SS home | SS greeting | SS terima kasih | SS anugerah| SS galeri | SS momen


SS tempodoeloe
MENGATUR KOMPOSISI
SS Menu
  • SS Sejarah
  • SS Khalayak
  • SS Event
  • Untung Ada SS

  • SS Jingle
  • SS - 30 Tahun
  • SSFM 100 - Country
  • SS-Anytime, Anywhere
  • SS Today
  • SSFM 100

  • SS galeri

    CANDA GUS IPUL WAGUB JATIM
    arsipSS galeri


    Kirim Ucapan HUT SS
    selamat ulang tahun
    Selamat ulang tahun, semoga langgeng terus mengawal seluruh aktivitas warga,semakin jaya di udara,semakin berkembang, menginspirasi banyak orang.Amin...ternyata ultahnya bareng sama anakku...he..he...
    Dari: Lilis, Pondok Candra Sidoarjo
    arek_bt@yahoo.com
    Dirgahayu Suara Surabaya
    Keluarga Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC"
    Yogyakarta mengucapkan Selamat Ulang
    Tahun ke-25.. Semoga semakin sukses dan
    semakin dicinta dan menjadi radio
    kebanggaan masyarakat Surabaya dan
    sekitarnya..., Amien.
    Dari: Lila Agandini, Yogyakarta
    lilaag@mmtc.ac.id
    SELAMAT DAN SEMOGA SELALU JAYA
    Segenap Karyawan HOTEL WETA SURABAY

    Mengucapkan selamat ulang tahun SUARA SURABAYA 28th.

    Semoga Selalu
    - MODIF , ACTUAL , TERPERCAYA , UPDATE ( REAL TIME ).

    - Meningkatkan kuantitas kegiatan bersama MASYARAKAT Surabaya, baik dalam hal jenis kegiatan dan tata cara sounding pada masyarakat.

    - Suport tiap RT/RW se surabaya dalam pemberian spanduk HUT PROKLAMASI, agar SS lebih tampak PERKASA dan berGAYA dari instansi yang lain .

    Dari: DOY - HOTEL WETA SURABAYA, SURABAYA
    doy_bis@yahoo.com
    Selamat Ulang Tahun
    Mengucapkan selamat Ulang Tahun untuk Suara Surabaya yang aku cintai , semoga tetap jaya di udara dan untuk semua kawan staff SS , salam sukses , dari Rudy Tjandra pendengar setia SS lewat internet
    Dari: rudy di sydney, sydney
    rudysydney@yahoo.com
    HAPPY BIRTHDAY RADIO SUARA SURABAYA
    Selamat ulang tahun yang ke - 30th
    semoga makin sukses dan jaya terus di udara :)
    Dari: SUPRAPTO, SURABAYA
    abtholowber@yahoo.com
    Kawanku.....
    Hanya SSFM yang mengerti kebutuhanku.seimbang antara grass root dan top level.
    Dari: Fauzi Abdul Lathief, Babat lamongan
    uzziealfie@yahoo.co.id
    HBD Suara Surabaya Ke 30
    Slmt ulang tahun Suara Surabaya yg ke 30 semoga semakin Interaktif,Inovatif,Edukatif dan Berwawasan maju terus untuk membantu warga masyarakat Surabaya dan Jawa Timur pd umumnya. Jayalah selalu diudara Radio Suara Surabaya.
    Dari: Lutfi Affandi, Gresik
    Loedvy@gmail.com
    tomorrow will be better
    Saran,,,sebagai radio yg sangat
    Indonesia banget saya kasih masukan
    agar SS lebih sering memutar lagu2
    karya anak negri,,agar kita dapat lebih
    menghargai karya anak negri,,,kalau
    bukan kita siapa lagi yang
    bangga,,,,,Ciayo SS ○ ♡̷̬̩̃̊ĠOD ΒLĔSȘ
    ŶOU♡̷̬̩̃̊ ○
    Dari: ika, surabaya
    ika_fathur88@yahoo.com
    SS Menembus Virtual Listeners
    Abad 21 adalah era ICT, SS sdh mengawinkan radio 'mainstream' dengan 'digital audio broadcasting' secara jeli. Ini merupakan keunikan yang ada di SS sebagai media yang sudah menjadi konektor. Ruang publik maya tidak lagi sesuatu yang representasi (simulakra) tetapi semakin nyata. Virtual listeners bukan sesuatu yang tidak ada, tetapi sudah mewujud. SS sudah memulainya.

    Selamat ULTAH ke 28, semoga SS semakin dekat di hati, di telinga dan akrab di 'screen' komputer dan gadget komunikasi. Salam.
    Dari: Ido Prijana Hadi, Bandung
    ido@peter.petra.ac.id
    Ucapan Selamat Ulang Tahun
    Selamat UlangTahun Suara Surabaya ,
    semoga tetap Jaya di udara dan
    semakin Sukses di tahun-tahun
    mendatang.
    Dari: Setohadi, Surabaya
    Setohadi55@yahoo.com


    SS Sejarah

    30 Juni 2008, 15:33:34

    ISA ANSHORI Bicara Jazz
    suarasurabaya.net| Senin hingga Kamis pukul 22.00-24.00, merupakan waktu berkuasanya ISA ANSHORI. Di hari itu, ia bisa menyapa dan memanjakan para penyuka jazz. Suaranya yang berat semakin membuatnya layak menyajikan komposisi-komposisi “blackmusic itu.

