 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
| agendakota | |
 |
| iklananda | |
| suaranetter | - Dwiyan, Sidoarjo Assalamua'alaikum
Wr.wb
Salam Netter Suarasurabaya.net
Mencer itakan Pengalaman Saya Hari Selasa Km... [detil]
|
| forumdiskusi | - Topik terbaru : Generasi Muda
Khususnya Menderita Degradasi Kepemimpinan & Moral (2)... [detil]
- Reply terbaru : Betul, Minimnya
Pendidikan Tentang Kenegaraan Meng... [detil]
|
|
| ekonomi bisnis | 11 Maret 2010, 21:10:19, Laporan Agita Sukma Listyanti
Terapkan Konsep Entrepreneurship dengan Gandeng Pengrajin
suarasurabaya.net| Seorang entrepreneur bukan berarti harus mengerjakan usahanya sendirian. Seperti yang diterapkan mahasiswa Universitas Ciputra. Mereka menggandeng pengrajin untuk pembuatan. Sedangkan para mahasiswa berperan sebagai marketing dan penjual.
SOEHARMAN Mahasiswa International Business Managemen misalnya. Bersama 3 orang temannya, menjalani bisnis Catalyst Glass. Sejak 2007, SOEHARMAN mulai melirik hasil karya berbahan kaca itu.
Diakui mahasiswa semester 8 Universitas Ciputra ini bisnisnya bermula dari tugas kampus. Namun, dari situlah, SOEHARMAN mendapat untung. Bahkan, sekarang Catalyst Glass sudah memiliki dua outlet yang masing-masing beromset Rp 5-7 juta per bulan.
Konsep entrepreneur yang dijalani SOEHARMAN pun menerapkan bagi hasil. Untuk proses produksi diserahkan kepada tim pengrajin yang juga berasal dari Surabaya. Sedangkan proses promosi dan pemasaran dikelola oleh tim mahasiswa Ciputra.
Menurut SOEHARMAN, para pengrajin tersebut sebelumnya belum dikenal. Tapi, berkat sinergi antar keduanya, bisnis ini pun bisa berkembang.
“Sekarang, pemasarannya bisa lewat media online seperti facebook. Bahkan kita juga terima pesanan dari corporate bikin piala, souvenir, trophy,” ujar SOEHARMAN pada suarasurabaya.net di ajang pameran Dare to Innovate, Kamis (11/03).
Yang membuat beda antara Catalyst Glass dengan bisnis serupa lainnya adalah kepiawaian pengrajin untuk memenuhi keinginan calon pembeli.
“Kita bisa penuhi sesuai pesanan customer. Itu yang membuat kita berbeda dan lebih menarik. Kalau yang lain hanya menjual apa yang dibuat, kita menjual sesuai pesanan customer,” katanya.
Pengrajin menentukan sendiri harga setiap item yang diproduksi. Sedangkan para mahasiswa mendapat untung dari selisih harga jual dan harga dari pengrajin. Setiap item Catalyst Glass bisa dijual dengan kisaran harga antara Rp 15.000 sampai Rp 500 ribu.(git)
Teks Foto :
- Mengelola bisnis Catalyst Glass dengan menggandeng para pengrajin. Selain bagi tugas juga bagi hasil.
Foto : GITA suarasurabaya.net
kirim berita
| | berita-beritalain | 11 Maret 2010, 13:59:11 Korupsi di Sektor Swasta Lebih Merugikan Negara 11 Maret 2010, 10:39:36 Pelaku Pasar Berhati-hati, Rupiah Melemah 10 Maret 2010, 21:17:00 Layani Masyarakat Berinternet, Flexinet Hadirkan Olive 09 Maret 2010, 10:20:51 Aksi Beli Rupiah, Melemah Jadi Rp9.200 per Dolar 08 Maret 2010, 16:50:01 Indonesia Perketat 11 Komunitas Perikanan dari China 08 Maret 2010, 16:31:24 Jadi Entrepeneur Tak Mudah, Harus Ulet dan Tekun 08 Maret 2010, 10:57:29 Rupiah Pagi Naik di Bawah Rp9.250 06 Maret 2010, 22:35:27 Mall Cito Siapkan Pusat Batik 04 Maret 2010, 18:18:38 ROA Tinggi Jadi Daya Tarik Investor Buka BPR 03 Maret 2010, 18:09:16 Pemerintah Dukung Penuh Industri Perkapalan
- arsip berita - |
|
 |
 | sajiankuliner |  |  | Buru Boran di Lamongan, Dihidangkan di atas daun pisang, menunya terdiri dari sayuran yang diurap dengan parutan kelapa. Untuk lauk, tersedia telur asin, bandeng goreng, dan dadar telur. [detil]
|  |  |  |  | arsipkuliner
|  |
|
|