| agendakota | |
 |
| iklananda | |
| suaranetter | - Didik Untung Susadi, S.h., Sidoarjo By Pass Krian Rawan
Maling, Ketika Saya Makan Di Pecel Madiun Di Ruko Lapangan Sidomulyo 100 Meter U... [detil]
|
| forumdiskusi | - Topik terbaru : Pdam Oh Pdam... [detil]
- Reply terbaru : Paling Tidak
Perilaku Masyarakat Di Jalanan Yg Tid... [detil]
|
|
| kelana kota | 07 Mei 2008, 18:19:17, Laporan Kholied Mawardi
Akibat Laut Pasang Tambak Ikan Air Tawar Dijarah, Rugi 15 Juta
suarasurabaya.net| Air laut pasang yang menimpa warga jalan raya Cumpat Kenjeran menyisakan derita. Sebagian rumah yang dekat dengan pantai diterjang ombak setinggi dua meter tadi pagi mulai jam 09.00 hingga 11.00 WIB, Rabu (07/05).
Serta akibat gelombang pasang, tambak yang bulan depan dipanen harus rela dijarah warga. Tambak yang dijarah warga adalah milik ABDUL HAMID (50) warga Jalan Raya Cumpat nomor 30 Kenjeran.
Sebelum ada gempuran ombak datang menerjang, sambung HAMID, terlebih dulu angin berhembus kencang. Angin berhembus kencang di tengah bulan penanggalan Jawa, diyakini warga dipinggir pantai sebagai tanda akan bahaya ombak besar.
Bila tak ada aral melintang, sebenarnya HAMID akan mendapatkan keuntungan Rp15 juta dari hasil penjualan ikan. Sayang, air pasang membuyarkan mimpinya. Walau dia mengetahui warga menjarah tambaknya, tidak ada niatan untuk mencegah.
“Biarlah warga mengambil ikan setelah ombak pasang, saya tidak akan melarang mereka,” ucapnya kepada suarasurabaya.net. HAMID menambahkan, rejeki sudah ada yang mengatur. Sehingga tidak perlu panik dan sedih berlebihan.
Tambak yang dimiliki HAMID seluas 13 ribu meter persegi. Didalamnya ada ikan tombro, lele, mujair nila, pating, dan bader. Ikan pating satu ekornya memiliki berat tiga kg. Sedangkan lima ekor ikan bader setara dengan satu kg.
Total ikan yang dimiliki oleh HAMID adalah satu ton. Hasil panen dari tambak yang berada di samping lapangan bola ini, langsung dikirimkan ke Pasar Pabean. HAMID tidak pernah menjual langsung ke restoran sea food yang banyak bertebaran di penjuru Kota Surabaya.
Pria usia paruh baya ini menekuni usaha budidaya tambak air tawar ini sejak 1992. HAMID mengaku lebih senang mengelola tambak air tawar daripada air payau. Alasannya ikan yang dibudidayakan tergolong mudah dirawat. Serta tiga bulan ikan yang dibudidayakan di air tawar sudah bisa dipanen karena cepat besar.
Setelah ombak pasang menghancurkan usaha tambaknya, HAMID tidak akan langsung kembali membudidayakan ikan. Penyebabnya air laut memasuki kawasan tambak. Padahal air yang dijadikan media budidaya ikan adalah air tawar.
Sehingga, HAMID harus rela menunggu enam bulan untuk perbaikan kualitas tanah dan terbebas dari air laut. Serta merenovasi tanggul yang jebol diterjang gempuran ombak yang tingginya lebih dari dua meter. (kho/ipg)
Teks Foto:
- Massa sedang menjarah di tambak ikan milik ABDUL HAMID di Raya Cumpat Kenjeran.
Foto: KHOLIED suarasurabaya.net
kirim berita
| | berita-beritalain | 03 September 2010, 03:51:49 Sungai Bozem Morokrembangan Dibersihkan Warga Tambak Asri Urung Beri Parsel Sampah ke RISMA 03 September 2010, 02:30:45 Sekolah Libur Lebaran 2 Minggu 03 September 2010, 02:01:06 Instansi Pemerintah dan Swasta Gelar Mudik Bersama 03 September 2010, 01:41:30 Pemkot Surabaya Razia Tempat Mangkal PSK 02 September 2010, 23:52:23 Hari Pelanggan, Momentum Evaluasi Pelayanan 02 September 2010, 21:35:56 Kapal Tanker Malaysia Terbakar di Sapeken Asal Api Diduga Dari Kompartemen Lima 02 September 2010, 18:37:11 Gubernur Serukan Pengamanan Tempat Wisata 02 September 2010, 18:31:06 Jelang Lebaran 1.600 Guru Al Quran Terima Santunan Zakat YDSF 02 September 2010, 18:28:57 Lalin Jatim Mencemaskan 02 September 2010, 18:20:46 Operasi Ketupat Lebaran 2010 Ditpolair Polda Jatim Kerahkan 22 Kapal Patroli
- arsip berita - |
|
 |
|
|
|