    Para pendengar SS tidak akan mendengarkan suara ISA di siang hari. Suaranya baru mengalun saat hari sudah gelap. Jika jarum jam sudah menunjuk pukul 22.00, ia menjadi raja di acara Jazz Traffic SS.

    ISA bergabung di SS sejak 2 Mei 2000. Awalnya, ia tidak membawakan acara khusus di SS. Hanya sekedar menggantikan IMAN DWIHARTANTO untuk Memorabilia dan NANA ARYONO (almh) di Jazz Traffic, jika keduanya berhalangan. “Saya sangat enjoy, karena basic saya sudah musik,” ujarnya. Ia baru didapuk sepenuhnya untuk memandu Jazz Traffic ketika NANA sudah tidak bisa lagi aktif bersiaran, sekitar tahun 2002-2003.

    Menembak Usia Muda

    Ia sering mengamati gaya pengelolaan Jazz Traffic yang dilakukan NANA yang ternyata lebih banyak bermain di materi mainstream. Untuk yang satu ini, diakui ISA, NANA memang jago. Seleranya soal jazz memang luar biasa. “Mabok, denger siarannya Mbak NANA,” komentar ISA. Materi yang dibawakan NANA kemudian diteruskan ISA selama beberapa tahun.

    Sampai akhirnya, manajemen SS meminta sebuah perubahan di Jazz Traffiz. Dengan masukan dari ERROL JONATHANS, Direktur Operasional SS Media, Jazz Traffic harus lebih meremaja. Artinya, sasaran tembak acara tersebut berubah menjadi segmen kalangan anak-anak muda. Alhasil, materi-materi lagu mengikuti dengan selera anak muda.

    Yang semula banyak menyajikan mainstream, kini ditawarkan pula beraneka ragam jazz. “Meskipun saya suka (mainstream), saya harus mengorbankan kesukaan saya” ujarnya jujur. Dan untuk menambah warna di Jazz Traffic, dimasukkan pula unsur jazz etnik, latin, dan fusion yang lebih modern.

    Dari situ ISA merasakan betul adanya perubahan-perubahan. Terutama perubahan segmen. Di awal masuknya ISA sebagai penyiar Jazz Traffic, pendengar jazz yang setelah ditelitinya berusia diatas 40-50 tahun sangat menikmati musik-musik yang berat. Selang beberapa bulan, ternyata ada perubahan pendengar dalam hal usia. Kemasan acaranya pun jadi lebih colorfull, dengan menampilkan bintang tamu, baik kalangan penyanyi maupun musisi. “Termasuk kalau ada musisi jazz ke Surabaya, SS yang dapat untuk wawancara,” kata ISA.

    Menjadi penyiar jazz sekitar 6 tahun memberikan berbagai pengalaman. Terutama pengalaman bertemu dengan artis jazz, mulai dari penyanyi lokal hingga mancanegara. Seperti, MUS MUJIONO, OELE PATISILANO, IDANG RASIDI, JEFFRY TAHALELE, IRENG MAULANA, musisi yang sangat berpengaruh di dunia musik tanah air dan tentunya BUBI CHEN. Khusus BUBI, memang menjadi ciri khas Jazz Traffiz SS. Bersama ISA, BUBI membawakan paket jazz berjudul BUBI CHEN-Jazz Show setiap hari Rabu selama 1 jam, memutar komposisi jazz bergenre mainstream, tapi juga tidak membatasi genre-genre yang lain. Dulu juga sempat ada HOWIE CHEN, putra BUBI yang siaran duet dengan NANA. Namun, sejak 2006 tidak lagi.

    ISA juga berkesempatan bertemu dengan penyanyi jazz seperti OLIVIA LATUPUTTY, ERMI KULIT, JOHAN UNTUNG. Sedangkan yang berasal dari mancanegara, ISA sempat berhadapan langsung dengan TUCK and PATTI, ERICK MUHLER, dan beberapa artis terkenal lainnya. Bahkan ia pernah bersama IMAN, menghandle musisi jazz dari Belanda. Respon pun banyak berdatangan dari para pendengar jazz, khususnya anak SMA dan kuliah. “Kalau malam belajar sambil denger jazz,” ungkap ISA.

    Dapat Apresiasi dari Pendengar

    Beberapa bulan terakhir, ISA yang juga merangkap sebagai Produser Jazz Traffic membuat game mix untuk membangkitkan orang menelepon. Tidak hanya kuis dg dengan pertanyaan, ISA juga meminta mereka memberi komentar ringan tentang jazz, misalkan pendapat mereka tentang jazz di Indonesia, hubungan jazz dengan film, jazz di Surabaya, bagaimana dengan industri rekaman jazz di Indonesia.

