SS home | SS greeting | SS terima kasih | SS anugerah| SS galeri | SS momen


SS tempodoeloe
RUANG MARKETING
SS Menu
  • SS Sejarah
  • SS Khalayak
  • SS Event
  • Untung Ada SS

  • SS Jingle
  • SS - 30 Tahun
  • SSFM 100 - Country
  • SS-Anytime, Anywhere
  • SS Today
  • SSFM 100

  • SS galeri

    CANDA GUS IPUL WAGUB JATIM
    arsipSS galeri


    Kirim Ucapan HUT SS
    Met Ultah SS
    saya penggemar SSFM semenjak tahun 1992
    banyak torehan yang diperoleh SSFM, dari
    membantu pengejaran RANMOR sampai
    mengEDUKASI masyarakat melek dan sadar
    hukum, Terima kasih yang tak terhingga
    untuk SSFM, semoga semakin Jaya... Aamiin
    Dari: Ali Sofiri, SH, surabaya
    alisofiri@gmail.com
    HUT 29 Suara Surabaya
    Semoga selalu jaya di udara serta makin berkah dan membawa manfaat untuk seluruh lapisan masyarakat. Amin...
    Dari: Rino Wiraguna Rachman, Madiun
    rinowiraguna@yahoo.com
    28.. Mature..Professional..High Quality.. Happy Birthday :)
    Happy Birthday for SS.. It's already 28.. For some people, 28 is a golden year.. They can be more productive and they can get lots of achievement.. It's the same as SS.. Till this day, SS has already had so many achievement.. SS becomes more professional and always gives its best quality to all listener.. Congratulations SS for the 28th birthday.. Always be the best..
    Dari: Patrisia Made, Sidoarjo
    diamond_eyes892000@yahoo.com
    Selamat Ulang Tahun
    Selamat dan Selamat, Dihari yang special
    indah ini semoga mengalir Barokah yang
    bermuara ke damai sejahtera membawa
    kemakmuran dan jaya. Sukses
    Dari: Kombali, Surabaya
    kom_bali@yahoo.com
    ss kebanggaan arek surabaya sidoarjo
    happy b'day suara surabaya radio yg mendunia ku smg tetap jaya diudara tambah dewasa usia , tetap sumangat , smg crew nya juga tambah sejahtera amien
    Dari: agussulianto, sidoarjo
    jgsugali@yahoo.co.id
    happy 29 th anniversary SS
    Selalu bersama disetiap saat walau terpisah
    jarak ribuan kilometer.Viva suara surabaya
    radionya arek suroboyo.
    Dari: Happy J Nusatia, Hyderabad - India
    happynusatia@yahoo.com
    happy bdey 30 Th
    Dengan bertambah usia semoga semangat
    berkarya tidak pernah padam , sukses selalu
    buat semua crew tanpa terkecuali yang tidak
    mengenal lelah dalam memberikan bahan berita
    untuk masyarakat jawa Timur. Untuk oM EROL.
    Sehat selalu.
    Dari: Soeprijono pepy, surabaya
    pepysuprijono@yahoo.co.id
    ngaturakeng sugeng tanggap warsa
    tanggap warsa angka 28, sanes yuswa ingkang enem malih. sampun cekap dhiwasa. mugi tansah jaya kanthi asesanti jaya... jaya dirgantara jayaning suara surabaya, jaya jayaning "dunia maya" suara surabaya.net. suara surabaya memang bukan hanya radio.
    maju terus SS, kagem jayaning stake holder SS, saha sedaya warga surabaya.
    Dari: suryanto, surabaya
    surcomal@gmail.com
    keep the innovation and inspiring!
    Satu tahun perjalanan kami bekerjasama dengan Suara Surabaya, dan sudah 28 tahun Suara Surabaya banyak sekali inovasi dan inspirasi yg telah diberikan! Happy 28th birthday! Keep the success and be the best! :)
    Dari: Marina Fariza (Vice-President Communication AIESEC Surabaya), Surabaya
    aiesec.surabaya@gmail.com
    Terus Melangkah untuk Masyarakat Madani
    28 tahun bukan waktu yang singkat untuk berproses. Juga bukan waktu yang lama untuk selalu berbenah, karena selalu dikejar oleh waktu dan keinginan. Selamat Ulang tahun yang ke 28 "SS". Terus melangkah memberikan yang terbaik untuk terwujudnya masyarakat madani..
    Dari: Kru Radio Publik Lokal Suara Jombang, Jombang
    suarajombang_fm@yahoo.co.id


    SS Sejarah

    16 Juni 2008, 19:16:03

    Gatekeeper
    Jaga 'Gawang'nya SS
    suarasurabaya.net| Penjaga gawang yang satu ini bukan bertugas menghadang bola. Mereka berada di dalam ruang kaca, terima telepon, dan punya bahasa tarzan.

    Meski sama-sama menyandang kata keeper, kali ini bukan diperuntukkan dalam cabang olahraga sepak bola. Secara harfiah memang memiliki makna serupa, yaitu sama-sama melakukan penjagaan, namun keeper dalam gatekeeper di SS punya konsep yang berbeda.

