SS home | SS greeting | SS terima kasih | SS anugerah| SS galeri | SS momen


SS tempodoeloe
PENYIAR MEMORABILIA
SS Menu
  • SS Sejarah
  • SS Khalayak
  • SS Event
  • Untung Ada SS

  • SS Jingle
  • SS - 30 Tahun
  • SSFM 100 - Country
  • SS-Anytime, Anywhere
  • SS Today
  • SSFM 100

  • SS galeri

    CANDA GUS IPUL WAGUB JATIM
    arsipSS galeri


    Kirim Ucapan HUT SS
    Selamat Ulang Tahun Terus Berkarya Demi Indonesia
    Berkarya tiada henti demi Indonesia yang lebih baik.........
    Dari: Agung Budi Prasetyo, Surabaya
    agungbudiprasetyo@yahoo.com
    Ultah
    Selamat dan Sukses atas HUT Radio SS ke 30. Maju terus!!!
    Dari: rony sujono, surabaya
    badboy_09@rocketmail.com
    ku kenal dikau lalu jatuh cinta
    pas banget lirik lagu Farid Harja ini dg saat pertama kali aku mendengar siaran di radio...

    sekitar tahun 85 tiap pagi diantar bapak ke sekolah, pasti nyalakan radio dan sepanjang perjalanan mendengarkan lagu2 jazz kenamaan...minim SUARA PENYIAR dan IKLAN!! suatu hal yg jarang pdmasa tersebut... hehe...sejak itulah aku jatuh cinta pada radio ini. Apalagi kemudian mengenal Kelana Kota, Memorabilia...

    psssst...bahkan bila tidak ku batalkan, aku nyaris bekerja di radio ini lho! hehe

    Met Milad :)
    Dari: Tia Restia, Surabaya
    mustikahati_new@yahoo.com
    Met Milad SS
    Asslmkum,
    Selamat milad buat SS semoga
    semakin bertambahnya umur akan
    menjadikan SS lebih bermutu dan tetap
    independent, buat kru SS semoga di
    berikan kesehatan dan selalu dlm
    lindungan alloh S.W.T.
    Kami tunggu inovasi2 yg bermanfaat bagi
    semua...

    Wassalam,
    Dari: zainalarifin, Surabaya
    zainal@tigaservices.com
    Selamat Ulang Tahun ke 28
    Seluruh Direksi dan Karyawan PT. Margabumi
    Matraraya Pengelola Jalan Tol Ruas Surabaya
    - Gresik mengucapkan Selamat Ulang Tahun
    ke 28 Semoga SS Tetap Jaya dan Selalu
    Menjaga Objektifitas serta diberi kesehatan
    bagi seluruh kru dan karyawan oleh Tuhan
    Yang Maha Esa.
    Dari: PT. Margabumi Matraraya, Surabaya
    ops@margabumi.com
    Selamat Ulang Tahun
    Selamat dan Selamat, Dihari yang special
    indah ini semoga mengalir Barokah yang
    bermuara ke damai sejahtera membawa
    kemakmuran dan jaya. Sukses
    Dari: Kombali, Surabaya
    kom_bali@yahoo.com
    HUT SS ke 29 Tahun
    PT. Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke 29 untuk Suara Surabaya. Semoga semakin modern, memberikan informasi yang cepat & akurat. Bukan hanya menjadi kebanggaan Kota Surabaya tapi menjadi kebanggaan rakyat Jawa Timur.
    Dari: Julianto Aji Setiawan, S.Si, Sidoarjo
    julianto_aji_s@yahoo.com
    Met Ultah SS
    saya penggemar SSFM semenjak tahun 1992
    banyak torehan yang diperoleh SSFM, dari
    membantu pengejaran RANMOR sampai
    mengEDUKASI masyarakat melek dan sadar
    hukum, Terima kasih yang tak terhingga
    untuk SSFM, semoga semakin Jaya... Aamiin
    Dari: Ali Sofiri, SH, surabaya
    alisofiri@gmail.com
    Met ULTAH SS yg ke 29
    Semoga dengan bertambahnya usia, bertambah maju kualitas siarannya, kualitas penyiarnya dan bertambah banyak penggemarnya........
    Dari: NOVI KURNIATI, SIDOARJO
    novikur@gmail.com
    Selamat Ultah SS
    Selama Matahari terbit dari ufuk Timur dan tenggelam di ufuk barat, Radio Suara Surabaya akan tetap Jaya dan Abadi selamanya. Selamat Ultah ke 30 SS. Salam
    Dari: yan fery emi indarwanto, Jombang
    yan.ferry@yahoo.co.id


    SS Sejarah

    30 Juni 2008, 11:28:01

    JOSE ASMANU, Menyuarakan SS di Jakarta
    suarasurabaya.net| Mungkin bila disebut ASMANU, tidak banyak yang mengetahui. Tapi, jika menyebut JOSE, tentu akrab di telinga semua pendengar Suara Surabaya. Suaranya yang khas membuatnya mudah diingat.

