SS home | SS greeting | SS terima kasih | SS anugerah| SS galeri | SS momen


SS tempodoeloe
MEMORABILIA LIVE
SS Menu
  • SS Sejarah
  • SS Khalayak
  • SS Event
  • Untung Ada SS

  • SS Jingle
  • SS - 30 Tahun
  • SSFM 100 - Country
  • SS-Anytime, Anywhere
  • SS Today
  • SSFM 100

  • SS galeri

    CANDA GUS IPUL WAGUB JATIM
    arsipSS galeri


    Kirim Ucapan HUT SS
    Selamat berhari jadi
    Ass. Wr. Wb. Selamat atas hari jadi ke 28. Semoga ALLAH senantiasa memberikan Rakhmad dan Hidayah dan tetap menjadi "RADIO-ne arek SUROBOYO pada khususnya dan warga JAWA TIMUR umumnya". Serta salam untuk semua Crew & keluarga besar Suara Surabaya. Trims. Wass. Wr. Wr
    Dari: Doddy Hosnaidi, Surabaya
    hosnaidi_doddy@yahoo.co.id
    Selamat Ulang Tahun
    Selamat Ulang Tahun. Semoga tetap Jaya, Inspiratif, Solutif, Mencerdaskan, Mencerahkan, Menghibur dan tetap menjadi kebanggaan masyarakat Surabaya.
    Dari: Slamet Hadi Purnomo, Mataram
    slamethp@yahoo.com.au
    SELAMAT ULANG TAHUN
    UNTUK RADIO 'SUARA SURABAYA'
    SELAMAT ULANG TAHUN......
    SEMAKIN INSPIRATIF... DAN TIDAK PERNAH JEMU2 UNTUK MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASAYARAKAT....SUKSES SELALU
    Dari: PT PHILLIP SECURITIES , SURABAYA
    SURABAYA@PHILLIP.CO.ID
    Jaga Khazanah Surabaya!!
    Selamat....semoga Tuhan meridhoi
    jaga Khazanah Surabaya!!!
    Dari: Yatim Sbhakti, Surabaya
    ysbhakti@yahoo.com
    Dirgahayu SSFM ke-28
    Met Ultah untuk SSFM yg ke-28 moga slalu
    tetap menemani kita serta kawan smua yg tiada
    kenal lelah.....
    SSFM jayalah slalu di udara...
    Dari: eka andry sumarwan, surabaya
    exxa_andry@yahoo.com
    Dirgahayu SSFM
    Selamat Ulang Tahun ke-28
    Semoga tetap jaya di udara, dicintai Anak Bangsa dan dunia

    Harapan : untuk tetap menjadi media aspirasi, apresiasi dan inspirasi dalam pewarisan Nilai Luhur Bangsa : Kejujuran, Kepedulian dan Kependidikan / Ketauladanan

    dari :
    Direktur Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya
    Dari: Poltekkes Kemenkes Surabaya, Surabaya
    admin@poltekkesdepkes-sby.ac.id
    Happy Milad SS
    Happy Ultah SS yang ke-29,Inovativ,solutif,kreatif,obyektif dan tetap menjadi Media terdepan kebanggaan kota Suroboyo,menjadi radio yang selalu dirindukan dimanapun penggemar setianya berada,dan menjadi penyambung tali silahturrahim bagi masyarakat kora surabaya dalam menyampaikan aspirasix.all the best SS.Barakallahu...semoga rahmat ALLAH SWT selalu menyertai SS dan crew serta kita semua...aamiin aamiin aamiin.
    Dari: ferina burhan, surabaya
    avicena_moza@yahoo.com
    HBD SUARA SURABAYA
    HAPPY BIRTHDAY SUARA SURABAYA
    semoga tetap bersahaja
    Sukses selalu....
    Wish you all the best
    Dari: moerniea, surabaya
    murni.djamaluddin@gmail.com
    SELAMAT HARI JADI KE 29 'tuk SUARA SURABAYA
    Hanya ini yang dapat saya ucapkan sebagai
    warga kota Surabaya yang bangga akan layanan
    dan informasi tercepat serta manfaat dari SSFM.
    SELAMAT HARI JADI ke 29, Semoga sukses untuk
    smua kru nya.... amiin. :-)
    Dari: cak anas, surabaya
    cakanas@gmail.com
    SELAMAT ULANG TAHUN KE-30
    Selamat Ulang Tahun yang ke-30 dan 5S (Semoga Sukses Selalu Suara Surabaya), Terima kasih atas segala info-2 nya yang sangat bermanfaat & sangat membantu saya dalam menjalankan tugas sehari-2 terutama update lalu lintas serta kabar terkini... Tetap Jayalah Suara Surabaya. YES!...
    Dari: eko ariyanti, Surabaya
    sams_yansen@yahoo.com


    SS Sejarah

    30 Juni 2008, 11:10:10

    Suara Stress yang Suka Putar Jazz
    suarasurabaya.net| “Selamat malam, kawan, senang sekali tiah hari Rabu ini ada paket yang disebut BUBI CHEN jazz show yang mana saya bisa menggelar lagu-lagu jazz yang sangat bagus sekali,” demikian kalimat pembuka yang diucapkan BUBI CHEN di acara jazz traffic.