    Di Surabaya sendiri, konsep gatekeeper telah diperkenalkan oleh Radio Suara Surabaya (SS). Konsep ‘penjaga gawang’ ini mulanya dipelajari oleh ERROL JONATHANS tahun 1994, di Amerika Serikat ketika ia studi komparasi di radio-radio yang ada di Negara Paman Sam itu. Menurutnya, konsep gatekeeper yang dipelajari ERROL di perkuliahan berbeda dengan konsep yang diterapkan di SS. Gatekeeper di SS tidak hanya sekedar penerima atau penjaga telepon sebelum masuk ke on air tetapi dia juga berfungsi sebagai editor atau keredaksian.

    Dari sebatas menggunakan kertas kecil untuk mencatat pesan penelepon hingga teknologi canggih penggunaan data base, satu bukti bahwa gatekeeper SS begitu dinamis.

    Adalah WISMANTI , Supervisor gatekeeper siang yang mengaku sangat menyukai pekerjaannya di ruangan berukuran 3 x 2 meter persegi di lantai 2 gedung Suara Surabaya. Tidak ada jenuh terpancar di wajahnya. Dalam keadaan lelah sekalipun, ia akan memasang suara gembira jika dering telepon memanggil.

    Sejak Desember 2000, perempuan kelahiran Surabaya ini bergulat dengan segala macam pendengar di udara. Ia juga dipercaya menjadi penyiar di Minggu ketiga bulan yang sama, menggantikan TITA SEMBIRING, penyiar SS yang resign.

    Ditemui suarasurabaya.net, Selasa (03/06/2008), di tengah kesibukannya menjadi gatekeeper, WISMANTI menceritakan pengalamannya selama 8 tahun ini.

    “Perubahannya luar biasa. Di gatekeeper pengendaliannya tidak seribet sekarang. Dulu santai,” katanya saat ditanya tentang perkembangan gatekeeper.

    Dulu, penelepon yang masuk diperbolehkan menunggu jika ada iklan ataupun gatekeeper sedang membacakan pesan. Sehari hanya menerima 80-90 penelepon. “Banyak nganggur. Nunggu orang ini terangkat baru kita data,” kisahnya. Jumlah itu lebih sedikit daripada jumlah yang gagal panggil. Telepon yang tidak bisa dihandle bisa mencapai dua kali lipatnya bahkan lebih. Padahal, setiap 1 menit bisa 4 telepon yang masuk. Sampai 2002, perilaku di gatekeeper menurut WISMANTI belum terbangun sesuatu.

    Sejak YOYONG BURHANUDIN menjabat sebagai Manager On-Air, kondisi berangsur berubah. Ada peraturan bahwa penelepon tidak boleh menunggu. Jika penelepon ingin on air, tapi waktu tidak memungkinkan untuk on air seketika itu karena ada iklan atau narasumber, maka telepon ditutup dulu untuk menerima telepon yang lain. Dengan pengaturan seperti itu, jumlah telepon yang diterima mencapai 300 hanya dalam waktu 6 jam. Bahkan siang harinya bisa lebih banyak lagi.

    Tidak hanya menerima telepon. Gatekeeper juga harus menindaklanjuti suatu masalah hingga didapat sebuah solusi. Misalkan ada kehilangan mobil, gatekeeperlah yang bertugas menghubungi polisi dan korban untuk konfirmasi. “Tapi, kita juga gak nunggu kalau ada masalah. Kita juga perlu menciptakan sesuatu,” ungkap WISMANTI. Gatekeeper juga berkewajiban mencari persoalan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk diangkat menjadi topik diskusi.



    Dari sisi pendataan, gatekeeper sekarang sudah lebih rinci. Semua terrecord, dari A sampai Z. Semua penelepon yang masuk harus didata mulai nama, alamat, dan nomor telepon. Demikian pula narasumber. Setiap diskusi atau dialog antara narasumber dengan penyiar harus dicatat detil di traffic report.

    WISMANTI menggambarkan karakter gatekeeper sebagai sesuatu yang sangat dinamis, penyuka tantangan, dan tidak membosankan. “Kok sepi, kita harus cari. Kalau ramai malah semangat, makanya kita harus cari sesuatu” ujarnya. Ada kebanggaan dan kepuasan tersendiri jika di hari itu, ia dan rekan-rekannya mampu meraih sesuatu yang luar biasa, seperti menghandle ratusan penelepon, atau berhasil membantu pendengar menemukan mobil yang hilang.

    Selain itu, menjadi seorang gatekeeper berarti dia juga harus mokong. Berjiwa fighter, memiliki jasmani dan mental yang kuat. Sebab, mudah sekali terjadi benturan, baik dengan rekan sendiri maupun dengan penelepon. Jika tidak kuat, bisa-bisa dia akan melampiaskan kekesalan dan kemarahannya kepada penelepon yang masuk, sehingga berdampak buruk pada citra SS.

    Karakter-karakter tersebut memang wajar dimiliki seorang gatekeeper. Maklum, seorang gatekeeper harus bertugas selama 6 jam sehari dari 4 shift yang ada. Tiap shift terdiri dari 4 orang. Mereka harus bergelut dengan berbagai macam karakter penelepon, permasalahannya, dan kewajiban-kewajiban lain seperti menyiapkan topik program acara, menghubungi narasumber, dan membacakan laporan penelepon.