    Suara JOSE mulai rutin terdengar di FM 100 sejak 6 tahun lalu. Banyak yang terkecoh dengan nama dan suaranya. Orang mengira dia berasal dari bagian timur wilayah Indonesia. Padahal dia asli dari Surabaya. Sebelumnya ia masih sebatas kontributor SS yang ditugaskan di Jakarta oleh media cetak tempat ia bekerja.

    Awalnya JOSE hanya setahun sekali ke Jakarta pada bulan puasa, wawancara dengan ZAINUDDIN MZ dan KH. NOER ISKANDAR. Sampai akhirnya sekitar tahun 1999, ketika GUS DUR menjadi Presiden, JOSE dikirim ke Jakarta dan bertugas di Istana Kepresidenan. Pada waktu itu, JOSE sudah banyak mengenal kru SS termasuk ERROL JONATHANS. Ia pun menawarkan diri membantu SS dalam hal reportase dari Jakarta. “Mas (panggilan JOSE untuk ERROl, red), saya ini punya waktu cukup di Istana. Gimana kalau saya bantu-bantu di SS?” tanyanya kala itu. Gayung pun bersambut. Keesokan harinya, ERROL langsung setuju.

    JOSE mengaku bondo nekat menjadi reporter radio. Ia memang banyak berpengalaman di media cetak. Bahkan, di media cetak yang terakhir, JOSE menghabiskan waktu 12 tahun. Karena perbedaan pelaporan antara media cetak dan elektronik, ia pun belajar kepada sesama reporter radio yang ngeposdi Istana, seperti BBC dan VOA.

    Selang 1-2 tahun, JOSE mulai merasakan nikmatnya menjadi reporter radio. Ia pun harus memilih dan memutuskan untuk total di radio. “Gimana kalau saya masuk resmi ke SS?” tanyanya pada ERROL 6 tahun lalu. Ternyata jawaban itu tidak serta merta datang. SS beranggapan bahwa gaji yang diterima di surat kabar tempat JOSE bekerja sebelumnya sangat besar, mengingat media tersebut berada di bawah grup media ternama. Padahal, yang terjadi tidak demikian.

    Akhirnya, tanpa melalui proses yang rumit, JOSE resmi menjadi anggota SS. Diterima di SS, dipandang JOSE sebagai suatu kepercayaan dan kebaikan Tuhan. “Saya bersyukur sekali, kepercayaan yang diberikan pada saya. Saya berpikir kalau saya harus mengikuti suatu proses seperti teman-teman reporter yang lain mungkin dari segi administrasi saja nggak masuk,” ujarnya merendah. Orang-orang yang masuk ke SS melalui saringan yang ketat, kata JOSE, orang-orang pilihan.

    Tidak canggung bagi JOSE untuk melakukan liputan di Istana. Saat dirinya bertugas di gedung yang dihuni oleh orang nomor satu se-Indonesia itu, ia sudah memiliki hubungan dekat dengan beberapa orang disana. Ia menjadi satu-satunya wartawan di surat kabarnya yang mendapat ID-Card di Istana. Dan ketika bergabung dengan SS, ia juga menjadi satu-satunya reporter radio daerah (di luar Jakarta) yang mendapat ID-Card di Istana. Kini FAIZ FAJARUDIN, reporter SS yang lain yang juga bertugas di Jakarta mendapat kartu akses masuk ke Istana. “Nggak semua radio dapat. Radio daerah cuma SS,” tukas JOSE.

    SS Jadi Acuan Presiden

    Menyandang nama SS memang tidak mudah. Masa-masa awal, JOSE harus memperkenalkannya kepada para narasumber dan para reporter yang lain. Banyak yang mengira bahwa SS adalah media cetak. Apalagi mereka tidak bisa mengakses SS di Jakarta. Berkat ketelatenan JOSE, kini SS tidak memiliki kendala. “Kita punya akses dengan Pemerintah itu baik. Presiden, Wakil Presiden, jajaran kabinet. Gampang wawancara mereka bisa langsung on air,” ungkapnya.

    Bahkan, sejak diangkatnya M. NUH menjadi Menkominfo, kondisi jadi lebih mudah. NUH yang asli Surabaya dan sangat dekat dengan SS bahkan ikut mempromosikan SS. Kemanapun ia pergi selalu membawa nama SS.