    Ternyata dari data yang didapat, secara subyektif ISA menilai hasilnya lumayan. Tidak jarang pendengar mengirimkan CD untuk properti acara jazz. Beberapa diantaranya bahkan ada yang berada di luar Indonesia juga banyak yang memberi CD. Contohnya, Ibu FEDERICA (almh) yang tinggal di Atlanta, Amerika, Ibu ROSE di Inggris. Tidak hanya berupa CD, sebagian pendengar turut memberikan catatan sejarah tentang jazz. “Respon seperti itu sepengetahuan saya belum didapat Mbak NANA,” ujar pria yang sempat melalang buana ke berbagai radio di Surabaya, Madura, dan Kediri ini.

    Selain permainan, Jazz Traffic juga sering wawancara dengan para artis dan pengamat-pengamat jazz. ISA sempat bekerjasama dengan komunitas-komunitas jazz dan terlibat dalam pembentukannya, seperti jazz lover. Gara-gara bersiaran jazz, ISA akrab dengan C26, komunitas jazz yang bermarkas di Medokan Ayu. ISA dan C26 pernah pula menggalang kerjasama dengan situs wartajazz.com. “Lumayan responnya. Kalau mereka gawe ngajak kerjasama dengan kita,” ungkap ISA.

    Meski begitu, ISA mengaku belum puas dalam memandu Jazz Traffic. Masih banyak kekurangan dan hal-hal lain yang perlu direspon. “Memang untuk ide-ide tidak bisa begitu saja muncul. tetapi kita rumuskan, meetingkan gagasan itu. Setelah mengerucut baru jalan,” terangnya.

    Sebagai pemandu Jazz Traffic, ISA berharap, SS bisa menjadi trendsetter Jazz. “Kalau orang ngomong jazz di Surabaya, SS sebagai trendsetter,” ujarnya. Jika ada event atau acara jazz, SS-lah yang diajak.

    Untuk jumlah pendengar, ISA memang tidak mengukurnya secara pasti. Kebanyakan, pendengar jazz adalah silence listener, sehingga sulit untuk diidentifikasi secara detil jumlah pendengar ISA di jazz. Tapi rata-rata pendengar yang masuk ke Jazz Traffic, ada 4-5 per jamnya. “(Tapi) Lumayan, yang sms, telepon. Memang saya banyak melibatkan pendengar. Kalau ada request kalau saya ada (lagunya), saya puter,”

    Sejatinya seorang penyiar tidak boleh merangkap sebagai produser. Karena selera pribadi kadang-kadang muncul, sehingga unsur subjektifitas yang terjadi. “Itu yang saya takutkan. Saya tidak bisa mengukur sejauh mana saya ini gagal atau berhasil,” paparnya.

    Meski menjadi penyiar jazz, tapi ISA tidak bisa main musik, ia hanya sekedar sebagai penikmat. Hal ini membuatnya tidak bisa berbicara lebih dalam soal tenik permainan musik. Tapi, kapasitasnya sebagai memang menuntutnya untuk tidak boleh menilai pemain, kecuali jika ada referensi orang lain baru boleh ia sampaikan.

    Selain jazz, ISA juga dipercaya menjadi penyiar acara Memorabilia, bergantian dengan IMAN. Soal pemilihan lagu, keduanya memiliki karakter yang sama. “Kalau kata orang Mas IMAN itu mirip saya. Saya mirip Mas IMAN. Untuk duet itu mustahil. Tapi, pendengarnya sama, tante-tante,” candanya.(git/ipg)

    Teks Foto:
    1. Aksi ISA ANSHORI bersiaran
    2. Bersama BUBI CHEN
    Foto: GITA suarasurabaya.net


    kirim berita

    SS Sejarah lain
  • 10 Juni 2013, 22:07:09
    Transformasi dan Inovasi Media : Kekuatan Radio Yang Berlipat Ganda
  • 10 Juni 2013, 21:07:54
    30 Tahun Suara Surabaya
    Satu Legenda Hidup Itu Bernama Rini Puspita
  • 10 Juni 2011, 19:33:32
    Tahun ke 28 Radio SS
    Menangkap Seberkas Cahaya
  • 30 Juni 2008, 11:28:01
    JOSE ASMANU, Menyuarakan SS di Jakarta
  • 30 Juni 2008, 11:10:10
    Suara Stress yang Suka Putar Jazz
  • 30 Juni 2008, 11:06:07
    ADJIE S. SOERATMAJIE
    'Alumni' SS Berbagi Ilmu
  • 30 Juni 2008, 11:03:05
    Menyingkap Masa Lalu Bersama IMAN DWIHARTANTO
  • 16 Juni 2008, 19:16:03
    Gatekeeper
    Jaga 'Gawang'nya SS
  • 16 Juni 2008, 16:31:21
    'Suara Surabaya' Bukan Mentereng Gengsi
  • 16 Juni 2008, 16:23:10
    YENNI dan YVONNE
    Penyiar dan Reporter Generasi Pertama


  • copyright 2008 suarasurabaya.net, all rights reserved.
    kontak redaksi |