| agendakota | |
 |
| iklananda | |
| suaranetter | - Didik Untung Susadi, S.h., Sidoarjo By Pass Krian Rawan
Maling, Ketika Saya Makan Di Pecel Madiun Di Ruko Lapangan Sidomulyo 100 Meter U... [detil]
|
| forumdiskusi | - Topik terbaru : Pdam Oh Pdam... [detil]
- Reply terbaru : Paling Tidak
Perilaku Masyarakat Di Jalanan Yg Tid... [detil]
|
|
| kelana kota | 12 Juli 2006, 19:29:12, Laporan Eddy Prastyo
Terapi Ion Tak Membawa Manfaat
suarasurabaya.net| Detoksifikasi dengan menggunakan anoda dan katoda atau lebih populer disebut terapi ion dalam uji laboratorium ternyata tidak banyak membawa manfaat. Sebaliknya, justru berbahaya bagi kesehatan karena ternyata proses tersebut menghasilkan gas Klorin (Cl2).
Hasil penelitian Prof SUHARININGSIH bersama Drs TRI ANGGORO PRIYO di Laboratorium Biofisika FMIPA Universitas Airlangga menggunakan metode spot test dan analit Fe, Ni, Mn, Cr ini ternyata sungguh mengejutkan. Warna air hasil detok yang diketahui berwarna kuning, kemerahan, coklat, hijau ternyata mempunyai kandungan yang berbeda.
”Dari reaksi elektrolisis tersebut, air yang berwarna kuning, kemerahan dan coklat mengandung Fe 3+, sedangkan air yang berwarna hijau mengandung Ni2+, sedangkan Cl2 justru mengandung gas yang paling berbahaya,” jelas Prof SUHARININGSIH pada suarasurabaya.net.
Penelitian yang ia lakukan tidak menggunakan kaki sebagai obyek. Dari hasil percobaannya tanpa menggunakan kaki inipun ternyata air yang dimasuki alat detok ini juga menghasilkan warna, baik warna kuning, kemerahan atau hijau.
Hasil analisis menunjukkan bahwa unsur yang pertama kali keluar dari elektroda adalah ion besi (Fe) yaitu kuning coklat, kemudian diikuti oleh ion Ni (nikel) berwarna hijau/hijau tua. Sedangkan ion Cr dan ion Mn selama eksperimen tidak nampak.
Makin pekat konsentrasi, kata SUHARININGSIH, makin cepat reaksi sehingga larutan tampak makin keruh berwarna kuning, coklat, hijau tua. Hal ini juga bergantung pada kondisi elektroda. Makin banyak elektroda digunakan, larutan makin cepat keruh meskipun dengan konsentrasi rendah.
”Secara teori gelembung udara yang ditimbulkan berasal dari gas Cl2 atau H2 hasil elektrolisa. Gas CL2 atau Klorin inilah yang berbahaya bagi kesehatan,” katanya.
Mengenai gas Klorin ini, Prof.DR. dr. H J. MUKONO pakar kesehatan lingkungan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya menilai jumlah gas yang keluar dari proses tersebut tidak cukup signifikan untuk mengganggu kesehatan.
"Selain mudah terbawa angin, jarak dari kaki dengan hidung kan cukup jauh. Belum sempat terhirup hidung, sudah hilang oleh tiupan angin," kata MUKONO.
Dari hasil penelitian dengan menggunakan kaki, larutan garam inipun juga menghasilkan hasil yang sama dengan tanpa kaki yaitu mengandung ion Fe dan ion Ni.
”Secara teori ion Fe maupun ion Ni di dalam tubuh berikatan dengan molekul lain (tidak dalam bentuk ion) sehingga kemungkinan keluar amat sangat sulit, sehingga dapat dipastikan bahwa ion Fe dan ion Ni yang terdeteksi dalam larutan adalah berasal dari elektroda,” katanya.
Kesimpulannya, warna dan gelembung udara yang dihasilkan oleh terapi ion (katoda-anoda-kaki) dalam satu ember itu berasal dari elektroda (katoda anoda) yang digunakan, bukan dari ion dari tubuh melalui kaki.
“Kalau memang ion yang katanya keluar dari ginjal, atau liver apa warnanya, kok warnanya sama semua baik dengan kaki atau tanpa kaki,” jelasnya.
Lebih lanjut SUHARININGSIH mengatakan bahwa penelitian ini sekali lagi bukan untuk mengadili sejawat yang berkiprah di bidang pemasaran alat terapi ion ini namun untuk menyampaikan sejauh mana hasil uji alat ini bermanfaat bagi masyarakat.
”Sebagai akademisi kami wajib menyampaikan hasil uji alat ini kepada masyarakat,” jelasnya. Kalau memang keberatan, kata dia sebaiknya didiskusikan bersama.”Mari kita diskusi sebagai seorang akademisi,” tandasnya.
kirim berita
| | berita-beritalain | 03 September 2010, 03:51:49 Sungai Bozem Morokrembangan Dibersihkan Warga Tambak Asri Urung Beri Parsel Sampah ke RISMA 03 September 2010, 02:30:45 Sekolah Libur Lebaran 2 Minggu 03 September 2010, 02:01:06 Instansi Pemerintah dan Swasta Gelar Mudik Bersama 03 September 2010, 01:41:30 Pemkot Surabaya Razia Tempat Mangkal PSK 02 September 2010, 23:52:23 Hari Pelanggan, Momentum Evaluasi Pelayanan 02 September 2010, 21:35:56 Kapal Tanker Malaysia Terbakar di Sapeken Asal Api Diduga Dari Kompartemen Lima 02 September 2010, 18:37:11 Gubernur Serukan Pengamanan Tempat Wisata 02 September 2010, 18:31:06 Jelang Lebaran 1.600 Guru Al Quran Terima Santunan Zakat YDSF 02 September 2010, 18:28:57 Lalin Jatim Mencemaskan 02 September 2010, 18:20:46 Operasi Ketupat Lebaran 2010 Ditpolair Polda Jatim Kerahkan 22 Kapal Patroli
- arsip berita - |
|
 |
|
|
|