulang Tahun Radio Suara Surabaya Yang Ke 30
    Selamat Ulang Tahun Radio Suara Surabaya Yang Ke 30 > Semoga Semakin Interaktif,Inovatif,Edukatif,Berwawasan Maju dan selalu memberikan Informasi yg akurat,terdepan untuk membantu warga Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya.Semoga para Penyiar & Kru selalu diberi kesehatan & panjang umur oleh Allah SWT. Sukses & Jayalah selalu diudara Radio Suara Surabaya.
    Dari: Lutfi Affandi, Gresik
    Loedvy@gmail.com
    selamat ulang tahun
    Semoga limpahan berkah serta hidayah dari Allah SWT dan pahala dari Allah SWT untuk seluruh crew SS tidak pernah putus..... jasa-mu bagi warga Surabaya khususnya dan Jatim umumnya sangatlah besar
    Dari: Bayu Indrawan, sidoarjo
    bayu_indra1@yahoo.co.id
    Terus Melangkah untuk Masyarakat Madani
    28 tahun bukan waktu yang singkat untuk berproses. Juga bukan waktu yang lama untuk selalu berbenah, karena selalu dikejar oleh waktu dan keinginan. Selamat Ulang tahun yang ke 28 "SS". Terus melangkah memberikan yang terbaik untuk terwujudnya masyarakat madani..
    Dari: Kru Radio Publik Lokal Suara Jombang, Jombang
    suarajombang_fm@yahoo.co.id
    Met Ultah
    Inget pertama kali denger radio SS FM Stereo,,,, real stereo..di Surabaya awal tahun 84 belum ada iklan...Sukses..selalu..
    Dari: Masirul, Solok Sumbar
    masirulmk@gmail.com
    gretting
    Selamat Ulang Tahun Suara Surabaya ke 28. jangan pernah mati membangun kota, membangun Provinsi, membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    Dari: Lutfi, Surabaya
    eiftoel@yahoo.co.id
    Jdlah yg Terbaik diantara yg Baik
    Hepi Besde SS semoga selalu menjadi acuan dan terbaik dalam menyajikan berita. Semoga terus melakukan perbaikan untuk menjadi yang lebih baik baik dalam pelayanan dan penyajian.

    Salam Sukses buat semua kru yg sudah bekerja keras.
    Dari: Fendi Ahmad, Surabaya
    cakfendi_ahmad@yahoo.com
    Ucapan Selamat ber-ULTAH yg ke - 30
    Salam SS,
    Perkenankan saya beserta kluarga di Mamuju - Sulawesi Barat mengucapkan selamat MILAD kepada SS yg ke 30..... Diusia yg sudah memasuki kepala 3, SS tentu semakin dewasa untuk selanjutnya menggapai masa kemapanan, utk itu harapan kami semoga SS semakin berinovasi dalam program, semakin kritis, semakin cerdas dan semakin dekat dihati para pendengar dan lingkungannya......... Aamiiin !!!
    Dari: Ali Usbah (Asli Lamongan), Mamuju - Sulawesi Barat
    usbaha@yahoo.co.id
    28.. Mature..Professional..High Quality.. Happy Birthday :)
    Happy Birthday for SS.. It's already 28.. For some people, 28 is a golden year.. They can be more productive and they can get lots of achievement.. It's the same as SS.. Till this day, SS has already had so many achievement.. SS becomes more professional and always gives its best quality to all listener.. Congratulations SS for the 28th birthday.. Always be the best..
    Dari: Patrisia Made, Sidoarjo
    diamond_eyes892000@yahoo.com


    SS Khalayak

    30 Juni 2008, 17:30:42

    TRI RISMA HARINI
    Yang Marjinal Bisa Bicara
    suarasurabaya.net| “Ada dalam satu waktu khusus, kelompok masyarakat yang termarjinalkan itu bisa bicara dan aku bisa mendengar,” itulah harapan Ir. TRI RISMA HARINI, MT Kepala Badan Perencana Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya.

    Memasuki ruangannya, suarasurabaya.net melihat tumpukan berkas dan dokumen di meja kerjanya. Karena masih melayani wartawan media lain, suarasurabaya.net pun menunggu di kursi yang memang disediakan untuk tamu.

    Kesan yang didapat suarasurabaya.net bahwa wanita ini sosok yang vokal dan berani semakin kuat ketika mendengar suara nyaring sambil sesekali terdengar tawa renyahnya.

    Tak lama kemudian, RISMA-demikian ia biasa dipanggil menjawab pertanyaan demi pertanyaan dengan ramah.

    Sekitar 2002, namanya mulai dikenal di udara. Saat itu, ia masih menjadi Kepala Bagian Bidang Pembangunan. Banyak masyarakat yang memberikan komplain dan usul ke SS terkait dengan masalah pembangunan. Disitulah RISMA mulai masuk dan aktif merespon.

