SS home | SS greeting | SS terima kasih | SS anugerah| SS galeri | SS momen


SS tempodoeloe
RUANG REPORTER
SS Menu
  • SS Sejarah
  • SS Khalayak
  • SS Event
  • Untung Ada SS

  • SS Jingle
  • SS - 30 Tahun
  • SSFM 100 - Country
  • SS-Anytime, Anywhere
  • SS Today
  • SSFM 100

  • SS galeri

    CANDA GUS IPUL WAGUB JATIM
    arsipSS galeri


    Kirim Ucapan HUT SS
    berita kehilangan
    telah hilang sebuah dompet warna coklat berisi
    uang Atm,Sim,Ktp diarea bioskop galaxi mall bagi
    yang menemukan harap mengembalikan surat2
    diatas bagi yang mengembalikan saya ucapkan
    trimaksh..
    Dari: meytha beiya, surabaya rungkut pindok chandra atau cemako lestari indonesia dinoyo 63 depan telkom
    richochristian@yahoo.com
    Mendunia
    HBD SS ke 30 moga MENDUNIA
    Dari: Chusairi Ali, Gresik
    jhony.indo.ardek@gmail.com
    selamat ulang tahun ke-28 SS-ku
    Selamat ulkang tahun ke-28 Suara Surabaya, janganlah lelah menyuarakan apa yang seharusnya diketahui, apalagi meyembunyikannya. Biarlah tetap terbuka sehingga tidak ada dusta diantara kita... SS teruslah menjadi sumber pertama dan utama penyedian informasi akurat, cepat terpercaya bagi siapapun yang membutuhkan informasi....sukses dan jaya selalu

    Kepala Bagian Penerangan Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI AL Mayor Laut (KH) Rohman Arif email:penkobangdikal@yahoo.co.id
    Dari: rohman arif, surabaya
    penkobangdikal@yahoo.co.id
    hbd ss fm100
    selamat ulang tahun ss fm100__semakin menyatu dengan masyarakat__semakin membumi__semakin berani___sukses ss!!___[buka banned akun fb Q donk...reinhardhartono].
    Dari: ezhahartono, Lumajang
    ezhahartono@yahoo.com
    semoga tambah jaya diudara
    ??????????? ????? ???th?å? ??????????
    ???????????????????? ??sh ? ?LL ?' ?est ?????????????????????????
    ???????????????? ????????????????????????????????????????
    •????? ß?Šą? •?•
    ??g?:
    ? ?anjang ?mur
    ? Šiberikan ?esehatan
    ? ?urah ?ezky
    ? ?ukses ?lalu
    SelaLu jaya Di Udara dgn Info" yg lebih bermanfaat
    ?»?•???•?? ??????•?????????????????????N????•?????• ???•???«??
    Dari: mus muryanto, surabaya
    musmuryanto@ymail.com
    gretting
    Selamat Ulang Tahun Suara Surabaya ke 28. jangan pernah mati membangun kota, membangun Provinsi, membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    Dari: Lutfi, Surabaya
    eiftoel@yahoo.co.id
    Dirgahayu ke-28 Radio Suara Surabaya
    Semoga semakin berjaya di udara,
    bermanfaat bagi segenap masyarakat...
    Di samping menjadi media komunikasi
    antar unsur masyarakat dan pemerintah,
    peran SSFM untuk melontarkan issue
    strategis yang akan dapat membawa
    kemaslahatan kiranya layak
    dipertimbangkan...
    Memasyarakatkan gaya hidup ramah
    lingkungan adalah salah satu materi yang
    kami usulkan dalam hal ini..
    Semoga dengan ajakan bergaya hidup
    ramah lingkungan akan bertambah peran
    SSFM dalam berperan aktif membangun
    bangsa ini ... Selamat !!!
    Dari: Pengelola Ekowisata Perum Perhutani Unit II Jawa Timur, Surabaya
    wwjatim@gmail.com
    29thn.
    Selamat dan sukses selalu SSFM100. Meraja diUdara, meraja diHati, meraja diKarya,... Dahsyattttttt.
    Dari: Johan Budhie Sava, Malang - Surabaya
    jbsava@togamas.co.id
    Makin Bijak.
    Supaya SS tambah dewasa dan tambah
    adil dalam mengimformasikan beritanya.
    Dari: Ari Ngari, Surabaya
    toro_sbya@yahoo.com
    Met Ultah
    Inget pertama kali denger radio SS FM Stereo,,,, real stereo..di Surabaya awal tahun 84 belum ada iklan...Sukses..selalu..
    Dari: Masirul, Solok Sumbar
    masirulmk@gmail.com


