| agendakota | |
 |
| iklananda | |
| suaranetter | - Prihatin Sekar Wibowo, Gresik Kemaren Saya Baca Di Pos
Polisi Perempatan Raya Darmo Polisi Istimewa, Di Situ Ada Pengurusan Sim Le... [detil]
|
| forumdiskusi | - Topik terbaru : Hilang Pungli
Tapi Buka Korupsi... [detil]
- Reply terbaru : Betul, Bu.. Saya
Sdh Coba Dari Pagi Smp Malem Ini ... [detil]
|
|
| ekonomi bisnis | 03 Juli 2009, 16:27:19, Laporan Iping Supingah
Rupiah Melemah di Atas Rp10.200 per Dolar AS
suarasurabaya.net| Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Jumat (03/07) sore melemah hingga posisinya masih di atas angka Rp10.200 per dolar, karena pelaku masih membeli dolar akibat membaiknya mata uang di pasar regional.
Faktor yang mendorong pembelian dolar itu, karena data tingkat pengangguran AS yang meningkat memicu pelaku pasar regional membeli dolar, kata RULLY NOVA Analis Valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk, di Jakarta seperti dikutip Antara, Jumat.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun menjadi Rp10.205-Rp10.215 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp10.175-Rp10.185 atau turun 30 poin.
RULLY NOVA mengatakan, pelaku pasar lebih interest terhadap isu global ketimbang domestik, karena itu pembelian dolar oleh pelaku lokal akibat membaiknya dolar di pasar regional.
Selain itu, penurunan bunga BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,75 persen juga menekan pergerakan rupiah terhadap dolar, katanya.
Ia mengatakan, penurunan BI Rate itu hingga dibawah tujuh persen akan menekan bunga kredit bank juga turun, setelah suku bunga simpanan merosot.
Perbankan terlihat kesulitan untuk menurunkan suku bunga kreditnya, karena suku bunga simpanan dan juga bunga Surat Utang Negara (SUN) yang masih tinggi.
Sementara itu, di pasar domestik, sejumlah analis mengatakan pada tahun ini diperkirakan akan bisa dibawah lima persen atau di bawah perkiraan Bank Indonesia yaitu 5-7 persen.
Isu seharus memicu rupiah untuk bergerak naik karena menunjukkan kinerja ekonomi nasional berjalan pada arah yang benarnya, katanya.
"Inflasi tidak hanya bisa berada di level bawah 5-7 persen, tapi bisa di bawah lima persen," katanya. "Ini jauh lebih rendah dibandingkan pola historisnya (inflasi)," katanya.
Meski terpuruk lanjut dia, Bank Indonesia (BI) tetap memantau pasar agar rupiah tidak kembali berada di atas angka Rp10.500 per dolar. Karena posisi rupiah pada level itu akan tidak meguntungkan bagi eksportir untuk melakukan aksi lepas produkya di pasar ekspor, ucapnya.(ant/ipg)
kirim berita
| | berita-beritalain | 03 Juli 2009, 11:18:57 Pelaku Pasar Beli Dolar, Rupiah Pagi Turun 65 Poin 02 Juli 2009, 18:25:38 Rupiah Sore Relatif Stabil 02 Juli 2009, 17:13:52 Kadin Surabaya: Efektif, Jadwal Pameran Akan Ditambah 02 Juli 2009, 16:42:24 Ekspor Impor Surabaya Masih Terkendala Jalur Perhubungan Laut 02 Juli 2009, 15:31:51 Pameraya Surabaya 2009, Sarana Efektif Tingkatkan Potensi Usaha 01 Juli 2009, 19:06:01 Wisatawan Domestik Dominan, Wisman Mulai Bangkit 01 Juli 2009, 18:02:23 Liburan Sekolah, Hotel Berbintang Fully Booked 01 Juli 2009, 17:32:03 Bundling Speedy-YesTV Targetkan 20 Ribu Pelanggan 01 Juli 2009, 15:45:48 Pameraya Surabaya Targetkan Transaksi Rp 10 Milyar 30 Juni 2009, 17:35:26 Lepas dari Jaringan Internasional Kreativitas Lebih Tertantang dan Tepat Sasaran
- arsip berita - |
|
 |
 | resensibuku |  |  | Goloso Geloso, selalu mewarnai kehidupan Larasati selama menempuh pendidikan di Perugia. Bersama Chicco sang kekasih, Larasati menemukan makna hidup sesungguhnya. [detil]
|  |  |  |  | arsipresensi
|  |
|
|