    Tapi, momen yang paling diingat adalah ketika ia mengundurkan diri dari posisi tersebut sekitar tahun 2004. Diceritakannya, awalnya ia minta ke Walikota untuk mengundurkan diri. “Waktu itu posisiku di Cina, terus Pak Wali waktu itu gak ngizinkan aku sudah beberapa kali ngomong. Pak, aku declare ke masyarakat. Silahkan (kata Walikota, red),” kisahnya. RISMA pun menyatakan pengunduran dirinya melalui SS.

    Dimanapun posisi RISMA, kecepatan dan ketepatannya dalam merespon selalu bisa diandalkan. Beberapa kali ia on air ke SS, baik dengan atau tanpa undangan dari radio ini. Setiap ada persoalan masyarakat yang berhubungan dengan bidang yang ia tangani, ia tidak pernah ’pelit’ informasi. Bahkan, bisa dikatakan SS adalah tempatnya curhat. Sejak ia menjadi Kepala Bagian Pembangunan (2002-2005), Kepala Balitbang Pemkot Surabaya (2005), Kadis Kebersihan dan Pertamanan (2005-2007)hingga kini didaulat menjadi Kepala Bappeko Surabaya (2007-sekarang), keaktifannya tidak pernah pudar.

    Bagi RISMA, keberaniannya bersuara, merupakan bagian dari perannya sebagai pelayan masyarakat. Tugasnya pejabat kan pelayan masyarakat, demikian ia berdalih soal keaktifannya.”Apa yang mau dikerjakan pelayan dan apa yang diinginkan tuannya-masyarakat, itu kan aku harus sampaikan. Terutama kalau ada komplain-komplain, kalau aku bisa bantu, ya tak bantu,” ungkapnya pada suarasurabaya.net, Jumat (06/06/2008).

    Apakah ia pernah mendapat teguran dari atasan karena terlalu vokal? “Gak ada. Pak Wali sangat demokratis,” jawabnya.
    Bahkan, RISMA sendiri tidak merasa sebagai pejabat, sehingga ia pun tidak merasa berat untuk bersikap terbuka.

    Untuk Middle dan Bottom

    Terkadang antara Pemerintah dan masyarakat terjadi gap. Karena itu ia memandang SS bisa menjadi jembatan untuk mengetahui dan menampung keinginan masyarakat.

    Hanya saja, meski SS bersegmen menengah ke atas, namun harusnya SS bisa memberikan tempat untuk kalangan bawah. “Cuma mungkin disini tatarannya yang tak lihat penggemar-penggemar SS itu middle up. Yang tak cari jalan itu bagaimana aku juga bisa mendengar yang bottom bahwa kelompok bawah ini bisa memberi akses itu,” ujarnya.

    Memang, pendengar SS yang middle biasanya memiliki wawasan yang sangat luas dan bisa mengcover keinginan kalangan bawah, baik secara teoritis maupun pengalaman bisa diterapkan masyarakat bawah. Tetapi rasanya belum lengkap jika tidak mendengarkan langsung dari kalangan bawah.

    RISMA berharap disediakan satu waktu khusus agar kelompok masyarakat yang termarjinalkan itu bisa bicara dan bisa didengar. “Enak, denger aja dapat input,” tukasnya seraya tersenyum.

    Ngapain Mesti Takut

    Meski demikian, respon kalangan pejabat juga tidak semuanya positif. Bisa jadi, mereka menganggap apa yang disampaikan masyarakat lewat SS tidak mewakili keinginan masyarakat secara keseluruhan. Namun, bagi RISMA, suara-suara yang disalurkan SS dijadikan sebagai input dalam proses pelaksanaan pekerjaannya.



    Suara-suara tersebut, imbuh RISMA bisa menjadi ide, wawasan, atau ekplorasi, bahkan dijadikan cambuk bagi pemerintah atau pejabat untuk bekerja lebih baik.

    Gara-gara terbukanya SS dengan suara masyarakat, muncul image yang menyatakan bahwa SS ditakuti oleh kalangan pejabat di pemerintahan. RISMA pun tak memungkiri, jika image itu sudah menyebar di kalangan birokrat.

    Tapi, toh, ia bergeming. “Aku gak pernah takut. Kalau mesti iya, akuin aja iya,” tegasnya.

    “Saya bilang gak ada orang yang sempurna di dunia ini, kan? Jadi kalau iya, dianggap masukan, lain kali gak ngulang. Kalau nggak ya dianggap ternyata ada yang bisa menerima sini (pejabat,red)dan saya juga punya hak bicara, kan, kalau itu memang tidak betul,” jelasnya.

    Itulah yang seringkali ia sampaikan lewat SS. Jika ada yang tidak benar, menjadi kewajibannya untuk mengudara dan menjelaskan bagaimana yang benar.”Jadi, ngapain mesti takut?” ujar ibu 2 anak ini.