    SS Sejarah

    16 Juni 2008, 16:23:10

    YENNI dan YVONNE
    Penyiar dan Reporter Generasi Pertama
    suarasurabaya.net| Menghadiri 25 tahun SS layaknya membuka kembali lembaran lama saat masih menjadi bagian dari sebuah tim di Suara Surabaya. Meski sampai kapanpun nama-nama yang pernah terukir di udara bersama SS tak akan bisa terlupakan. Karena itu, suarasurabaya.net tak melepas kesempatan meminta beberapa nama yang akrab di telinga kawan-kawan beberapa tahun silam, menceritakan pengalaman mereka bersama SS.

    Penyiar Generasi Pertama

    YENNI SAMPOERNA, sosok ini dikenal kawan-kawan pendengar antara tahun 1984-2000, sebagai penyiar. Pada mulanya, YENNI membawakan acara Musik Top 30 Indonesia yang fenomenal di jaman itu. Sebab, tidak ada radio lain yang memberikan acara serupa.

    Lulus SMA, YENNI bergabung di SS, setelah sebelumnya kawannya, PATRICK JONATHANS (adik ERROL JONATHANS, Direktur Operasional SS Media-- red) terlebih dahulu menjadi penyiar SS. PATRICK kemudian mengajak YENNI untuk bersiaran, karena memang saat itu SS sedang membutuhkan penyiar. YENNI pun masuk sebagai penyiar. Dunia radio kala itu memang belum sepopuler sekarang. YENNI yang tidak memiliki background pendidikan atau pengalaman keradioan pun masuk SS tanpa tes.

    Bagi YENNI, SS bukanlah radio yang asing. Sejak awal berdirinya SS, YENNI sudah jatuh cinta dengan radio yang saat itu masih berada di frekuensi FM 100,55. “Lagu-lagunya enak-enak,” ujar YENNI mengomentari siaran SS yang pada awal kemunculannya masih sering memutar lagu.

    Lagu-lagu yang diputar memang bukan sembarang lagu. Di Surabaya, khususnya sekitar tahun 1987, tidak ada radio yang membuat ranking tangga lagu seperti yang dilakukan SS. Bekerja sama dengan Surabaya Post, SS memilih top 30 lagu Indonesia. Bahkan, diceritakan YENNI, AHMAD DHANI pionir Dewa 19 pernah meminta lagunya diputar di SS dari sebelum dia terkenal hingga dia ngetop.

    Siaran SS di awal kemunculannya, kata YENNI, terbilang santai, karena masih sering putar lagu. Perubahan terjadi ketika ERROL JONATHANS, Direktur Operasional SS Media, menggagas format interaktif dan news. “Perlu penyesuaian yang luar biasa,” ujar YENNI. Hampir semua internal, terutama penyiar SS tidak memiliki latar belakang radio berformat news. Menyadari hal itu, SS pun mendatangkan pelatih-pelatih di bidang radio dari Jakarta, lulusan dari luar negeri, plus kawan-kawan dari Voice of America. Mereka mengajar sekaligus memberikan informasi kepada internal SS bagaimana menjadi jurnalis yang bersegmen news.

    Satu hal yang digembleng SS adalah penyiar harus mempunyai well knowledge. “Harus membaca, melihat dan mendengar. Kalau sama sekali nggak membaca, melihat dan mendengar, kita akan tertinggal,” terang YENNI.

    Di SS, imbuh YENNI, penyiar harus terlihat smart. Setidaknya setara dengan pendengarnya.