    Misalkan ada acara di sebuah departemen dan JOSE berada disana. NUH selalu memperkenalkan JOSE dan SS. “Ini dari radio SS. SS itu hebat. Penyajian materinya bagus, santun,” kata NUH seperti yang ditirukan JOSE pada suarasurabaya.net, Kamis (12/06/2008).

    Tidak hanya itu, JOSE pun gembira ketika mengetahui SS dijadikan acuan di Bina Graha. Sejak SS bisa diakses lewat radio online, radio ini selalu diputar hingga kantor itu tutup. Bina Graha adalah sebuah gedung di Istana tempat ANDI MALARANGENG Juru Bicara Presiden berkantor. SS digunakan untuk memantau wilayah Timur, Surabaya dan Jawa Timur.

    Momen ketika SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Presiden berada di Sidoarjo untuk memantau lumpur Lapindo mungkin menjadi momen yang tak terlupakan. Kala itu, Presiden bermalam di Komplek AL dan JOSE diberi informasi oleh ANDI bahwa Presiden memantau Lapindo dari SS. “Itu yang menyenangkan,” kesan JOSE.

    Bahkan, JOSE pernah ikut dalam rombongan Presiden ke Jawa Tengah dengan kereta api. Melalui ANDI, Presiden menyampaikan terima kasih pada JOSE. “Oh, terima kasih.SS bagus, saya ikuti lapindo dari Anda (SS),” ujar ANDI pada JOSE. Pernyataan tersebut membuat JOSE semakin percaya diri.

    JOSE kini memetik hasil dari perjuangannya. SS sudah dianggap setara dengan radio-radio yang berpusat di Jakarta. Seringkali dalam jumpa pers dengan Presiden, SS ditunjuk untuk diberi kesempatan bertanya. Misalnya, saat AMIEN RAIS ribut dengan Presiden, SS diberikan waktu untuk mengemukakan pertanyaan.

    Pengalaman lain yang dirasakan JOSE, pada waktu pengangkatan Panglima TNI yang baru. Presiden mengadakan jumpa pers dan membatasi hanya satu wartawan yang diperolehkan bertanya. JOSE langsung ditunjuk, padahal saat itu dirinya tidak mempersiapkan pertanyaan. Tidak kehilangan akal, JOSE pun menanyakan pernyataan Panglima yang pernah ia baca di sebuah surat kabar. Bahwa Panglima akan bertindak netral untuk Pemilu 2009. Pujian pun datang. “Itu pertanyaan bagus,” ujar Panglima TNI tersebut.

    Sama-sama Kerja Bukan Kerja Sama

    Sekitar 3 tahun JOSE menjadi single fighter ‘menaklukkan’ Jakarta. Terkadang, ia harus dihadapkan pada beberapa acara penting yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. “Kalau saya bisa ambil keputusan sendiri, saya lakukan. Kalau pikiran saya itu harus memilih sementara saya tidak bisa memutuskan saya telepon Mas IMAN, Mas ERROL, atau Mas YOYONG. Saya selalu konsultasi, di saat saya ragu,” ungkap JOSE. Merekalah yang kemudian memberikan arahan mana yang harus diutamakan untuk diliput.

    Yang jelas, JOSE menganut patokan bahwa berita itu harus bersifat nasional tapi ada kedekatan dengan masyarakat Jawa Timur. “Kalau nasional bener, tapi masyarakat Jawa Timur nggak butuh, ya untuk apa?” ujarnya.

    Menurutnya, ada dua kategori berita, menarik tapi tidak penting dan penting tapi tidak menarik. JOSE mencoba mengolah supaya berita tersebut penting dan menarik. Seperti berita tentang Lapindo yang penting sekali bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya Sidoarjo. “Kebijakan pusat tentang Lapindo, saya kejar,” katanya. Umpamanya, kedatangan Gubernur Jatim atau Bupati Sidoarjo ke Jakarta untuk bertemu Presiden atau Menteri dan berbicara soal Lapindo. Kasus Lapindo akan lebih diprioritaskannya daripada acara-acara yang lain, karena hal tersebut untuk kepentingan masyarakat Jawa Timur.

    “Buat apa kita memberikan suatu berita kepada orang yang tidak membutuhkan berita itu sehingga mereka merasa memiliki berita itu. Ada semacam interaksi, kesinambungan,” tegas JOSE.

    Sejak 3 tahun lalu, kerja JOSE jadi lebih ringan. Sebab, ada FAIZ yang bisa diajak berbagi tugas. Jika JOSE lebih banyak di bid politik, di Istana, bersama Presiden, Wakil Presiden dan beberapa departemen, maka FAIZ fokus di DPR, kepolisian dan Jaksa Agung. Tapi, tidak menutup kemungkinan bila pada saat yang bersamaan, JOSE sedang kosong, ia meliput di tempat FAIZ, begitu pula sebaliknya. “Jadi bukan sama-sama kerja, tapi kerja sama,” tukas JOSE.