    Menjadi pengisi acara terlama. Itulah kenapa suarasurabaya.net memintanya untuk sedikit berbagi cerita. Ketika diundang ke rumahnya, Selasa (10/06/2008), suarasurabaya.net dibuat kagum dengan koleksi-koleksi piringan hitam yang berjejer di sebuah lemari menghias ruang tamunya. Tidak jauh dari situ terdapat sebuah studio kecil lengkap dengan 2 piano.

    Sejak 1985, BUBI CHEN sudah mengalun di SS. Awalnya, ia mengenal ERROL JONATHANS Direktur Operasional SS Media. Kemudian ia diperkenalkan dengan SOETOJO SOEKOMIHARDJO, Direktur Utama SS Media. Ia pun menawarkan bantuan dengan mengisi program jazz, karena ia memang pecinta jazz.

    Oleh ERROL, ia diberi jam-jam tertentu untuk berbicara dan bisa memberikan contoh-contoh tentang jazz. Di awal-awal berdirinya SS, rekaman dilakukan di studio kecil miliknya dengan menggunakan tape recorder yang masih terpampang di ruangan yang sama. Tapi, bukan berarti berjalan tanpa masalah. “Kalau ada bakmi, atau orang jualan lewat harus berhenti karena nembus ke kamar (studio), terus rewind, rekam ulang lagi,” kisahnya.

    Kejadian itu terus berulang, karena memang SS masih belum memiliki studio rekaman sendiri. Sampai akhirnya, rekaman dilakukan di SS tepatnya di ruangan yang kini menjadi ruang meeting. Disitu ia menggelar contoh-contoh rekaman jazz dari para pemusik jazz yang sudah terkenal. Saking banyaknya CD dan piringan hitam yang dimilikinya, ia mengaku tidak pernah kekurangan bahan. “Makanya bisa sampai lama sekali,” ujar BUBI.

    Jazz memang mendapat perhatian khusus dari SS, termasuk SOETOJO. Terbukti, pemilik SS itu membelikan piano agar BUBI bisa bermain live bersama band-nya di ruang rekaman sebulan sekali.

    Pendengar kala itu memberikan respon positif terhadap acara tersebut. Meski tidak semua pendengar SS menyukai jazz. Bahkan, ada beberapa pendengar yang langsung menyatakan ketidaksukaannya terhadap jazz. “Tapi yang punya, Mas TOYO (SOETOJO, red) iu tidak mempedulikan. Kita sudah ambil jurusan jazz ya udah itu yang dipakai,” ungkap pria kelahiran Surabaya 9 Februari 1938 itu.

    SS dengan BUBI CHEN shownya pun mulai dikenal. Kerjasama antara SS dan beberapa pihak sering digelar. Seperti acara off air dengan CCCF Pusat Kebudayaan Perancis (kini CCCL, red) yang diadakan rutin sebulan sekali. Adapula bekerjasama dengan Persatuan Perhimpunan Indonesia Amerika atau Kedutaan Amerika.

    BUBI belajar jazz secara otodidak sejak usia 13 tahun. Ia sempat belajar musik klasik selama setahun. Tapi, rupanya hatinya lebih terpaut pada jazz. Menurutnya, ia bisa bebas di musik yang diusung kalangan negro itu. Ia pun bergabung dengan dua kakaknya yang terlebih dulu bergelut dengan jazz. Ketiganya membentuk Chen Trio di tahun 1950-an.

    Diusungnya musik jazz oleh SS, kerap dipandang masyarakat sebagai radio yang eksklusif. Memang, tidak banyak masyarakat Indonesia khususnya Surabaya yang tergolong penyuka jazz. Padahal, jazz sebenarnya berasal dari masyarakat yang papa yang termasuk budak belian. Kemudian bercampur dengan musik Barat. “Tapi, di negara lain termasuk di Indonesia jadi eksklusif,” katanya.

    Pengalaman pernah dijajah, menurut BUBI menjadi satu diantara faktor masyarakat Indonesia lebih menyukai musik-musik yang easy listening yang sifatnya berbeda dengan jazz yang memang sulit ditangkap.

    Namun, sekarang jazz sudah lebih dikenal. Bahkan, antusias pendengarnya semakin bertambah. SS memiliki peran dalam memasyarakatkan jazz. Upaya ini tidak gampang. Di pagelaran-pagelaran yang sangat miskin sekalipun masih banyak peminat musik klasik daripada jazz.