    Menurut YENNI, tidak ada kesulitan yang berarti menjadi penyiar SS. Hanya saja, siaran SS bersifat berantai. Setiap penyiar diberi waktu 4 jam untuk siaran, kemudian diteruskan penyiar berikutnya. Nah, penyiar berikutnya ini harus mengetahui kejadian sebelumnya. Para penyiar harus tetap memantau kejadian tiap detiknya, padahal mereka memiliki aktivitas yang lain. Apalagi, di tahun 1998, era reformasi, semua penyiar dan gatekeeper harus kerja nonstop untuk menerima telepon dan up date informasi.

    16 tahun mengudara, menerima dan memberi informasi, tentu YENNI punya pengalaman-pengalaman tak terlupakan. Beberapa diantaranya adalah ketika ada pendengar yang melapor kehilangan mobil. Dan YENNI yang waktu itu bertugas sebagai penyiar, berusaha membantu dengan menghubungi polisi melalui gatekeeper dan menginformasikan kepada pendengar lain. Dalam waktu 1 jam mobil pun berhasil ditemukan.


    YENNI juga pernah secara tidak langsung menggagalkan perampokan. Ceritanya, ada seorang perampok yang akan memasuki sebuah rumah di kawasan Pondok Candra. Si anak empunya rumah bersembunyi di kamar dan menelepon SS, YENNI pun segera menginformasikan kepada semua pendengar terutama yang berada di kawasan rumah korban. Alhasil, para tetangga pun segera keluar dan menyelamatkan rumah si anak.

    YENNI pun merasakan betul kedekatannya dengan pendengar. Pernah suatu saat, seorang pendengar yang mengalami sakaratul maut meminta SS untuk memutarkan lagu ODDIE AGAM yang berjudul Akhirnya. Tidak lama setelah lagu itu diputar, si pendengar meninggal dunia.

    Dikatakan YENNI, penyiar di jamannya, bersiaran dengan hati, tidak sekedar cuap-cuap, hanya sekedar bibir. Yang diterapkan SS adalah menserve dan menolong orang. “Kemanusiaannya luar biasa,” kata YENNI. Aspek inilah yang dirasakan YENNI kurang dimiliki oleh penyiar SS sekarang.

    Disadari YENNI, kemasan siaran sekarang lebih padat dan dibatasi oleh waktu. “Teman-teman dibatasi dengan timing. Padahal radio itu gak boleh kehilangan esensinya. Esensi radio itu personal, seolah-olah saya bicara dengan Anda, face to face. Tapi, karena kepadatan SS yang luar biasa, iklan, informasi dan lain sebagainya, penyiarnya tidak berinteraksi dengan human, kaku gitu sepotong-potong,” jelas YENNI memberikan opininya.

    Berkaitan dengan hal tersebut, YENNI menyampaikan sebuah siaran yang bagus memerlukan jalinan. “Istilahnya seperti kita menyulam. Jangan dipatah-patah, kalau siaran itu harus ada benang yang mengaitkan,” tuturnya. Misalkan, saat gatekeeper membacakan informasi dari pendengar, seringkali penyiar tidak menanggapi dan langsung masuk ke iklan. “Saya tahu mungkin timing, tapi tidak sampai satu detik dia (penyiar--red) harusnya bisa menanggapi. Baru dia boleh masuk ke iklan. Tidak membuat jalinan yang enak. Saya bilang putus banget,” ungkap YENNI.

    Penyiar juga harus bertindak mengguidance pendengar untuk bicara on the track tanpa harus memotong. “Jadi, jangan dibiarkan pendengar itu ngomong kemana-mana, tapi tidak memotong,” sarannya. Untuk informasi, kata YENNI, SS the best, mampu mengakses dari segala pintu.

    Reporter Generasi Pertama

    Lain YENNI, lain pula YVONNE SOFFIE. Sosok yang satu ini juga ‘ditangkap’ suarasurabaya.net saat hadir di 25 tahun SS, Rabu (11/06/2008) lalu untuk diminta bercerita tentang pengalamannya di SS.

    YVONNE mengawali kariernya di RRI sebagai reporter dan juga penyiar. Kemudian ia dikirim ke Jerman dan setelah itu merasakan suasana kerja di BBC London, Seksi Indonesia. Sepulangnya dari BBC, ia pun mencari radio yang bisa menampung keinginannya untuk bebas tapi teratur sebagai reporter berita.