    Laporan dengan Backsound Anjing

    Apa suka duka menjadi reporter SS? “Dukanya tidak pernah mendengarkan langsung,” jawab JOSE. Sekarang, diakui JOSE lebih banyak sukanya karena sudah dikenal. “Kita minta JUSUF KALLA untuk ucapan selamat, dia mau. Itu sebuah kebanggaan,” katanya

    Kalau rindu dengan SS, warga Manyar Surabaya ini tinggal ke Bina Graha dan nongkrong di ruangan ANDI MALARANGENG untuk mendengarkan SS.

    Buat JOSE, bekerja di radio pekerjaannya lebih praktis, bisa dilakukan disaat itu juga. Beda halnya dengan media cetak yang selalu dikontrol oleh editor. “Yang penting di radio, kejujuran dan tanggung jawab. Karena langsung didengarkan orang,” terangnya.

    Bukan berarti JOSE tidak pernah mengalami masalah menyampaikan laporan on airnya. Ia ingat betul di awal-awal ia menjadi reporter radio. Pernah suatu ketika di tengah laporan, catatan yang ia buat terkena angin dan beterbangan. Akibatnya, laporannya menjadi kacau.

    Pada waktu yang lain, setelah wawancara dengan ALWI SHIHAB yang saat itu masih menjadi Menteri Luar Negeri, JOSE berpamitan dan berjalan keluar. Tiba-tiba hujan gerimis, JOSE pun berteduh sekaligus laporan di pos yang berjarak beberapa meter dari kediaman ALWI SHIHAB. Ternyata di dekat pos itu ada rumah yang punya anjing galak. Tepat di tengah laporan itulah, anjing tersebut menyalak dengan kerasnya. “(Yang di SS) Tertawa semua, kena suaranya anjing. Backsoundnya anjing,” kenangnya sambil tertawa.

    Diakui JOSE, selama ini tidak ada kesulitan untuk menjadi reporter SS. Hanya bermodalkan keberanian dan wawasan. Reporter atau wartawan, kata JOSE, dilihat kemampuannya ketika bertanya waktu wawancara. “Itu bisa disiasati dengan belajar dulu, menguasai permasalahannya dulu. Jadi kita tidak selalu mengajukan pertanyaan yang klasik,” tuturnya.

    Sebagai bagian dari keluarga besar SS, JOSE berpesan agar semua internal memiliki satu hati satu tujuan untuk membesarkan SS. “Kita besar karena SS. Dan SS besar karena kita. Jadi sama,” pesannya.

    “Kita tidak bisa menuntut SS harus begini, memenuhi keinginan saya sedangkan kita sendiri tidak pernah bertanya dalam hati kita, apa yang sudah kita berikan pada SS,” sambungnya.

    JOSE juga mengatakan, dibandingkan radio lain seluruh Indonesia, SS masih memberi perhatian yang lebih baik kepada karyawannya.(git/ipg)

    Teks Foto:
    1. JOSE (kiri) menerima tumpeng dari SOETOJO SOEKOMIHARDJO di 25 tahun SS, 11 Juni 2008
    2. Foto bersama RESTU, penyiar SS, sesaat setelah JOSE (acungkan jempol) diminta mengudara.
    Foto: ANTON MComm dan dok. pribadi


    kirim berita

    SS Sejarah lain
  • 10 Juni 2013, 22:07:09
    Transformasi dan Inovasi Media : Kekuatan Radio Yang Berlipat Ganda
  • 10 Juni 2013, 21:07:54
    30 Tahun Suara Surabaya
    Satu Legenda Hidup Itu Bernama Rini Puspita
  • 10 Juni 2011, 19:33:32
    Tahun ke 28 Radio SS
    Menangkap Seberkas Cahaya
  • 30 Juni 2008, 15:33:34
    ISA ANSHORI Bicara Jazz
  • 30 Juni 2008, 11:10:10
    Suara Stress yang Suka Putar Jazz
  • 30 Juni 2008, 11:06:07
    ADJIE S. SOERATMAJIE
    'Alumni' SS Berbagi Ilmu
  • 30 Juni 2008, 11:03:05
    Menyingkap Masa Lalu Bersama IMAN DWIHARTANTO
  • 16 Juni 2008, 19:16:03
    Gatekeeper
    Jaga 'Gawang'nya SS
  • 16 Juni 2008, 16:31:21
    'Suara Surabaya' Bukan Mentereng Gengsi
  • 16 Juni 2008, 16:23:10
    YENNI dan YVONNE
    Penyiar dan Reporter Generasi Pertama


  • copyright 2008 suarasurabaya.net, all rights reserved.
    kontak redaksi |