| agendakota | |
 |
| iklananda | |
| suaranetter | - Didik Untung Susadi, S.h., Sidoarjo By Pass Krian Rawan
Maling, Ketika Saya Makan Di Pecel Madiun Di Ruko Lapangan Sidomulyo 100 Meter U... [detil]
|
| forumdiskusi | - Topik terbaru : Pdam Oh Pdam... [detil]
- Reply terbaru : Paling Tidak
Perilaku Masyarakat Di Jalanan Yg Tid... [detil]
|
|
| kelana kota | 15 Januari 2009, 14:57:40, Laporan Agita Sukma Listyanti
Wayang Bawa Gunungan Serukan Stop War
suarasurabaya.net| Kampanye anti perang dikumandangkan oleh Komunitas Budaya Surabaya. Berpakaian bak wayang sambil membawa gunungan, satu diantara seniman berkampanye hentikan perang.
“Hentikan perang sekarang, hanya akan menimbulkan korban, bukan sebuah trend modern yang menjadi kebanggaan,” seru TAUFIK MONYONG satu diantara anggota Komunitas Budaya Surabaya pada pengguna jalan yang melintasi Jl. dr. Soetomo, sekitar 50 meter sebelum Konjen Amerika Serikat.
Meski hanya 3 orang, tapi aksi komunitas ini sempat menarik perhatian. Mengendarai skuter khasnya, TAUFIK bersama dua orang temannya berkeliling ke berbagai tempat menyebarkan seruan ‘Stop War’.
Beberapa tempat yang disatroni TAUFIK diantaranya konsultan budaya Prancis, Goethe Surabaya, klenteng, Masjid Al Falah, gereja, wihara dan pura. Tempat-tempat tersebut dipilih TAUFIK untuk mengajak mereka memikirkan masyarakat dunia.
“Ini kampanye kita untuk menghentikan tragedi. Kita mengutuk agresi dimanapun, tidak hanya di Palestina-Israel. Perang ini bisa saja terjadi di Pakistan, India, atau terjadi di Korea Utara, bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi di Indonesia. Kami meminta seluruh bangsa di dunia mengutuk perang karena perang hanya akan melahirkan kesedihan dan air mata,” ungkap TAUFIK pada suarasurabaya.net, Kamis (15/01).
Menurut TAUFIK, gunungan yang biasanya menjadi pembuka pertunjukan wayang dibawa untuk dijadikan sebuah simbol mengawali dunia untuk menghentikan perang. Sedangkan sebuah boneka diatas skuternya menjadi sebuah simbol adanya mentalitas jahat yang menyerang dan tidak ada visualisasi baik yang bisa digambarkan dalam sebuah peperangan.
Karena itu, TAUFIK dan komunitasnya menyerukan kepada masyarakat khususnya tokoh-tokoh agama dan budaya sedunia untuk menghentikan perang dengan doa.
“Doakan agar perang di Palestina dengan Israel segera berakhir demi selamatnya anak-anak dunia,” tegas TAUFIK di akhir aksinya.(git)
Teks Foto:
1. Aksi TAUFIK MONYONG dkk mendapat perhatian dari pengguna jalan.
2. Meski hanya 3 orang, polisi tetap melakukan penjagaan.
Foto : GITA suarasurabaya.net
kirim berita
| | berita-beritalain | 03 September 2010, 03:51:49 Sungai Bozem Morokrembangan Dibersihkan Warga Tambak Asri Urung Beri Parsel Sampah ke RISMA 03 September 2010, 02:30:45 Sekolah Libur Lebaran 2 Minggu 03 September 2010, 02:01:06 Instansi Pemerintah dan Swasta Gelar Mudik Bersama 03 September 2010, 01:41:30 Pemkot Surabaya Razia Tempat Mangkal PSK 02 September 2010, 23:52:23 Hari Pelanggan, Momentum Evaluasi Pelayanan 02 September 2010, 21:35:56 Kapal Tanker Malaysia Terbakar di Sapeken Asal Api Diduga Dari Kompartemen Lima 02 September 2010, 18:37:11 Gubernur Serukan Pengamanan Tempat Wisata 02 September 2010, 18:31:06 Jelang Lebaran 1.600 Guru Al Quran Terima Santunan Zakat YDSF 02 September 2010, 18:28:57 Lalin Jatim Mencemaskan 02 September 2010, 18:20:46 Operasi Ketupat Lebaran 2010 Ditpolair Polda Jatim Kerahkan 22 Kapal Patroli
- arsip berita - |
|
 |
|
|
|