| agendakota | |
 |
| iklananda | |
| suaranetter | - Agustinus Harri Widyalaksana, Kediri Yth.ketua Kpid Jatim,
Sungguh Sangat Disayangkan Sebagai Lembaga Publik Ternyata Anda Telah Membohon... [detil]
|
| forumdiskusi | - Topik terbaru : Saudara Totoku,
Mari Berbuat Baik Tanpa Mengharap Imbalan Dari Tuhan...... [detil]
- Reply terbaru : Sy Se7, Bhwa
Sumbangan Tsb Sekedar Solidaritas Dan... [detil]
|
|
| ekonomi bisnis | 05 Januari 2009, 16:10:21, Laporan Noer Soetantini
Rupiah Merosot Pada Rp 11 Ribu Per Dolar
suarasurabaya.net| Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin (05/01) sore turun kembali di posisi Rp 11.000 per dolar AS. Ini disebabkan belum ada faktor kuat yang mendorong pasar, meski pada pagi hari sempat menguat menyusul pembukaan pasar saham oleh Presiden SUSILO BAMBANG YUDHOYONO.
Nilai tukar rupiah turun menjadi Rp11.005/11.055 per dolar AS dibanding penutupan pada akhir pekan lalu Rp10.950/11.005 atau melemah 55 poin. RULLY NOVA Analis Valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk, pada Antara di Jakarta, mengatakan, pelaku pasar membeli dolar AS akibat membaiknya mata uang AS itu di pasar global, karena mereka optimis ekonomi AS akan tumbuh lebih baik.
Dolar AS menguat menjadi 91,99 yen dalam perdagangan sore di Tokyo, naik dari 91,79 di New York pada Jumat lalu. Euro turun menjadi 1,3887 dari 1,3910 dan terhadap yen menjadi 127,69 dari 127,22. Namun kenaikan dolar AS kemungkinan tidak berlanjut, karena pelaku pasar memperkirakan data tenaga kerja AS memburuk.
RULLY mengatakan posisi rupiah pada angka tersebut dinilai cukup wajar, setelah bertahan di bawah angka Rp11.000 per dolar AS pada kisaran antara Rp10.900 sampai Rp10.950 per dolar AS. "Kami memperkirakan rupiah akan berada pada posisi yang tidak jauh dari angka Rp11.000 per dolar AS," ujarnya.
Rupiah, prediksi RULLY, pada hari berikutnya kemungkinan membaik, setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Desember 2008 terjadi deflasi sebesar 0,04% persen sehingga inflasi "year on year" 2008 menjadi 11,06%. Deflasi yang terjadi itu disebabkan oleh penurunan harga transportasi.
Pemerintah dalam kondisi ini juga berusaha meningkatkan pasar domestik agar dapat berperan lebih baik untuk mengatasi krisis keuangan global dengan mengurang kebutuhan impor. ”Upaya pemerintah itu harus mendapat dukungan dari berbagai pihak karena tanpa dukungan tersebut maka upaya pemerintah kurang berperan,”tambah RULLY. (ant/tin)
kirim berita
| | berita-beritalain | 05 Januari 2009, 12:48:08 Dunia Masih Hadapi Persoalan Ekonomi di 2009 04 Januari 2009, 14:36:20 Tahun 2009, Rupiah Bisa dibawah Rp10 Ribu per Dolar AS 30 Desember 2008, 19:00:27 Indosat Dukung 5th World Islamic Economic Forum 30 Desember 2008, 17:46:39 Tahun 2009, BEI Target 15 Emiten IPO 30 Desember 2008, 17:28:49 Kalangan Pengusaha Risaukan Hasil Pilgub Jatim Yang Terus Diprotes 30 Desember 2008, 16:04:54 Harga Gas Elpiji 12 Kg di Madiun Menembus Rp 80 Ribu 30 Desember 2008, 15:24:22 Aset Pasar Modal di KSEI Turun Rp 551,6 Trilyun 30 Desember 2008, 13:44:59 Tiket Ratusan Ribu Ludes Terjual Hotel Jor-joran Paket Pergantian Tahun 30 Desember 2008, 12:19:00 BEI Kembalikan Auto Rejection Normal di 2009 29 Desember 2008, 18:23:03 Jelang Tahun Baru Harga Kebutuhan Pokok di Mojokerto Merangkak Naik
- arsip berita - |
|
 |
|
|
|