    Semua Terakomodir

    Menurut RISMA, SS sekarang lebih lengkap. Sampai mampu mengambil narasumber dari Jakarta. Tapi, yang diinginkan lulusan Magister Pembangunan Kota ITS ini, suatu saat bisa mendengarkan lebih banyak pihak. Misalnya bicara soal PKL. “Sebetulnya apakah PKL aja yang diwawancarai? Tetapi bagaimana orang yang di belakang rumah yang ditempati PKL? Itu kan juga kita perlu dengar,” usul wanita kelahiran Kediri ini.

    Diakui RISMA, hal itu terkadang sudah diakomodir oleh SS, tapi kadang-kadang belum. Mungkin juga orang-orang itu takut untuk diwawancara, ini juga harus dipikirkan oleh SS. Bagaimana agar mereka tidak takut berhadapan dengan media.


    Secara keseluruhan SS sudah mengakomodir bermacam-macam keinginan masyarakat. Yang menjadi tugas SS adalah membuat agar orang-orang di pemerintahan tidak phobi dengan FM 100. “Ya, memang rasanya gak enak (dikomplain masyarakat, red), tapi kita coba dekatkan supaya program-program pemerintah itu jalan,” kata RISMA.

    Seringkali yang terjadi adalah masyarakat tidak tahu cara mengakses fasilitas yang disediakan oleh pemerintah. Seperti kasus siswa yang putus sekolah. Padahal pemerintah sudah menyiapkan dana untuk itu, tapi masyarakat tidak tahu harus mengakses kemana. Sebenarnya, hal semacam ini menjadi misi sosial yang perlu disampaikan.

    Dianggap Sok Tahu

    Walaupun terkenal vokal, tapi ia mengaku tidak pernah mendapat kritikan tajam dari masyarakat, terutama dari pendengar SS. Bagusnya di SS, kata RISMA, kadang-kadang pendengar bisa bertemu meski hanya lewat udara. Sehingga para pendengar tahu tujuan dan wawasan RISMA sebagai pejabat eselon II. Sehingga, kritikan-kritikan bisa diminimalisir.

    Pernah suatu saat ia ke sebuah radio. Disana ada pendengar yang menyebutnya ‘sok tahu’, karena RISMA dianggap seolah-olah tahu semua hal. “Kayak jadi superman, semua tahu,” kata pendengar kala itu.

    “Padahal di posisi saya kayak Kabag pembangunan, kayak Bappeko-cuma waktu itu kan diimplementasi sekarang
    iplanning-memang harus tahu semuanya. Ya, mungkin saya tidak tahu secara detil, tapi secara makronya saya harus tahu,” kilahnya.

    Penyambung Lidah

    SS, dianggap RISMA sebagai penyambung lidah. Ia ingat ketika suatu hari berbicara soal penanganan banjir yang untuk itu dibutuhkan Rp 6 trilyun. “Kemudian ada yang bilang saat itu, wah itu biar Bu RISMA gak dikritik,” cerita RISMA.

    RISMA pun menjelaskan akar persoalan bahwa dana sebesar itu bukan hanya untuk menanggulangi banjir tapi juga untuk pengelolaan dan pemanfaatan air yang sudah dianugerahkan Tuhan untuk manusia. Alhasil, SS menjadi wadah untuk membahas dan mengupasnya secara tuntas, hingga dapat dipahami oleh semua pihak.

    Dalam rangka 25 tahun, RISMA tak lupa untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada SS. “Semoga visi, misi, tetap dijaga. Bagaimana menyalurkan aspirasi masyarakat tetap terjaga,” pesannya.

    Teks Foto:
    1. TRI RISMA HARINI.
    2. Di tengah tumpukan pekerjaannya.
    3. TRI RISMA sering berdiskusi dan bertukar wawasan dengan DODDY WAHYU WIDODO Direktur Usaha SS Media.
    Foto: GITA dan IPING suarasurabaya.net

    kirim berita

    SS Khalayak lain
  • 30 Juni 2008, 20:01:57
    Cak KADAR:
    SS Hidupkan Lagi Arek Suroboyo
  • 30 Juni 2008, 19:53:48
    Awalnya Tidak Setuju Ada SS
  • 30 Juni 2008, 19:51:54
    Bincang Otomotif Berawal dari Iklan
  • 30 Juni 2008, 19:50:37
    JA’FAR TRIKUSWAHYONO
    'Kecolongan', Dengar Duluan dari SS
  • 30 Juni 2008, 19:43:00
    Tanya PMI ke SS
  • 26 Juni 2008, 19:45:35
    SS Ciptakan Two Way Communication
  • 25 Juni 2008, 19:30:31
    AHMAD JABIR:
    Hubungan dengan SS Lahir Batin
  • 25 Juni 2008, 16:17:10
    Lurahe SS:
    SS Jadi Obat Kekesalan
  • 25 Juni 2008, 12:17:29
    BAMBANG SUGENG:
    Usul Putar Lagu Kelas Bawah
  • 22 Juni 2008, 18:38:05
    Corporate Speaker PLN Jatim:
    Narasumbernya Jangan Itu-itu Saja


  • copyright 2008 suarasurabaya.net, all rights reserved.
    kontak redaksi |