    Kesuksesan itu semakin kentara. Jazz yang sebelumnya sulit ditangkap oleh anak-anak muda dan remaja, kini banyak dari mereka yang menyukai. Apalagi, kini jazz bisa dikemas dalam berbagai genre, seperti mainstream, rock jazz, atau fusion.

    Meski demikian, masih banyak pendengar yang membenci. Terutama mereka yang menggantungkan diri pada SS untuk berita ataupun informasi lalu lintas. Biasanya mereka menginginkan SS tanpa musik. “Nggak bisa toh. Harus ada keseimbangan,” tukas BUBI. Menanggapi karakter SS yang informasi melulu, dengan bercanda ia sering menyebut SS ini sebagai ‘Suara Stress’.

    “Karena yang diomongin barang-barang gak enak-enak, situ banjir, sini tabrakan, macet,” candanya. Tapi, hal ini dimaklumi BUBI, sebab informasi semacam itu diperlukan masyarakat. Ia juga setuju dengan format yang dipilih SS. “Kalau saya nggak senang, nggak mungkin lama disana (di SS),” katanya.

    SS memang bukan jazz station yang menampilkan jazz selama 24 jam, tapi jazz cukup mendapat tempat di SS. Setiap hari Rabu, SS tidak pernah absen menayangkan program jazz traffic yang didalamnya terdapat paket SS-BUBI CHEN jazz show. BUBI pun mendapat kawan siaran yang berubah-ubah. Mulai ERROL JONATHANS, IMAN DWIHARTANTO, NANA ARYONO (almh), dan ISA ANSHORI hingga sekarang.

    “SS buat saya merupakan suatu tempat dimana saya bisa mengeluarkan isi hati jazz saya,” itulah yang dikatakannya ketika ditanya soal kesannya terhadap SS. Ia merasa sangat beruntung mnejadi bagian dari SS yang sangat senang dengan musik dan sangat pengertian.

    Maestro jazz yang pernah bermain jazz menggunakan kecapi Sunda di Berlin Jazz Festival tahun 1967 ini berharap agar SS bisa terus menelorkan program acara-acara yang jazz atau berbau jazz. Karena jazz mainstream lebih sulit diterima dibanding dengan yang berbau jazz. “Jadi, mereka tidak akan ‘oh, jazz’ dibunuh radionya atau cari yang lain. Kita rugi sendiri, masyarakat rugi dalam hal ini nggak bisa membentuk masyarakat yang suka jazz,” ujarnya.

    Sejak 2006, BUBI tidak lagi ke SS, karena alasan kesehatan. Namun, suaranya masih tetap menyapa kawan-kawan SS seminggu sekali. Rekaman pun dilakukan di studio rumahnya bersama ISA, seperti masa awalnya dengan ERROL

    Di usia ke-25 tahun ini, BUBI merasa punya andil dalam kesuksessan SS. “Saya bangga sekali SS bisa berdiri tegak terus selama 25 tahun sambil menelorkan yang lain-lain. Saya mengucapkan selamat pada Mas TOYO dan rekan-rekan. Terima kasih banyak. Selamat pada pendengar yang setia dari SS, ERROL dan segenap rekan. Mudah-mudahan SS bisa berdiri ratusan tahun lagi,” ungkapnya.(git/ipg)

    Teks Foto:
    1. BUBI CHEN, di balik pianonya
    2. Rekaman untuk BUBI CHEN-JAZZ Show
    3. Tape recorder yang dulu pernah digunakan untuk rekaman bersama ERROL JONATHANS di awal-awal jazz traffic
    Foto: GITA suarasurabaya.net


    kirim berita

    SS Sejarah lain
  • 10 Juni 2013, 22:07:09
    Transformasi dan Inovasi Media : Kekuatan Radio Yang Berlipat Ganda
  • 10 Juni 2013, 21:07:54
    30 Tahun Suara Surabaya
    Satu Legenda Hidup Itu Bernama Rini Puspita
  • 10 Juni 2011, 19:33:32
    Tahun ke 28 Radio SS
    Menangkap Seberkas Cahaya
  • 30 Juni 2008, 15:33:34
    ISA ANSHORI Bicara Jazz
  • 30 Juni 2008, 11:28:01
    JOSE ASMANU, Menyuarakan SS di Jakarta
  • 30 Juni 2008, 11:06:07
    ADJIE S. SOERATMAJIE
    'Alumni' SS Berbagi Ilmu
  • 30 Juni 2008, 11:03:05
    Menyingkap Masa Lalu Bersama IMAN DWIHARTANTO
  • 16 Juni 2008, 19:16:03
    Gatekeeper
    Jaga 'Gawang'nya SS
  • 16 Juni 2008, 16:31:21
    'Suara Surabaya' Bukan Mentereng Gengsi
  • 16 Juni 2008, 16:23:10
    YENNI dan YVONNE
    Penyiar dan Reporter Generasi Pertama


  • copyright 2008 suarasurabaya.net, all rights reserved.
    kontak redaksi |