    Bertemu dengan beragam pendengar di udara, tentunya memberikan banyak pengalaman bagi WISMANTI. Misalkan saja, para gatekeeper harus berhadapan dengan ekspetasi pendengar yang luar biasa. “Sampai anjing hilang pun dilaporkan ke SS supaya bisa ketemu,” ujar WISMANTI. Beberapa penelepon bahkan menuntut gatekeeper harus tahu tentang kondisi lalu lintas esok hari. Padahal, kondisi semacam ini, tentu saja bergantung pada situasi dan laporan pendengar. Yang tersulit adalah ketika gatekeeper harus menghadapi penelepon yang meminta informasi rinci.


    Bukannya marah, tapi WISMANTI dan rekan-rekannya justru menjadikannya sebagai kelakar-kelakar yang menghibur. “Dikiranya kita jadi dukun,” celetuknya pada rekannya setelah menutup telepon.

    Meski terkadang jengkel, tapi para gatekeeper harus mengatur emosi untuk memberi jawaban yang tidak menyakitkan. “Harus sangat hati-hati, karena beda-beda tiap orang,” ujarnya. Jika sampai ini terjadi dan penelepon merasa tidak diterima dengan baik, supervisor-lah yang mengambil alih untuk meminta maaf dan menegur si gatekeeper.

    Ada kebiasaan unik di gatekeeper yaitu, bahasa tarzan. Sekat antara studio tempat penyiar dengan ruangan gatekeeper membuat komunikasi antara keduanya tidak bisa dilakukan dengan mudah. Alhasil, mereka pun menggunakan bahasa bibir dan bahasa tangan. Meski sejak 2 tahun lalu tersedia Lan talk, namun bahasa tarzan masih digunakan, apalagi kalau dikejar waktu. Dan anehnya, bahasa tersebut tercipta secara spontan dan langsung dipahami oleh para penyiar dan gatekeeper yang lain.

    Bagi WISMANTI, gatekeeper adalah tempatnya belajar menempa mental. Ia bersyukur karena diberi kesempatan yang relatif cepat untuk menjadi gatekeeper sekaligus penyiar. Di posisinya sekarang memungkinkan dia untuk bertemu deengan banyak orang. “Di bangku sekolah masih kurang, justru di SS banyak belajar, tempat sekolah. Sebuah pendidikan luar biasa,” kata WISMANTI. Hanya satu duka yang ia rasakan, jika terjadi perbedaan pendapat dengan rekan, ataupun atasannya.

    Sebagai supervisor, ia berharap agar disediakan peralatan komputer cadangan. Komputer yang dipakai memang harus standby selama 24 jam. Kondisi ini menyebabkan kerusakan pada komputer. Sehingga perlu di up grade dan di maintenance. “Ketika kerja komputer hang, berpengaruh dengan psikis karena gak bisa mengikuti alur pembicaraan, karena kita kan sedang data, terus mati. Ke depan gak ada begitu lagi. Seminggu sekali peralatan diganti,” papar WISMANTI.(git/ipg)


    Teks Foto:
    1. Aksi WISMANTI sebagai gatekeeper
    2. Bahasa tarzan yang disampaikan WISMANTI juga sebagai Supervisor Gatekeeper ke penyiar, artinya kecelakaan, tewas 1.
    3. Gaya WISMANTI (berdiri), NOKE (berkacamata), EMMA (berkerudung), dan EKA (paling belakang). Gatekeeper, serius bisa santai juga bisa!
    Foto: GITA dan EDDY suarasurabaya.net

    kirim berita

    SS Sejarah lain
  • 10 Juni 2013, 22:07:09
    Transformasi dan Inovasi Media : Kekuatan Radio Yang Berlipat Ganda
  • 10 Juni 2013, 21:07:54
    30 Tahun Suara Surabaya
    Satu Legenda Hidup Itu Bernama Rini Puspita
  • 10 Juni 2011, 19:33:32
    Tahun ke 28 Radio SS
    Menangkap Seberkas Cahaya
  • 30 Juni 2008, 15:33:34
    ISA ANSHORI Bicara Jazz
  • 30 Juni 2008, 11:28:01
    JOSE ASMANU, Menyuarakan SS di Jakarta
  • 30 Juni 2008, 11:10:10
    Suara Stress yang Suka Putar Jazz
  • 30 Juni 2008, 11:06:07
    ADJIE S. SOERATMAJIE
    'Alumni' SS Berbagi Ilmu
  • 30 Juni 2008, 11:03:05
    Menyingkap Masa Lalu Bersama IMAN DWIHARTANTO
  • 16 Juni 2008, 16:31:21
    'Suara Surabaya' Bukan Mentereng Gengsi
  • 16 Juni 2008, 16:23:10
    YENNI dan YVONNE
    Penyiar dan Reporter Generasi Pertama


  • copyright 2008 suarasurabaya.net, all rights reserved.
    kontak redaksi |