    Suatu saat, ia mendengarkan SS, dan jadilah ia reporter wanita pertama di radio itu tahun 1987. Buat YVONNE, SS adalah tempat yang baik karena merupakan radio yang mengutamakan informasi. “Bagi saya, radio dengan volume informasi yang banyak itu penting. Karena buat pendengar, tidak saja mendengarkan musiknya, tapi juga informasi yang terkini. SS sangat memenuhi syarat untuk itu,” ujarnya pada suarasurabaya.net.

    Diakui wanita yang fasih berbahasa Belanda, Jerman dan Inggris ini, di tahun 1987, hanya SS yang sangat berani menerapkan format news, di luar RRI. Karena itu, menjadi bagian dari SS, dirasakannya paling tepat uintuk YVONNE. Di SS, pengajar conversation di Surabaya Hotel School ini, sempat pula merasakan kesibukan gatekeeper dan menyediakan berita di newsroom. “Saya lebih senang sebagai reporter. Sampai keluar. Sangat memberikan kepuasan batin,” kesannya.

    Menjadi reporter ataupun penyedia berita tidak pernah dirasakan YVONNE sebagai sebuah kesulitan. “Saya sangat cinta berita,” katanya. Sampai-sampai, jika ia melihat para pernyiar tidak memiliki informasi untuk dibagikan kepada pendengar, YVONNE pun dengan rela tinggal memperpanjang jam pulangnya hingga pukul 23.00 untuk menyediakan berita. Padahal, jam pulangnya pukul 18.00.


    YVONNE yang sejak kecil bercita-cita menjadi broadcaster menilai SS sangat lekat dengan informasinya. “Macet pasti ke SS, ke luar kota (dengar) SS, informasi aktual (dengar) SS,” tukasnya.

    Ada satu pengalaman yang tak terlupakan oleh YVONNE. Yaitu pada waktu wawancara dengan Kepala Pimpinan Redaksi Jakarta Post. Sosok perfeksionis ini biasanya selalu memeriksa dan menyiapkan semua perlengkapan wawancaranya. Entah kenapa, hari itu, setelah wawancara ia baru menyadari tape recorder yang ia gunakan ternyata tidak dalam kondisi merekam. Padahal, keberadaan si narasumber sulit untuk ditemui

    Diharapkan YVONNE, SS tetap mempertahankan mendahulukan informasi. “Jangan sampai (pendengar--red) lari ke station lain,” ujarnya memperingatkan.

    Kalaupun SS ingin melebarkan sayap, menurut YVONNE, yang perlu dipersiapkan adalah sumber daya manusia yang tahan banting. Dan SS memiliki peluang untuk menyerupai BBC, asal dikelola secara profesional.(git/ipg)

    Teks Foto:
    1. YENNI SAMPOERNO, penyiar SS generasi pertama.
    2. YVONNE SOFFIE, reporter SS generasi pertama.
    Foto: GITA suarasurabaya.net

    kirim berita

    SS Sejarah lain
  • 10 Juni 2013, 22:07:09
    Transformasi dan Inovasi Media : Kekuatan Radio Yang Berlipat Ganda
  • 10 Juni 2013, 21:07:54
    30 Tahun Suara Surabaya
    Satu Legenda Hidup Itu Bernama Rini Puspita
  • 10 Juni 2011, 19:33:32
    Tahun ke 28 Radio SS
    Menangkap Seberkas Cahaya
  • 30 Juni 2008, 15:33:34
    ISA ANSHORI Bicara Jazz
  • 30 Juni 2008, 11:28:01
    JOSE ASMANU, Menyuarakan SS di Jakarta
  • 30 Juni 2008, 11:10:10
    Suara Stress yang Suka Putar Jazz
  • 30 Juni 2008, 11:06:07
    ADJIE S. SOERATMAJIE
    'Alumni' SS Berbagi Ilmu
  • 30 Juni 2008, 11:03:05
    Menyingkap Masa Lalu Bersama IMAN DWIHARTANTO
  • 16 Juni 2008, 19:16:03
    Gatekeeper
    Jaga 'Gawang'nya SS
  • 16 Juni 2008, 16:31:21
    'Suara Surabaya' Bukan Mentereng Gengsi


  • copyright 2008 suarasurabaya.net, all rights reserved.
    kontak redaksi |